SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 2 September 2014
Pencarian Arsip

Trigana Air Hentikan Sementara Penerbangan ke Puncak Jaya
Selasa, 10 April 2012 | 8:47

Pesawat Twin Otter milik Trigana Air [antara] Pesawat Twin Otter milik Trigana Air [antara]

[JAYAPURA] Penembakan pesawat Trigana Air pada Minggu (8/4) di Bandara Mulia, Puncak Jaya, pihak pengelola Trigana Air menghentikan sementara waktu rute penerbangan yang melintasi kawasan Distrik Mulia, Puncak Jaya. Aktiivitas penerbangan Trigana Air akan kembali beroperasi, apabila pihak Trigana Air mendapat jaminan keamanan dari kepolisian setempat.

" "Kita baru bisa terbang ke Mulia sampai ada jaminan keamanan dari aparat dan pemda setempat.Sementara ini kita tidak akan melayani penerbangan ke daerah Mulia dulu," kata General Manager PT.Trigana Air, Bustomi Eka Prayitno,saat dihubungi SP, Selasa (10/4) pagi.

Dijelaskanya, Trigana Air akan tetap melayani operasi penerbangan di wilayah Papua lainnya, karena penerbangan trigana dikenal sudah lama melayani masyarakat pedalaman Papua.

Untuk diketahui penembakan pesawat Trigana Air di Bandara Mulia terjadi sekitar pukul 08.30 WIT, pesawatnya ditembak saat mendarat.Akibat insiden ini, satu orang bernama Leiron Kogoya (35) yang adalah seorang jurnalis Papua Pos Nabire, groupnya Pasifik Pos, tewas terkena peluru di bagian leher kanan.

Sementara empat orang lainnya terluka, termasuk kapten dan kopilot, empat orang korban ini mengalami luka-luka yaitu Beby Astek, kapten pilot (40), terkena serpihan di mata kaki kiri, Yanti (30), kena serpihan di lengan kanan, Papua Korwa (4), terkena serpihan di jari tangan kiri, Willy Resubun (30), Co-pilot terkena serpihan peluru di jari tangan kanan.

Sementara itu, Pilot dan co pilot pesawat air twin otter bernomor penerbangan PK-YRF milik perusahaan Trigana, Bebi Astek dan Willy Resubun, Minggu (8/4) siang, dievakuasi dari RSUD Mulia ke Rumah Sakit Dian Harapan Waena.Pilot Beby Astek mengalami luka tembakan di bagian kaki sedangkan Co Pilot Resubun terkena serpihan di bagian tangan.

Menurut Direktur Operasional Trigana Air Beni Sumaryanto, evakuasi kedua crew pesawat naas itu dilakukan setelah pihak keamanan menyatakan kondisi lapangan terbang aman untuk didarati.Sementara  Kabid Humas Polda Papua, AKBP Yohanes Nugroho mengaku pasukan gabungan Brimob Polda Papua dan TNI sampai saat ini mesih mengejar pelaku penembakan yang melarikan ke gunung di sekitar bandara.


Sementara itu Ketua DPR Puncak Jaya, Nesco Wonda mempertanyakan mengapa dihari Minggu ada penerbangan. "Kan sudah ada peraturan yang disepakati antara pemerintah daerah, gereja dan maskapai penerbangan,"ujarnya saat dihubungi SP, Selasa pagi.

Dikatakan, bahwa kesepakatan itu terjadi karena pada  hari Minggu di Puncak Jaya masyarakat melakukan ibadah. "Karena mayoritas penduduk nasrani, dimana ibadah dilakukan pagi hari,"ujarnya. Larangan penerbangan itu karena mengganggu masyarakat ibadah di Minggu pagi. "Saya menyayangkan kenapa bisa masuk Trigana pada minggu pagi,"ujarnya.[154]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»