Virus Flu Burung Indonesia Lebih Ganas
Sabtu, 28 Januari 2012 | 7:45
Ilustrasi-flu burung [JAKARTA] Hingga saat ini virus Flu
Burung (H5N1) di Indonesia masih tergolong lebih ganas dibanding virus di
negara lain. Hal ini terlihat dari jumlah kesakitan dan kematian yang masih
tinggi akibat Flu Burung di Indonesia.
“Di Mesir misalnya kematian hanya 40% tetapi di Indonesia bahkan lebih dari
80%. Sampai sekarang tidak diketahui apa yang menyebabkan virus di Indonesia
lebih ganas, karena itu tahun ini kami akan melakukan penelitian soal ini,”
kata Trihono, Kepala Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemkes) dalam temu
media rutin di Jakarta, Jumat (27/1).
Keganasan virus Flu Burung di Indonesia sudah mendapatkan pengakuan dunia
internasional, sehingga banyak negara yang mengambilnya untuk kepentingan
mereka, di antaranya untuk membuat vaksin. Sejak 2005 lalu Indonesia selalu
menyetor virus ke Badan Kesehatan Dunia (WHO) namun belum ada persetujuan untuk
mendapatkan benefit dari share virus tersebut.
Hingga kemudian pada pertemuan World Health Assembly (WHA) ke-64 di Jenewa pada
Mei 2011 lalu, dunia internasional mengakui dan menyepakati benefit untuk
Indonesia. Ada beberapa alternatif benefit yang diperoleh Indonesia jika negara
lain mengambil virusnya, misalnya tidak perlu membayar biaya paten jika
Indonesia ingin memproduksi vaksin.
“Kedudukan Indonesia sudah kuat sejak WHA 2011. Karena pengakuan tersebut,
sekarang ini virus Indonesia bisa dishare ke dunia internasional melalui internet.
Kalau mereka dikirim virusnya maka ada Standard Material Transfer Agreement, di
situ disebut apa saja keuntungan kita,” katanya lagi.
Namun demikian, diduga karena keganasan virus ini banyak pasien positif Flu
Burung yang akhirnya meninggal meskipun telah diberikan obat Flu Burung, yakni
oseltamivir (merek dagang Tamiflu). Juga diduga telah terjadi resistensi virus
terhadap obat oseltamivir, namun untuk membuktikannya Kemkes baru akan
melakukan penelitian tahun ini.
Dalam pertemuan sebelumnya, Menteri
Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menduga telah terjadi resistensi obat
oseltamivir, karena pasien tetap meninggal meskipun diberikan obat tersebut.
“Kemungkinan resistensi bisa saja terjadi dan bu Menkes mencurigai hal
ini, sehingga kami diminta segera lakukan penelitian,” katanya.
Di beberapa negara pernah dilaporkan kasus resistensi, namun hingga saat ini
belum ada kesimpulan pasti, dan di Indonesia pun demikian sehingga obat Tamiflu
tetap menjadi pilihan. Kalaupun nantinya terjadi resistensi bisa diantisipasi
dengan menambah dosis atau mencari penggantinya. Resistensi terjadi karena
banyak faktor, di antaranya penderita tidak mengkonsumsi obat secara
teratur.
Namun untuk mengantisipasi penyebaran virus ini, Kemkes melakukan surveilens
terpadu, dengan mengambil sampel dari setiap pasien influenza di puskesmas dan
rumah sakit kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium untuk memastikan
apakah flu biasa/musiman atau Flu Burung. Kecurigaan mengarah kepada Flu Burung
jika pasien flu tersebut ada kontak dengan unggas yang mati.
Karena hasil flu baru diketahui setelah pemeriksaan laboratorium, maka Kemkes
mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai semua jenis influenza. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemkes, Prof
Tjandra Yoga Aditama, mengatakan, influenza umumnya ringan dan dapat sembuh
dengan sendirinya, kecuali pada mereka dengan daya tahan tubuh yang rendah atau
ada masalah kesehatan lainnya.
Adapun tips untuk mencegah flu, yakni tutup hidung dan mulut waktu bersin atau
batuk, jangan kontak langsung bila sedang flu seperti bersalaman atau
berpelukan. Istirahat yang cukup di rumah, cuci tangan pakai sabun, makan
makanan bergizi, biasakan perilaku hidup bersih sehat dan segera konsultasikan
masalah kesehatan dengan petugas kesehatan. [D-13]
Kirim Komentar Anda
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
26 Politisi Demokrat Siap Mundur dari DPR RI
Hadapi Ancaman Diserang Israel, Iran Perketat Pertahanan
Gerakan Pemakzulan Anas Sudah Meluas di Demokrat
Inilah Data dan Fakta Jelang Duel CSKA Moskwa Vs Real Madrid
Inilah Data dan Fakta Jelang Duel Marseille Vs Inter Milan
Inilah Data dan Fakta Jelang Duel Basel Vs Bayern Munchen
Imam Masjid New York Minta FPI Introspeksi Diri
Satu Keluarga Hilang Misterius Ternyata Telah Tewas Membusuk



