Waspadai ‘Gerakan Tanpa Bentuk’ di Papua
Jumat, 8 Juni 2012 | 14:16
Tjahjo Kumolo [google] [JAKARTA] Aparat
TNI dan Polri diminta harus kompak mengusut kekerasan yang terjadi di Papua,
sebab kalau tidak, hal ini akan sangat merugikan institusi TNI khususnya. Hal itu ditegaskan anggota Komisi I DPR,
Tjahjo Kumolo kepada SP, Jumat (8/7) di Jakarta.
“Saya yakin,
bukan oknum TNI atau Polri, dan juga bukan pada kelompok masyarakat Papua yang
diisukan ingin merdeka. Tapi ada ‘gerakan tanpa bentuk’, yang seharusnya
jajaran intelijen di Papua sudah bila mendeteksi gelagat perkembangannya ke
arah mana, dan mendalami lingkungan strategisnya,” kata Sekjen DPP PDI
Perjuangan itu.
Tjahjo
menyarankan, pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden, membentuk tim
keamanan terpadu membentuk, yang turun langsung ke Papua agar bisa secara total
mengusut sampai tuntas kasus kekerasan di sana. “Kalau perlu mereka
berkantor di Papua, lakukan penegakan hukum secara adil, objektif, dan
berkeadilan,” katanya.
Anggota Komisi I
DPR, Pascalis Kossay mendesak Presiden SBY untuk segera membentuk tim
investigasi independen guna menangani kasus-kasus yang terjadi di Papua.
"Sepertinya, semua pihak bermain di sana. Namun semuanya saling lempar.
Untuk itu harus ada tim investigasi yang dibentuk langsung oleh Presiden",
ujarnya saat dihubungi SP, Jumat siang
Ia menambahkan,
peristiwa di Papua, khususnya penembakan-penembakan misterius semakin
meresahkan warga lokal. Aparat keamanan di sana, katanya, sudah tak mampu
mengusut dan menangani penyebab keresahan tersebut. Bahkan menurut
penjelasannya, penembakan juga terjadi di siang hari dan bertempat di pusat
kota.
"Ini sangat
meresahkan. Masyarakat sudah takut sekali dengan kondisi disana,"
tegasnya.
Sementara itu,
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Juru Bicara, Julian Aldrin
Pasha mengimbau masyarakat Papua untuk tidak terprovokasi oleh aksi teror yang
sedang terjadi di sana. Di Istana Negara, Jakarta, Kamis (7/6), Julian
mengatakan, Presiden sudah mendapat laporan dari kepolisian yang menyatakan
secara umum kondisi di Papua, termasuk Papua Barat, sepenuhnya terkendali.
Hanya saja,
muncul semacam aksi-aksi penembakan yang mungkin diklasifikasikan sebagai teror
terhadap masyarakat setempat atau juga terhadap kelompok tertentu di dalam
Papua dan Papua Barat. Akibatnya menimbulkan keresahan masyarakat.
Oleh karena itu, Presiden SBY telah
menginstruksikan kepolisian untuk cepat menangkap, memroses, dan mengadili para
pelaku teror tersebut, meski kondisi geografis Papua tidak terlalu mudah untuk
dilakukan pengejaran. “Meski masih dalam domain kepolisian, namun bilamana
diperlukan, pemerintah setiap saat bisa meminta bantuan TNI,” katanya. [154/0-2/J-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Penghargaan Untuk Sebuah Ketidaknyamanan
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Kapolri Harus Beri Sanksi Keras Kapolda Papua
Akhirnya Pendukung Rustri Beralih ke Ganjar
Maju jadi Capres, Djoko Santoso Sempat Temui Surya Paloh
DPR-DPD Desak Presiden Tutup PT Freeport
Presiden SBY Sampaikan Belasungkawa Atas Pembunuhan di London?
