SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 21 April 2014
Pencarian Arsip

Wim: Pemain Timnas Manja dan Berlagak Diva
Kamis, 22 September 2011 | 14:33

Wim Rijsbergen [google] Wim Rijsbergen [google]

[AMSTERDAM] Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia Wim Rijsbergen menilai anak asuhnya manja dan berlagak seperti “diva” yang cepat sekali menyerah. Selain itu, Firman Utina dan kawan-kawan juga dianggap tidak dapat menerima teguran keras dari sang pelatih. Seperti diketahui, Wim pernah menegur para pemainnya sewaktu istirahat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Iran. Namun akibat teguran itu, para pemain terpukul, sehingga melakukan aksi mogok beberapa pekan kemudian.

Seperti dikutip dari de Pers, baru-baru ini, Wim mengungkapkan para pemain Timnas Indonesia sering berlaku tidak pada tempatnya. Ia pun kesulitan menghadapi hal ini. “Mereka (PSSI, red.) menaruh harapan tinggi pada saya, tapi saya dikasih seleksi pemain yang tidak prima. Ketika saya harus mengayomi anak-anak ini lima hari menjelang pertandingan penting, mereka sudah berminggu-minggu tidak latihan. Pada pertandingan berikut, pemain andalan Timnas pergi terkait masalah pribadi. Ini konyol. Ia sebenarnya malas berangkat ke Teheran. Setelah itu, dua pemain lain hengkang, begitu saja,” katanya.

Wim pun mengkritik sifat pemain Indonesia yang dinilai kurang mau bekerja keras, meski ingin terkenal. “Mereka datang terlambat pada latihan, bahkan sampai empat hari. Jelas saya mengangkat masalah itu. Mereka susah sekali menerima kebenaran. Saya sangat terbuka kepada pemain saya. Saya berusaha supaya permainan mereka lebih baik. Bahwa mereka kemudian marah dan mogok, itu sangat mengecewakan,” ujarnya.

Sebelumnya, kepada tabloid sepakbola Belanda, Voetbal International, Wim mengakui, tugas membesut Timnas Indonesia  sangat berat. “Pemain Timnas Indonesia yang dipanggil juga belum sepenuhnya siap tempur. Sebagian besar pemain dari kompetisi lain. Saya belum mengenal mereka dengan baik. Memang ini tidak mudah, tapi saya siap berbuat maksimal,” katanya.

Pelatih sepakbola kawakan Belanda yang juga mantan pelatih timnas U-23 Indonesia 2006 Foppe van de Haan sudah mewanti-wanti Wim sebelum dia menerima tugas ini. Menurutnya, menjadi arsitek timnas Indonesia tidak mudah apalagi di kualifikasi Piala Dunia 2014. “Sangat berat kalau misi-nya adalah lolos putaran akhir Piala Dunia, karena akan terganjal negara-negara tangguh di Asia. Waktu yang diberikan pun terlalu singkat. Seharusnya Wim meminta kejelasan soal seleksi pemain dan mendapatkan staf yang dipercaya,” kata van de Haan. T

Pelatih junior Fortuna Sittard, John Taihuttu menilai Wim tidak cocok melatih Timnas Indonesia. Menurutnya, kualitas pemain nasional Indonesia tidak memadai. “Mereka sudah terlanjur terbentuk. Pelatih asal Eropa tidak bisa lagi merubah kebiasaan yang menurut kita 'salah'. Pemain Indonesia terlalu banyak dribbling dan penonton sudah sorak sorai kalau pemain melewati dua orang lawan. Mereka tidak memiliki kemampuan untuk bisa menjalankan sistem di lapangan,” katanya kepada Radio Nederland.

Syarat untuk menjadi tim sukses, menurut pelatih yang mengomandoi tim Keturunan Maluku  saat melawat ke Indonesia Maret 2011 lalu, harus memiliki teknis bagus dan mampu bermain kombinasi 1-2 seperti Jerman, Belanda dan Spanyol. Namun, Taihuttu juga meragukan kualitas Wim sebagai pelatih. Dikatakan, dia belum teruji optimal.

“Sebagai pemain Wim memang sangat bagus, tetapi dia belum pernah menunjukkan prestasi sebagai pelatih. Pada 2006 lalu di Trinidad dan Tobago. Dia hanya sukses sebagai asisten (Leo Beenhakker red.), tapi tidak sukses ketika menjadi pelatih kepala,” katanya. [Radio Nederland/Y-8]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN