Yenni Wahid Siap Menangkan PKBIB
Minggu, 5 Agustus 2012 | 19:55
Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid. [Antara] [JAKAERTA] Putri mantan Presiden KH
Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid yang dikenal dengan
nama Yenny Wahid, mengatakan, siap membawa Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia
Baru (PKBIB) yang dipimpinnya ke kancah
Pemilu 2014.
Jajaran pengurus PKBIB menyelenggarakan syukuran sekaligus berbuka puasa
bersama di Jakarta, Minggu (5/8) , terkait terbitnya SK Menkumham RI Nomor
M.HH-14.AH.11.01 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah
Tangga, Nama, Lambang, Logo, Tanda Gambar dan susunan Kepengurusan Partai
Perjuangan Indonesia Baru, sehingga PKBIB resmi sebagai partai calon peserta
Pemilu 2014.
Yenny Wahid semula berkarir di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan kemudian
mendirikan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia (PKBI). PKBI kemudian berubah
nama menjadi Partai Kemakmuran Bangsa Nusantara (PKBN).
PKBN kemudian melebur dengan Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB) pimpinan
Kartini Sjahrir. Sebelumnya, Partai PIB merupakan Partai Indonesia Baru (PIB)
pimpinan Dr Sjahrir.
Menurut Dewan Pembina PKBIB Kartini Sjahrir dalam keterangan pers yang
disampaikan di Jakarta, melalui Kongres Partai PIB yang berlangsung pada 12
Juli 2012 telah disepakati beberapa hal. Pertama: Partai PIB berganti nama
menjadi PKBIB dan sekaligus berganti logo. "Baik nama maupun logo
merupakan gabungan dari logo Partai PIB dan PKBN pimpinan Yenny Wahid,"
katanya.
Kedua Yenny Wahid secara aklamasi dalam Kongres Partai PIB telah dipilih
sebagai Ketua Umum PKBIB periode 2012-2017.
Kongres merupakan forum tertinggi dari sebuah partai politik, tidak terkecuali
bagi Partai PIB. Masa kepemimpinan Kartini Sjahrir berakhir Juni 2012.
"Kongres harus memutuskan siapa yang akan menggantikan saya dan saya
sendiri tidak bersedia kembali menjadi ketua umum. Yenny Wahid dalam sebuah
pertemuan dengan saya telah membuahkan kesepakatan untuk menggabungkan kedua
kekuatan politik di bawah naungan nama PKBIB dan dinakhodai oleh Yenny
Wahid," katanya.
Kesepakatan tersebut, melalui kongres Partai PIB, telah disahkan dan diterima
secara bulat sesuai dengan mekanisme AD/ART Partai PIB.
Gus Dur dan Dr Sjahrir, kata dia, adalah pemikir dan konseptor. Kedua almarhum
adalah orang-orang yang berjuang untuk keadilan, kemanusiaan dan demokrasi
dalam wujud kesehariannya. Keduanya berjuang tak henti sampai akhir hayat
mereka untuk "mengelola perbedaan-perbedaan" dengan akal sehat di
dalam kemajemukan masyarakat.
"Pemikiran kedua tokoh inilah yang harus dan akan dikembangkan melalui
kiprah politik PKBIB. Kami bersyukur PKBIB terbentuk dan telah disahkan
keberadaannya oleh Kementerian Hukum dan HAM. Sekarang kami menatap ke depan,
menyelesaikan kerja verifikasi KPU sebagaimana disyaratkan oleh UU tahun 2008.
Insyaallah, dengan ridho Allah SWT, kami bisa menyelesaikan verifikasi dengan
seksama dan sesuai dengan waktu dan target yang ditentukan," katanya.
[Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Gadis Remaja Diperkosa 5 Anggota Geng Motor
Inilah 45 Perempuan Penerima Duit Fathanah
Uskup Agung Semarang Keberatan Fotonya Digunakan Kampanye Pasangan Hadi-Don
