Timnas U-23 Plus Dicukur Bahrain 10-0
Kamis, 1 Maret 2012 | 0:43
ilustrasi [google] [BAHRAIN] Kesebelasan Bahrain mencukur tim nasional
Indonesia 10-0 pada pertandingan terakhir Grup E Pra-Piala Dunia (PPD) 2014 di
Stadion Nasional Manama, Bahrain, Rabu (29/2) malam.
Kekalahan telak anak asuh Aji Santoso ini telah diprediksi sebelumnya karena
tim yang diturunkan pada pertandingan ini bukan tim yang selama ini menjalani
pertandingan PPD 2014. Bahkan 60 persen pemain Timnas Garuda adalah muka baru.
Dengan kekalahan ini Indonesia terpuruk di posisi terbawah klasemen Grup E
dengan nol poin dari enam pertandingan. Kekalahan 0-10 dari Bahrain ini
merupakan kekalahan terbesar selama pertandingan PPD 2014 maupun pertandingan
internasional dalam beberapa tahun terakhir.
Bahrain yang berharap lolos ke putaran empat terus membombardir anak asuh Aji
Santoso sejak awal babak pertama. Akibatnya Timnas Garuda harus bermain dengan
10 pemain setelah sang penjaga gawang, Samsidar di kartu merah oleh wasit karena
dengan sengaja melanggar pemain Bahrain.
Di babak pertama anak asuh Peter Taylor itu mampu menciptakan empat gol yang
dua diantaranya melalui titik pinalti. Sebenarnya Ferdinan Sinaga dan
kawan-kawan berusaha memberikan perlawanan. Hanya saja karena kalah jumlah
pemain dan kualitas akhirnya masih tertahan.
Memasuki babak kedua Timnas Garuda lebih solid terutama dalam 10 menit pertama
dibabak kedua. Namun setelah itu hujan mulai terjadi yang diantaranya melalui
duet Abdullatif dan Mohammad Al Tayeb. Pertahanan yang sebelumnya terlihat kuat
langsung berubah rapuh. Banyak pemain yang terlihat kelelahan setelah
dibombardir oleh lawan.
Meski demikian ada satu pemain yang pantas dibanggakan yaitu Andi Muhammad
Guntur. Penjaga gawang yang baru pertama kali memperkuat timnas ini mampu
menggagalkan dua tendangan pinalti yang dilakukan oleh pemain Bahrain.
Selain pemain PSM Makassar itu, pemain Timnas Garuda yang pantas dibanggakan
adalah Ferdinan Sinaga. Pemain Semen Padang ini selama 90 menit terlihat
agresif dan bahkan mampu mencetak gol meski akhirnya dianulir wasit karena
dinilai terlebih dahulu offside.
Kondisi ini membuat jajaran pelatih melakukan protes keras ke wasit. Dampaknya
sang pelatih Aji Santoso harus mendapatkan kartu merah dari wasit dan harus meninggalkan
lapangan atau tidak boleh mendampingi anak asuhnya disisa waktu yang ada.
Bahrain meski menang telak, tidak bisa mempengaruhi atau tidak mampu lolos
keputaran keempat karena dipertandingan yang lain yaitu Iran melawan Qatar
harus berbagi gol yaitu 2-2. Jika dalam pertandingan ini Qatar kalah maka
Bahrain-lah yang lolos keputaran empat untuk mendampingi Iran.
Dengan demikian, 10 gol yang diciptakan oleh anak asuh Peter Taylor ke gawang
Timnas Garuda itu tidak berguna meski telah diraih dengan susah payah.
Berdasarkan klasemen terakhir Grup E PPD, Iran mampu mengumpulkan 12 poin
disusul Qatar dengan 10 poin, Bahrain sembilan poin dan Indonesia berada di
posisi juru kunci dengan nol poin. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Rampok Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Diduga Ada Kesepakatan Hitam Ical-SBY
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
Film 'Man of Steel' Cetak Rekor Box Office Juni
