Walikota Kupang Terpilih Harus Mampu Sejahterakan Rakyat
Rabu, 1 Agustus 2012 | 16:14
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, Jonas Salean dan dr. Herman Man fose bersama istri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang [Yoseph Kellen]
[KUPANG] Dalam acara pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali
Kota Kupang terpilih, Jonas Salean dan dr. Herman Man, oleh Gubernur Nusa
Tenggara Timur, Frans Lebu Raya, untuk memimpin kota Kupang lima tahun ke
depan 2012 – 2017, di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang,
jalan Frans Seda Kota Kupang, Rabu (1/8).
Hadir dalam acara pelantikan itu Ketua DPRD NTT, Ibrahim A Medah, anggota
DPRD Provinsi NTT, Ketua dan anggota DPRD Kota Kupang, sejumlah satuan kerja
perangkat daerah SKPD kota Kupang, Kapolda NTT, Brigjen Pol Ricky HP Sitohang,
ketua DPP Golkar, Theo L Sambuaga, Anggota DPR RI, Setia Novanto, Beny K
Harman, Saleh Husen, Jefrison Rihu Kore dan anggota DPD, Paul Liyanto, Sarah
Leri Mboeik, Bupati Ende, Don Bosco Wangge, Bupati Sumba Timur, Gidion
Mbilijora, Bupati Kabupaten Nagekeo, Yohanis S. Aoh, Bupati Belu, Joacim
Lopez, Mantan Gubernur NTT, dr. Ben Mboi, Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turan,
Pr, Ketua MUI NTT, Abdul Kadir Makarim dan masyarakat Kota Kupang
yang memadati seluruh ruangan dan halaman gedung kantor DPRD Kota Kupang.
Acara tersebut berjalan dengan lancar dan hikmat walaupun wartawan yang meliput
acara pelantiKan tersebut mengalami kesulitan karena dihalangi oleh pihak
kepolisian yang menjaga. Kapolres Kupang Kota, Tito Basuki Priyatno, langsung
meminta ijin kepada anggota Brimob Polda NTT yang menjaga pintu masuk namun
tetap tidak diijinkan untuk para jurnalist masuk untuk mengabadikan acara
pelantikan Wali Kota tersebut. Sehingga para wartawan hanya mendengar dari luar
gedung.
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, meminta, “Saya mengajak kita semua untuk
bersyukur pada Tuhan, atas anugerah kehidupan yang boleh kita terima. Kita
berkumpul di sini karena berkat Tuhan. Semua yang terjadi saat ini juga
merupakan rencana Tuhan. Karena itu, biarlah cinta Tuhan menuntun seluruh
rangkaian acara pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Kupang hari ini. Saya
dan Pak Esthon juga menyampaikan selamat kepada Umat Muslim yang sedang
menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan ini dan menghimbau masyarakat
untuk selalu menjaga dan memelihara suasana damai agar bulan puasa dapat
dijalani dengan khusuk. Proficiat kepada seluruh masyarakat dan komponen
kemasyarakatan di daerah ini, atas sukses pendidikan politik, sukses
partisipasi politik dan teladan kedewasaan berpolitik yang ditunjukkan warga
Kota Kupang, kata Frans Lebu Raya.
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, menyampaikan perasaannya dalam sambutan, Secara
jujur, saya harus katakan di sini, di depan Dewan yang terhormat, dalam forum
bermartabat ini, kepada semua masyarakat Kota Kupang, bahwa pemilukada
Kota Kupang telah usai. Atmosfir pemilukada di Kota Kupang masih terasa.
Tenang-tenang mendayung, hanyut meniti arus menuju tepian tujuan, tanpa
gejolak, aman, nyaman dan damai.
Karena itu, momentum saat ini, dengan sendirinya mengisyaratkan
bahwa, masyarakat Kota Kupang percaya kepada saudara Jonas Salean dan Hermanus
Man. Masyarakat percaya akan kemampuan saudara berdua, percaya akan
kebaikan saudara berdua, percaya akan kematangan, komitmen dan janji saudara
berdua.
