SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 17 Mei 2012
Pencarian Arsip

UPH Buka Pojok Bursa Efek
Rabu, 9 Februari 2011 | 8:55

Kampus Universitas Pelihta Harapan di Lippo Village Karawaci Kampus Universitas Pelihta Harapan di Lippo Village Karawaci

[TANGERANG] Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Universitas Pelita Harapan dan perusahaan sekuritas Kresna bekerjasama mendirikan pojok bursa di kampus UPH Lippo Village. Pojok bursa ini bertujuan memasyarakatkan Pasar Modal dan kegiatan ilmiah di bidang keuangan terutama di lingkungan perguruan tinggi.

Penandatanganan kerjasama dilaksanakan Selasa (8/2) di kampus UPH oleh Rektor UPH, Jonathan L Parapak , Direktur Bursa Efek Indonesia, Friderica Widyasari Dewi, dan Presiden Direktur Kresna Sekuritas, Michael Steven, disaksikan Senior Mentor UPH Business School,  Prof Adrianus Mooy, serta Wakil Rektor IV UPH, John Lee, Ph. D.

Dalam kata sambutannya, Rektor UPH, Jonathan L. Parapak mengatakan, perguruan tinggi harus memanfaatkan fasilitas pojok bursa untuk mendorong kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pojok bursa ini sendiri sangat relevan dengan pengembangan ilmu pengetahuan. “Saya harap kita yang bermain di bursa bukan sebagai judi, tetapi sebagai bagian dari kegiatan ekonomi,” kata Parapak.

Senior Mentor Business School UPH, Adryanus Mooy, mengatakan dengan adanya Pojok Bursa di UPH sangat membantu mahasiswa untuk ikut berpartisipasi di pasar modal. ”Kalau kita tidak mengerti tentu sulit untuk berpartisipasi,” katanya.

Pojok bursa, mantan Gubernur Bank Indonesia itu, memberikan banyak keuntungan namun juga risiko, karenanya perlu pengetahuan yang benar tentang pasar bursa. ”Kami berharap kerjasama ini bisa terus berlanjut untuk mensosialisasikan dan mempromosikan pasar modal kepada para mahasiswa di UPH,” ujarnya.

Sementara Michael Steven mengatakan,  Kresna Sekuritas tertarik bekerjasama dengan perguruan tinggi karena keprihatinannya banyak mahasiswa yang belum paham mengenai saham. Hal ini dibuktikannya ketika menjadi pembicara di depan mahasiswa yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi terkenal di Jawa Barat. Padahal mereka akan terjun ke dunia kerja.  ”Di sini sangat terlihat ada jurang antara praktek dengan terori yang diberikan di kelas, sehingga kami aktif mensosialisasikan dan memberikan pelatihan mengenai pasar modal di lingkungan kampus,” katanya.

Kesepakatan yang ditandatangani tersebut meliputi penyediaan informasi umum berkaitan dengan aktivitas perdagangan sekuritas di Pasar Modal, dan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang Pasar Modal, mengadakan penyuluhan dan penerangan dalam bidang terkait kepada staf dan mahasiswa UPH, serta mendukung penelitian terkait dengan bidang BEI  yang dilakukan oleh staf akademik maupun mahasiswa UPH.

Saat ini sudah ada sekitar 60 Pojok Bursa di seluruh Indonesia. UPH akan segera mengoperasikan Pojok Bursa yang berlokasi di lantai 2 kampus Business School.  Fasilitas yang ada di galeri ini meliputi transaksi online dan dealing room, data-data realtime, laporan riset, berita, prospektus, laporan keuangan dan publikasi  lainnya terkait dengan bursa efek.

Bersamaan penandatangan kerjasama diadakan juga seminar yang mengulas mengenai “Introduction to Capital Market and Market Outlook 2011”,  yang disampaikan oleh Friderica Widyasari Dewi, Direktur Bursa Efek Indonesia dan Michael Steven, President Director  Kresna Securities. Seminar dihadiri mahasiswa, para dosen dan guru-guru dari SMA yang ada di sekitar Tangerang.  [132]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN