Yingluck Yakin Industri Pariwisata Thailand Masih Layak Jual
Selasa, 31 Januari 2012 | 15:29
Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra [AP] [BANGKOK] Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra
baru-baru ini menyatakan keyakinan, industri pariwisata negaranya akan meningkat setelah dampak
negatif tahun krisis politik dan banjir baru-baru ini.
Dalam kaitan itu, perdana menteri mendesak kerja sama semua pihak untuk
membantu meningkatkan kepercayaan wisatawan.
Berbicara mengenai kebijakan masa depan pemerintah di sektor industri
pariwisata Thailand, perdana menteri mengatakan, jumlah kedatangan turis pada
2011 tercatat sebesar 19,1 juta, atau meningkat dari tahun sebelumnya dan
dengan pendapatan total 730 miliar baht.
Yingluck mengatakan, pemerintah menganggap pariwisata sebagai industri andalan
dalam menyetor pendapatan negara, tetapi di masa depan industri ini akan
menghadapi persaingan sengit.
Perdana Menteri menyatakan bahwa strategi yang jelas untuk mengembangkan
industri diperlukan guna mempersiapkan Thailand mengantar Masyarakat Ekonomi
ASEAN (AEC) pada 2015 dan untuk merespon keadaan internasional yang bergejolak.
Yingluck berjanji bahwa pemerintahnya akan mendukung pariwisata negara itu dan
menunjuk tahun itu sebagai tahun "Keajaiban Thailand", serta mendesak
kerja sama semua pihak untuk meningkatkan kepercayaan di kalangan wisatawan.
Thailand akan harus menunjukkan kekuatan dan pesonanya kepada dunia, khususnya
budaya, menurut perdana menteri.
Dia menambahkan bahwa negara harus menjadi pusat wisatawan regional dan
menghubungkannya ke tujuan lain.
Saat itu industri pariwisata Thailand juga terkena peringatan perjalanan baru
berkaitan dengan ancaman teroris yang mungkin dikeluarkan oleh kedutaan besar
AS di Bangkok, diikuti oleh peringatan perjalanan lebih dari selusin kedutaan.
Yingluck mengatakan bahwa kementerian luar negeri sekarang sedang berunding
dengan kedutaan AS mengenai masalah itu, tapi diperlukan waktu.
Banyak negara lain yang telah mengangkat peringatan dan situasi akan kembali
normal segera.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Surapong Tovichakchaikul mengatakan, karena
tidak ada negara lagi yang mencabut peringatan perjalanannya, kementerian akan
mengundang para duta besar dari 16 negara yang masih memberlakukan peringatan
perjalanan untuk membahas masalah ini, dan untuk memahami lebih baik karena
sudah 15 hari sejak kedutaan AS mengeluarkan peringatan. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
KPK Telusuri Aliran Dana Ke Elite PKS
Panglima TNI Isyaratkan Pengganti Dirinya KSAD Baru