Saat ini saudara berdua adalah pilihan terbaik masyarakat. Inilah tahapan
suksesi kepemimpinan yang jauh melampaui rencana dan usaha manusia, seperti
lagu dalam nada panggil handphone saudara Jonas Salean, “tiada yang mustahil
bagi-Mu, tiada yang tak mungkin bagi-Mu, aku mau ada di dalam tangan-Mu, hidup
dan mati ku. Kalimat ini saya kutib dari nada dering pak Wali kota Jonas
Salean.
Hari ini, saya ada di sini, Saya berdiri sebagai Gubernur daerah ini. Saya
datang untuk melantik Walikota dan Wakil Walikota Kupang yang baru masa
jabatan 2012-2017. Dalam perspektif jabatan, saya berdiri di atas semua
realitas yang ada. Saya hadir untuk menampung kecemasan dan kegelisahan,
untuk mendengar keluh kesah semua warga, untuk merekatkan yang tersekat,
untuk merangkul yang tercerai dan mendamaikan yang berselisih, agar masyarakat
menjadi satu kembali, sehati sesuara, untuk membangun Kota Kupang sebagai show
window NTT.
Sejak saat ini, jangan lagi ada perbedaan di antara para pendukung. Kita
satukan semua dukungan yang kemarin beranekaragam, menjadi satu kekuatan besar
bagi terwujudnya obsesi masyarakat Kota Kupang untuk hidup lebih baik, hidup
yang lebih sejahtera.
Kepada Walikota dan Wakil Walikota yang baru, saya ingatkan untuk
memperhatikan benar kondisi kebathinan ini. Benahi kembali, tatanan sosial yang
telah cedera. Bangun soliditas dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh
pemuda, tokoh perempuan, pers dan media massa serta komponen
kemasyarakatan lainnya. Rekatkan kembali kebersamaan yang telah disekat
atas nama paket, dukungan calon dan kepentingan politik praktis.
Pulihkan kembali gundah gulana yang terjadi dalam tatanan hidup masyarakat Kota
Kupang, terutama kegelisahan para lurah, camat, pejabat struktural PNS
yang kemarin mungkin tidak netral. Biarlah semua warga Kota Kupang menemukan
kembali kegembiraan dan sukacita, hidup berdampingan lagi seperti dahulu, tanpa
saling curiga, tanpa rasa takut apalagi kecemasan dimutasi. Kepada Walikota dan
Wakil Walikota yang baru, saya ingatkan pula bahwa Kota Kupang
adalah miniatur NTT. Kota yang sejak dahulu, ada dan bertumbuh dalam
keberagaman. Kalau dulu hanya ada orang Timor (Helong dan Dawan), Rote dan
Sabu. Sekarang ada juga orang Manggarai, Sumba, Flores, Alor dan komunitas lain
di luar FLOBAMORA seperti Sumatera, Jawa, Bali dan BBM (Bugis, Buton, Makasar)
hidup berdampingan, kata Frans Lebu Raya.
Frans Lebu Raya, berharap, kelolalah perjalanan pemerintahan, pembangunan dan
pelayanan kemasyarakatan di daerah ini dengan perhatian dan cinta. Cinta yang
lentur menembus ruang perbedaan dan kisi-kisi keberagaman tanpa mencederai
siapa pun. Cinta yang meneguhkan kebersamaan, cinta yang menyejukkan dan
mendamaikan. Berilah diri untuk melayani dengan rendah hati, sebagaimana
persahabatan yang terajut melalui hangatnya sebuah SALAM, harap Frans Lebu
Raya.
Frans Lebu Raya, meminta, pemilukada telah selesai, mari kita bangun kembali
Kota Kupang dengan apa yang ada. Kita memiliki sumber daya manusia (SDM)
dengan karakter pejuang dan pekerja keras. Kita punya potensi ekonomi kota
perbatasan yang semakin cepat bertumbuh menjadi kota jasa. Karena itu,
sebagaimana komitmen saudara berdua saat penyampaian visi dan misi calon, saya
harapkan agar saudara berdua serius memperjuangkan terwujudnya semua itu,
terutama pembangunan Bendungan Kolhua. Sebagai Gubernur, saya dukung usaha
saudara berdua, agar masalah air bersih untuk masyarakat Kota Kupang menemukan
jalan keluarnya untuk kesejahreaan masyarakat kota Kupang,” minta Frans Lebu
Raya.
“Saya menyampaikan alternatif yang dapat dilakukan untuk mensejahterakan
warga kota Kupang untuk menerapkan paradigma Anggur Merah (Anggaran untuk
rakyat menuju sejahtera). Anggaran belanja publik porsinya harus lebih besar
dari pada belanja aparatur.
Pemerintah provinsi NTT telah menggulirkan Program Desa / Kelurahan Mandiri
Anggur Merah, dengan memberikan bantuan dana sebesar Rp 250 juta per
desa/kelurahan termasuk 6 kelurahan di Kota Kupang. Saya harapkan
dukungan saudara Walikota dan Wakil Walikota terhadap program ini sekaligus
mengharapkan Kota Kupang agar mengalokasikan anggaran yang sama untuk replikasi
satu desa/kelurahan pada setiap kecamatan. Pemerintah Provinsi NTT mengharapkan
dukungan dari Walikota dan Wakil Walikota yang baru tentang
pelaksanaan Delapan Agenda Pembangunan di Provinsi NTT serta 4 Tekad Pemerintah
yakni Provinsi Jagung, Provinsi Ternak, Provinsi Koperasi dan Provinsi Cendana.
Saya titipkan harapan agar kedua hal ini disinergikan, tatkala meramu dan
menguraikan visi dan misi kandidat ke dalam rencana pembangunan jangka menengah
daerah Kota Kupang 2012 – 2017 serta Komitmen penegakan hukum harus dilakukan
secara serius. Hindari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme.
Proses tender dan lelang pengadaan barang dan jasa lebih transparan, agar
masyarakat segera dapat merasakan manfaatnya. Masih ada satu persoalan yang
penting untuk saya singgung, yakni jabatan Walikota dan Wakil Walikota adalah
satu kesatuan. Saudara berdua adalah satu, simbol pemersatu masyarakat di
daerah ini. Saya harapkan, saudaraku berdua membangun komunikasi secara
terbuka, saling sharing dan melengkapi satu sama lain, untuk membangun
masyarakat daerah ini. Jangan mencederai satu sama lain, apalagi mencederai
masyarakat, kata Frans Lebu Raya.
“Saya atas nama seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, secara khusus
mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Saudara Drs. Daniel Adoe dan
Drs. Daniel Hurek bersama keluarga atas dharma bakti dan kerja
kerasnya dalam membangun dan melayani masyarakat Kota Kupang selama tahun
2007-2012. Jasa dan pengabdian Saudara berdua tercatat di hati masyarakat Kota
Kupang dan akan terukir sebagai sejarah yang dikenang sepanjang masa. Dan
juga kepada kader-kader terbaik yang telah ikut bertarung dalam suksesi
kepemimpinan Kota Kupang, mari kita bergandengan tangan satukan tekad mendukung
Pak Jonas Salean dan Pak Hermanus Man tidak hanya sebagai Walikota dan Wakil
Walikota terpilih tetapi sebagai sesama warga Kota Kupang. Kota Kupang sebagai
kota Kasih harus lebih maju dan aman bagi kita semua, kata Frans Lebu Raya.
(YOS).
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Massa Bakar Polres Pegunungan Bintang, Papua
FUI Bogor Minta Kejagung Bekukan Ormas LDII
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
Film 'Man of Steel' Cetak Rekor Box Office Juni
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Arab Saudi Minta Haji Tahun Ini Ditunda
Mendagri: Gubernur Sumut Layak Raih MURI
Inilah Fakta Pertandingan Duel Spanyol Vs Uruguay
