Trigana Air Hentikan Sementara Penerbangan ke Puncak Jaya
Selasa, 10 April 2012 | 8:47
Pesawat Twin Otter milik Trigana Air [antara] [JAYAPURA]
Penembakan pesawat Trigana Air pada Minggu (8/4) di Bandara Mulia, Puncak Jaya,
pihak pengelola Trigana Air menghentikan sementara waktu rute penerbangan yang
melintasi kawasan Distrik Mulia, Puncak Jaya. Aktiivitas penerbangan Trigana
Air akan kembali beroperasi, apabila pihak Trigana Air mendapat jaminan
keamanan dari kepolisian setempat.
" "Kita baru bisa terbang ke Mulia sampai ada jaminan keamanan dari
aparat dan pemda setempat.Sementara ini kita tidak akan melayani penerbangan ke
daerah Mulia dulu," kata General Manager PT.Trigana Air, Bustomi Eka
Prayitno,saat dihubungi SP, Selasa (10/4) pagi.
Dijelaskanya, Trigana Air akan tetap melayani operasi penerbangan di wilayah
Papua lainnya, karena penerbangan trigana dikenal sudah lama melayani
masyarakat pedalaman Papua.
Untuk diketahui penembakan pesawat Trigana Air di Bandara Mulia terjadi sekitar
pukul 08.30 WIT, pesawatnya ditembak saat mendarat.Akibat insiden ini, satu
orang bernama Leiron Kogoya (35) yang adalah seorang jurnalis Papua Pos Nabire,
groupnya Pasifik Pos, tewas terkena peluru di bagian leher kanan.
Sementara empat orang lainnya terluka, termasuk kapten dan kopilot, empat orang
korban ini mengalami luka-luka yaitu Beby Astek, kapten pilot (40), terkena
serpihan di mata kaki kiri, Yanti (30), kena serpihan di lengan kanan, Papua
Korwa (4), terkena serpihan di jari tangan kiri, Willy Resubun (30), Co-pilot
terkena serpihan peluru di jari tangan kanan.
Sementara itu, Pilot dan co pilot pesawat air twin otter bernomor penerbangan
PK-YRF milik perusahaan Trigana, Bebi Astek dan Willy Resubun, Minggu (8/4)
siang, dievakuasi dari RSUD Mulia ke Rumah Sakit Dian Harapan Waena.Pilot Beby
Astek mengalami luka tembakan di bagian kaki sedangkan Co Pilot Resubun terkena
serpihan di bagian tangan.
Menurut Direktur Operasional Trigana Air Beni Sumaryanto, evakuasi kedua crew
pesawat naas itu dilakukan setelah pihak keamanan menyatakan kondisi lapangan
terbang aman untuk didarati.Sementara Kabid Humas Polda Papua, AKBP
Yohanes Nugroho mengaku pasukan gabungan Brimob Polda Papua dan TNI sampai saat
ini mesih mengejar pelaku penembakan yang melarikan ke gunung di sekitar
bandara.
Sementara itu Ketua DPR Puncak Jaya, Nesco Wonda mempertanyakan mengapa dihari
Minggu ada penerbangan. "Kan sudah ada peraturan yang disepakati antara
pemerintah daerah, gereja dan maskapai penerbangan,"ujarnya saat dihubungi
SP, Selasa pagi.
Dikatakan, bahwa kesepakatan itu terjadi karena pada hari Minggu di
Puncak Jaya masyarakat melakukan ibadah. "Karena mayoritas penduduk
nasrani, dimana ibadah dilakukan pagi hari,"ujarnya. Larangan penerbangan
itu karena mengganggu masyarakat ibadah di Minggu pagi. "Saya menyayangkan
kenapa bisa masuk Trigana pada minggu pagi,"ujarnya.[154]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
DPR Dukung Kenaikkan BBM, Dua Pos Polisi dan Restoran KFC Dibakar Massa
Dukung BBM Naik, Partai Koalisi Terancam Tenggelam di Pemilu 2014
