SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Februari 2012
Pencarian Arsip

Virus Flu Burung Indonesia Lebih Ganas
Sabtu, 28 Januari 2012 | 7:45

Ilustrasi-flu burung Ilustrasi-flu burung

[JAKARTA] Hingga saat ini virus Flu Burung (H5N1) di Indonesia masih tergolong lebih ganas dibanding virus di negara lain. Hal ini terlihat dari jumlah kesakitan dan kematian yang masih tinggi akibat Flu Burung di Indonesia.

“Di Mesir misalnya kematian hanya 40% tetapi di Indonesia bahkan lebih dari 80%. Sampai sekarang tidak diketahui apa yang menyebabkan virus di Indonesia lebih ganas, karena itu tahun ini kami akan melakukan penelitian soal ini,” kata Trihono, Kepala Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemkes) dalam temu media rutin di Jakarta, Jumat (27/1).

Keganasan virus Flu Burung di Indonesia sudah mendapatkan pengakuan dunia internasional, sehingga banyak negara yang mengambilnya untuk kepentingan mereka, di antaranya untuk membuat vaksin. Sejak 2005 lalu Indonesia selalu menyetor virus ke Badan Kesehatan Dunia (WHO) namun belum ada persetujuan untuk mendapatkan benefit dari share virus tersebut.

Hingga kemudian pada pertemuan World Health Assembly (WHA) ke-64 di Jenewa pada Mei  2011 lalu, dunia internasional mengakui dan menyepakati benefit untuk Indonesia. Ada beberapa alternatif benefit yang diperoleh Indonesia jika negara lain mengambil virusnya, misalnya tidak perlu membayar biaya paten jika Indonesia ingin memproduksi vaksin.

“Kedudukan Indonesia sudah kuat sejak WHA 2011. Karena pengakuan tersebut, sekarang ini virus Indonesia bisa dishare ke dunia internasional melalui internet.  Kalau mereka dikirim virusnya maka ada Standard Material Transfer Agreement, di situ disebut apa saja keuntungan kita,” katanya lagi.

Namun demikian, diduga karena keganasan virus ini banyak pasien positif Flu Burung yang akhirnya meninggal meskipun telah diberikan obat Flu Burung, yakni oseltamivir (merek dagang Tamiflu). Juga diduga telah terjadi resistensi virus terhadap obat oseltamivir, namun untuk membuktikannya Kemkes baru akan melakukan penelitian tahun ini. 

Dalam pertemuan sebelumnya, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menduga telah terjadi resistensi obat oseltamivir, karena pasien tetap meninggal meskipun diberikan obat tersebut.

“Kemungkinan resistensi bisa saja terjadi dan bu Menkes mencurigai hal ini,  sehingga kami diminta segera lakukan penelitian,” katanya.

Di beberapa negara pernah dilaporkan kasus resistensi, namun hingga saat ini belum ada kesimpulan pasti, dan di Indonesia pun demikian sehingga obat Tamiflu tetap menjadi pilihan. Kalaupun nantinya terjadi resistensi bisa diantisipasi dengan menambah dosis atau mencari penggantinya. Resistensi terjadi karena banyak faktor, di antaranya penderita tidak mengkonsumsi  obat secara teratur.

Namun untuk mengantisipasi penyebaran virus ini, Kemkes melakukan surveilens terpadu, dengan mengambil sampel dari setiap pasien influenza di puskesmas dan rumah sakit kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium untuk memastikan apakah flu biasa/musiman atau Flu Burung. Kecurigaan mengarah kepada Flu Burung jika pasien flu tersebut ada kontak dengan unggas yang mati.

Karena hasil flu baru diketahui setelah pemeriksaan laboratorium, maka Kemkes mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai semua jenis influenza. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemkes, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan, influenza umumnya ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya, kecuali pada mereka dengan daya tahan tubuh yang rendah atau ada masalah kesehatan lainnya.

Adapun tips untuk mencegah flu, yakni tutup hidung dan mulut waktu bersin atau batuk, jangan kontak langsung bila sedang flu seperti bersalaman atau berpelukan. Istirahat yang cukup di rumah, cuci tangan pakai sabun, makan makanan bergizi, biasakan perilaku hidup bersih sehat dan segera konsultasikan masalah kesehatan dengan petugas kesehatan. [D-13]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN