Volume Sampah di Denpasar Capai 2.700 Meter Kubik
Senin, 9 Juli 2012 | 15:20
Tumpukan sampah [google] [DENPASAR] Pemerintah
Kota Denpasar hingga saat ini masih mengalami kekurangan armada
pengangkut sampah. Sementara tumpukan sampah di ibu kota provinsi ini
jumlahnya cfukup besar yakni mencxapai 2.700 meter kubik per-hari.
"Supaya
bisa optimal mengakut sampah, kami sebenarnya membutuhkan 90 truk
pengangkut sampah (dump truck). Hanya saja
kenyataannya sampai sekarang yang layak pakai hanya 35 unit," ujar
Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Denpasar, Dewa Anom
Sayoga, di Denpasar, Senin (9/7).
Ia menyampaikan, setiap hari rata-rata produksi sampah di Kota Denpasar mencapai 2.700 meter kubik.
Jumlah tersebut kami dapatkan berdasarkan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung, Denpasar.
"Setiap harinya, sopir pengangkut sampah dari DKP terpaksa harus bolak-balik hingga empat kali dalam sehari menuju TPA
karena kekurangan armada," katanya.
Dewa Sayoga menambahkan, dari 35 truk
pengangkut sampah itu, 12 diantaranya merupakan bantuan dari Pemerintah
Provinsi Bali. "Memang direncanakan tahun ini akan ada penambahan 10
armada yang dibiayai dari APBD Kota Denpasar ,"
ucapnya.
Sementara itu, Kepala Biro Humas Pemprov
Bali Ketut Teneng menyadari jika dalam penanganan persoalan sampah di
Pulau Dewata masih ada kekurangan. Karena itu, pihaknya berharap tumbuh
kesadaran masyarakat mulai tumbuh sejak dini,
bahkan dari anak-anak sekolah.[137]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
Ini Dia Kostum Baru Barcelona untuk Musim Depan
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Panglima TNI Isyaratkan Pengganti Dirinya KSAD Baru
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Jokowi Makan Bersama Warga Pluit Sambil Bahas Waduk
Di Mata Golkar, Menkeu Chatib Basri Itu Neolib
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
