Kasus Penyiraman Soda Api
Usut Keterlibatan Anak Wali Kota Medan
Selasa, 26 Juli 2011 | 9:01
Korban penyiraman air soda api oleh orang yang diduga suruhan Walikota Medan, RH, Masfar Sikumbang [MEDAN] Pihak kepolisian perlu mendalami keterlibatan anak Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, bernama Linda Mora Harahap di balik kasus penyiraman soda api ke wajah Masfar Sikumbang di Jl Haji Adam Malik Medan, beberapa waktu lalu.
"Benang merah keterkaitan Linda Mora sangat terlihat. Bila orang bersangkutan tidak menemui Azharuddin Harahap maka penyiraman soda api tidak terjadi," ujar pengamat kepolisian Agus Yohanes kepada SP di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (26/7) pagi.
Agus mensinyalir, besar kemungkinan anak Wali Kota Medan itu terlibat kasus tersebut. Namun, pihak kepolisian terkesan enggan untuk memproses orang bersangkutan karena anak kepala daerah. Diduga, ada unsur lain di balik kasus tersebut.
"Polisi semakin ditinggalkan masyarakat jika mau bermain dalam perkara ini. Sekalipun antara tersangka dengan keluarga korban berdamai namun tidak bisa menutup kasus ini. Perdamaian hanya untuk meringankan hukuman," katanya.
Menurutnya, oknum polisi yang diproses atas keterkaitannya dalam kasus penyiraman soda api tersebut, nantinya akan 'bernyanyi'. Ini nantinya dilakukan jika keluarga dari Rahudman lepas tangan dengan membiarkan oknum tersebut tanpa memberikan bantuan.
"Ini akan menjadi bumerang bagi pihak kepolisian. Lebih baik polisi menangani kasus ini secara transparan. Siapa yang terlibat maka harus diproses secara hukum, termasuk jika Linda Mora terbukti terlibat," sebutnya.
Sementara itu, Malem Pagi Sitepu sebagai tersangka yang diringkus polisi dari tempat persembunyiannya di Lampung, kepada polisi menyampaikan, dirinya mendapatkan upah Rp 20 juta dan sebuah hanphone untuk menyiram wajah Masfar menggunakan soda api.
"Uang tersebut saya terima dari Azharuddin. Dia yang memerintahkan saya untuk menyiram soda api ke wajah Masfar," ungkapnya. Azharuddin sudah ditahan polisi namun tidak mau melibatkan Linda Mora dalam kasus tersebut.
Kepolisian Resort Kota (Polresta) Medan meringkus tersangka penyiraman soda api ke wajah pejabat Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), Masfar Sikumbang, dari tempat persembunyiannya di Lampung, Minggu (24/7) malam.
"Tersangka lagi dalam pemboyongan oleh petugas kita. Nanti setelah tiba di komando langsung diperiksa," ujar Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga di Medan, Sumatera Utara.
Tagam mengatakan, pemeriksaan penyidik terhadap tersangka berinisial Malem Pagi Sitepu suruhan Azharuddin ini guna dilakukan pengembangan lebih lanjut. Polisi ingin memastikan keterkaitan pihak lain selain Azharuddin dan dua oknum polisi.
"Bila ada pihak lain maka harus diproses secara hukum. Kami tetap berusaha untuk menempatkan perkara secara proporsional dan profesional. Kasus ini tetap untuk dilanjutkan sampai ke pengadilan," tegasnya.
Tagam menyampaikan, penangkapan terhadap Malem Pagi Sitepu berdasarkan penyelidikan polisi. Berdasarkan keterangan dari tersangka yang sudah ditangkap sebelumnya, Malem merupakan pelaku utama penyiraman soda api ke Masfar Sikumbang.
"Kami sudah melakukan pengembangan dengan melacak keberadaan tersangka ke rumah keluarga maupun rekan - rekan terdekat yang bisa dijadikan tempat persembunyiannya di daerah ini," jelasnya.
Belakangan, polisi mendapatkan laporan bahwa Malem bersembunyi di Lampung. Polisi langsung turun melakukan pengintaian. tersangka akhirnya dapat ditangkap tanpa berusaha memberikan perlawanan.
Otak Pelaku
Jauh hari sebelumnya, Kaspolresta menyampaikan, otak pelaku yang merencanakan penyiraman soda api ke wajah Masfar Sikumbang berinisial AZH yang tidak lain adalah sepupu Wali Kota Medan Rahudman Harahap. Polisi pun masih mendalami pemeriksaan terhadap Azharuddin.
"Masih ada di antara pelaku yang diburon. Identitasnya sudah diketahui," ujarnya.
Menurut Tagam, pihaknya belum dapat memastikan keterkaitan kepala daerah tersebut di balik kasus penyiraman soda api yang terjadi 25 April 2011 lalu. Namun kasus ini tidak jauh dari persoalan antara anak kepala daerah itu.
"Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan pihak - pihak yang terlibat di dalamnya. Pemeriksaan ini dipastikan akan berkembang lagi. Jadi siapa saja yang terlibat akan diproses," katanya. [155]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
Ini Dia Kostum Baru Barcelona untuk Musim Depan
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Jokowi Makan Bersama Warga Pluit Sambil Bahas Waduk
Di Mata Golkar, Menkeu Chatib Basri Itu Neolib
AS Akui Pesawatnya Langgar Wilayah Indonesia
Jhonny Allen Jadi Tersangka Penggelapan Tanah?
Pilgub NTT Putaran Kedua, Frenly Yakin Menang
