SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 3 September 2014
Pencarian Arsip

Yenny Minta Presiden Hentikan Upaya Pembongkaran Gereja HKBP Bekasi
Kamis, 21 Maret 2013 | 7:16

Yenny Wahid. [Antara] Yenny Wahid. [Antara]

[JAKARTA] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta menghentikan langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  yang hendak membongkar Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Setu di Jalan MT Haryono Gang Wiryo, Rt 05/02 Desa Taman Sari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, hari ini.

Direktur the Wahid Institute, Yenny Zannuba Wahid dalam rilis yang diterima SP di Jakarta, Kamis pagi, mengatakan, pihaknya  meminta  Presiden agar menghentikan langkah aparat membongkar Geraja HBKP Setu.

Justru sebaliknya, mendesak aparat pemerintah memfasilitasi Gereja HKBP Setu mendapat izin mendirikan bangunan (IMB) sebagaimana sudah dijalankan sejauh ini, namun hingga kini belum mendapat jawaban.

Pembongkaran melanggar hak beragama sebagaimana dijamin konstitusi. Yenni juga mengatakan, pembongkaran Gereja HKBP Setu jelas menunjukan Pemerintah Daerah lepas tanggung jawab untuk menjamin warga negara menjalankan hak beragama mereka.

“Pemerintah setempat belum menunjukan iktikad baik dan komitmen memfasilitasi agar jemaat betul-betul bisa mendapat IMB dan akhirnya beribadah di gereja mereka sendiri. Pemerintah justru terkesan berpihak pada keinginan dan tekanan kelompok-kelompok keagamaan tertentu,” katanya.

Pembongkaran dan penyegelan, kata dia, jelas memperkuat keyakinan dan penilaian bahwa cara-cara tersebut memang menjadi pola umum pelanggaran hak beragama, tidak hanya di Bekasi tetapi juga di sejumlah tempat di Indonesia.

Selain HKBP Setu, sebelumnya HKBP Filadelfia di Jejalen dan HKBP Perwira di Bekasi Utara juga mengalami nasib yang sama.

Karena itu, Yenny Wahid mendesak Presiden RI mengambil sikap tegas atas pelanggaran hak beragama ini, dan menginstruksikan Menteri Agama serius memfasilitasi HKBP Setu beribadah di gereja mereka.

“Dalam kasus perobohan Masjid Al-Ikhlas Medan pada Mei 2011, Menteri Agama bahkan menunjukan keseriusannya menyempatkan datang ke lokasi dan menyatakan prihatin atas peristiwa pembongkaran tersebut dan mendesak agar pihak yang merobohkan sudah membangun kembali di lokasi baru. Menag bahkan menegaskan tak ada salahnya kaum muslimin tetap menjalankan salat di lokasi robohan masjid tersebut. Sebagai Menteri Agama yang memang bukan hanya mewakili agama tertentu, sikap serius semacam itu semestinya ditunjukan dalam kasus-kasus gereja dan rumah ibadah lain,” katanya.

Warga Tak Keberatan

Seperti informasi yang diterima, Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Setu di Jalan MT Haryono Gang Wiryo, Rt 05/02 Desa Taman Sari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, akan dibongkar Kamis (21/3), sekitar pukul 09.00 WIB.

Pembongkaran dilakukan Satpol PP Kabupaten Bekasi dan akan melibatkan pihak TNI dan Kepolisian. Keputusan itu menyusul penyegelan Pemerintah Kabupaten Bekasi pada Kamis, 7 Maret 2013 sebelum dengan alasan melanggar Perda Nomor 7 Tahun 1996 tentang Izin Mendirikan Bangunan Pasal 8 Ayat 1 huruf C.

Sejauh ini, pihak gereja mengaku sudah mendapat surat pernyataan tak keberatan dari 83 warga sekitar dan telah mengajukan surat izin rekomendasi ke Kepala Desa Taman Sari sejak Nopember 2011.

Pengajuan dibalas dengan surat penolakan dan permintaan penghentian pembangunan karena tak sesuai Perber 2 Manteri. Mereka juga dipersilakan mengurus izin sesuai Perber.      

Mengacu isi surat Kepala Desa, pengurus gereja lalu melakukan sosialisasi kembali kepada warga sekitar gereja  dan mendapat 89 surat surat pernyataan tak keberatan disertai foto dan tandatangan.

Setelah itu kembali diajukan ke Kepala Desa. Anehnya, sampai sekarang surat itu tak pernah ada jawaban. Setelah itu peristiwa itu eskalasi penolakan dari sejumlah kelompok yang mengatasnamakan agama tertentu makin meningkat.

Muspika Tingkat Kecamatan juga pernah menggalar rapat dan pertemuan dan memutuskan salah satu keputusan berisi penolakan pendirian gereja di bawah aksi massa ratusan kelompok yang mengatasnamakan agama. [PR/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»