SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip

Yingluck Yakin Industri Pariwisata Thailand Masih Layak Jual
Selasa, 31 Januari 2012 | 15:29

Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra [AP] Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra [AP]

[BANGKOK] Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra baru-baru ini menyatakan keyakinan,  industri pariwisata negaranya akan meningkat setelah dampak negatif tahun krisis politik dan banjir baru-baru ini.

Dalam kaitan itu, perdana menteri mendesak kerja sama semua pihak untuk membantu meningkatkan kepercayaan wisatawan.

Berbicara mengenai kebijakan masa depan pemerintah di sektor industri pariwisata Thailand, perdana menteri mengatakan, jumlah kedatangan turis pada 2011 tercatat sebesar 19,1 juta, atau meningkat dari tahun sebelumnya dan dengan pendapatan total 730 miliar baht.

Yingluck mengatakan, pemerintah menganggap pariwisata sebagai industri andalan dalam menyetor pendapatan negara, tetapi di masa depan industri ini akan menghadapi persaingan sengit.

Perdana Menteri menyatakan bahwa strategi yang jelas untuk mengembangkan industri diperlukan guna mempersiapkan Thailand mengantar Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) pada 2015 dan untuk merespon keadaan internasional yang bergejolak.

Yingluck berjanji bahwa pemerintahnya akan mendukung pariwisata negara itu dan menunjuk tahun itu sebagai tahun "Keajaiban Thailand", serta mendesak kerja sama semua pihak untuk meningkatkan kepercayaan di kalangan wisatawan.

Thailand akan harus menunjukkan kekuatan dan pesonanya kepada dunia, khususnya budaya, menurut perdana menteri.

Dia menambahkan bahwa negara harus menjadi pusat wisatawan regional dan menghubungkannya ke tujuan lain.

Saat itu industri pariwisata Thailand juga terkena peringatan perjalanan baru berkaitan dengan ancaman teroris yang mungkin dikeluarkan oleh kedutaan besar AS di Bangkok, diikuti oleh peringatan perjalanan lebih dari selusin kedutaan.

Yingluck mengatakan bahwa kementerian luar negeri sekarang sedang berunding dengan kedutaan AS mengenai masalah itu, tapi diperlukan waktu.

Banyak negara lain yang telah mengangkat peringatan dan situasi akan kembali normal segera.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Surapong Tovichakchaikul mengatakan, karena tidak ada negara lagi yang mencabut peringatan perjalanannya, kementerian akan mengundang para duta besar dari 16 negara yang masih memberlakukan peringatan perjalanan untuk membahas masalah ini, dan untuk memahami lebih baik karena sudah 15 hari sejak kedutaan AS mengeluarkan peringatan. [Ant/L-9]


 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN