Wah…! Ada WNI yang Jadi Tentara Malaysia?
Senin, 23 April 2012 | 11:43
Wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia [google] [LOSARANG]
Anggota MPR, Yoseph Umar Hadi berjanji akan mengecek sejauh mana keterlibatan
WNI di perbatasan, yang disebut-sebut direkrut Malaysia untuk dijadikan anggota
tentara negara tersebut. Masalahnya, jika hal tersebut benar, yang dipermalukan
adalah Pemerintah Indonesia sendiri.
"Saya
baru mendengar ini, karena itu Senin (23/4) saya akan ke Kalimantan, segera
mengecek kebenaran informasi ini," katanya setelah mendengar aktivis
Karang Taruna, Kurniawan ketika mengikuti sosialisasi “4 Pilar” di salah satu
hotel di Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat,
akhir pekan lalu.
Kurniawan
mempertanyakan, sejauh mana kebenaran informasi tersebut, ada warga Indonesia
di perbatasan, karena alasan kemiskinan dan tidak punya pekerjaan mau direkrut
dijadikan anggota militer Malaysia.
Yoseph yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan itu, sedang mengadakan
kunjungan kerja (kunker) ke daerah pemilihannya di Cirebon dan Indramayu ini
menegaskan, belum begitu percaya kalau benar ada warga Indonesia di perbatasan
seperti itu, apalagi belum pernah ada laporan dari pemerintah daerah.
Dalam kunker Komisi V DPR ke Pontianak, Kaltim minggu depan, Yoseph akan
mencari tahu informasi itu. "Kebetulan saya mau kesana kunker komisi, saya
akan tanya ke gubernur dan ke bupati, termasuk melaporkan ini ke Komisi
I," ujarnya.
Acara
sosialisasi 4 Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara itu, diikuti 110 peserta,
terdiri dari kepala desa, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda atau karang taruna
di wilayah Losarang. Animo mereka terlihat tinggi, sebab dari awal sampai
selesai, peserta serius menyimak dan mendengarkan penjelasan atau arahan dari
Yoseph Umar Hadi mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
"Sudah
menjadi tugas atau kewajiban semua anggota MPR mensosialisasikan empat pilar
ini ke semua lapisan masyarakat di Indonesia," katanya.
Pada kesempatan itu, anggota Komisi V DPR itu
mengatakan, soal perbatasan memang sedikit lebih banyak mendapat perhatian,
terutama soal patok yang sempat diberitakan mulai bergeser ke wilayah Malaysia.
Menurut Yoseph, belum tentu negara tetangga mengakui batas-batas negara kita.
"Jangan batas negara, batas kampung saja bisa memunculkan pertikaian,"tegasnya.
Dia menegaskan, sebagai negara berdaulat kita
harus marah dan berani unjuk gigi jika sewaktu-waktu berkonfrontasi dengan
negara tetangga. "Kita harus tunjukkan kalau kita negara berdaulat, jangan
sampai dicap sebagai negara yang lembek," katanya. [146/M-16]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Penghargaan Untuk Sebuah Ketidaknyamanan
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
Kapolri Harus Beri Sanksi Keras Kapolda Papua
Akhirnya Pendukung Rustri Beralih ke Ganjar
DPR-DPD Desak Presiden Tutup PT Freeport
Presiden SBY Sampaikan Belasungkawa Atas Pembunuhan di London?
