SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 20 April 2014
Pencarian Arsip

Video Anggota TNI Tewas Diamuk Massa di Amuntai Beredar
Selasa, 26 Februari 2013 | 15:02

Ilustrasi amuk massa [tempo] Ilustrasi amuk massa [tempo]

[AMUNTAI] Rekaman video peristiwa amuk massa yang menewaskan anggota TNI Kodim 1001 Amuntai di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan yang terjadi awal Februari lalu, kini beredar di masyarakat.

Menurut Anggota Komisi I, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Ahmad Junaidi di Amuntai, ibu kota Hulu Sungai Utara (HSU), Selasa, hal tersebut sangat disayangkan karena dapat berdampak negatif di masyarakat.

"Pihak kepolisian dalam hal ini harus bergerak cepat untuk menghentikan penyebaran rekaman video tersebut dan mengamankan pelakunya," ujarnya.

Ia mengatakan, penyebaran rekaman video tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Republik Indonesia No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Dimana pada Pasal 27 Ayat 2 Undang-Undang tersebut disebutkan larangan setiap orang untuk menyebarkan informasi elektronik yang bisa menimbulkan kebencian atau permusuhan dan SARA," katanya.

Sementara itu, Kepala Polisi Resort (Kapolres) HSU, AKBP Rudy Haryanto SiK yang dihubungi melalui sambungan telpon membenarkan bila saat ini rekaman video peristiwa tersebut telah beredar di masyarakat.

"Kami menghimbau kepada masyarakat agar segera menghapus rekaman video tersebut agar tidak menimbulkan kesalah pahaman dan untuk menjaga ketertiban serta keamanan," ujarnya.

Menurutnya, Polres HSU akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar peredaran rekaman video tersebut dapat di hapus dan dihentikan.

"Secepatnya akan kita koordinasikan dengan pihak terkait agar peredaran rekaman video yang ada di internet seperti Youtube dapat di hapus dan dihentikan," katanya.

Polres HSU sendiri telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam peristiwa amuk massa tersebut yang dikenakan pasal pengeroyokan dan pembunuhan.

Juga telah ditetapkan seorang tersangka atas nama Essay Tranggiling yang di duga kuat sebagai pemicu terjadinya peristiwa tersebut.

Saat ini, semua para tersangka telah dipindahkan ke tahanan Polda Kalsel di Banjarmasin untuk menjalani proses hukum selanjutnya. [Ant/L-9]





Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN