Kualifikasi Piala Asia U-22
Timnas Tak Mau Pandang Remeh Makau
Selasa, 10 Juli 2012 | 12:03
Pelatih timnas U-22 Aji Santoso [google] [JAKARTA] Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22 akan
kembali berjuang melawan Makau U-22 dalam lanjutan pertandingan kualifikasi
Grup E Piala Asia 2013 di Stadion Utama Riau, Selasa (10/7) malam. Meskipun
mengalami kekalahan dalam dua laga, tim “Garuda” muda tidak boleh meremehkan
lawan. Pasalnya, ketika kalah 2-3 dari Australia pada partai kedua, Makau
menunjukkan permainan impresif dengan mampu mencetak dua gol ke gawang “The
Socceroos”.
“Tentu kami tidak boleh meremehkan Makau. Mereka punya
sesuatu yang harus diwaspadai. Dua gol ke gawang Australia sudah jadi bukti.
Dengan tidak ada kesempatan untuk lolos, mereka juga akan tampil lepas. Saya
tekankan kepada pemain untuk tetap fight,”
ujar pelatih Timnas U-22 Aji Santoso kepada SP,
Senin (9/7).
Aji yang disanksi FIFA tidak boleh mendampingi tim dalam
empat partai ini mengatakan, anak-anak asuhnya telah diinstruksikan untuk tidak
boleh terlalu asik menyerang, sehingga melupakan pertahanan. Makau, lanjut dia,
memiliki serangan balik yang cukup berbahaya, dan sudah terbukti melalui proses
dua gol ke gawang Australia.
“Kami punya modal penting atas kemenangan lawan Timor
Leste. Tambahan tiga poin itu bisa meningkatkan kepercayaan diri pemain. Tapi,
masih ada hal yang harus dibenahi,” kata Aji.
Salah satu catatan dalam laga yang dimenangi Indonesia
dengan skor 2-0 itu adalah kurangnya dukungan dari lini kedua ketika melakukan
serangan. Menurut Aji, barisan gelandang kerap terlambat dalam melakukan
dukungan ketika para striker melakukan tusukan dari sisi sayap, sehingga
beberapa peluang terbuang dengan percuma. “Mereka juga sering salah umpan,
terutama di babak pertama. Ini yang akan dibenahi,” tandasnya.
Selain kekurangan tersebut, punggawa “Merah Putih” juga
dinilai terlalu bermain terburu-buru ketika menghadapi Timor Leste. Pengamat
sepakbola Bambang Nurdiansyah, ketika dihubungi SP kemarin, mengatakan para pemain Timnas U-22 terlalu bersemangat
untuk dapat mencetak gol dengan cepat. Akibatnya, mereka gagal mengontrol
permainan dan sering kehilangan bola.
“Pada usia mereka, memang terlalu bersemangat mainnya.
Jadi, sering hilang kontrol main. Saya yakin, jika mau main lebih sabar, kita
bisa ambil poin penuh dari Makau,” ucap Bambang.
Pemain timnas era 1980-an ini juga mengkritik penampilan
yang terlalu individualistis dari Andik. Menurutnya, striker “Bajul Ijo” itu
terlalu sering berlama-lama dengan bola, sehingga peluang yang sebenarnya bisa
dimanfaatkan oleh rekan setimnya menjadi hilang.
“Andik memang bintang lapangan, tapi dari dua
pertandingan, saya lihat dia terlalu individualistis. Kasih kesempatan kepada
pemain lain jika memang ada peluang yang lebih bagus,” tegasnya.
Di kubu lawan, pelatih Makau Leung Sui Wing mengakui
Indonesia adalah tim yang cukup kuat. “Tetapi, kami akan berusaha bermain baik.
Jika bisa menang, kenapa tidak. Permainan terbuka ataupun defensif adalah
pilihan. Itu tergantung situasi di lapangan,” kata Sui Wing. [H-16]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Adik Tiri Gubernur Atut Ditetapkan Jadi Tersangka
Huawei Ascend P6, Ponsel Cerdas Paling Tipis di Dunia
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
Pemerintah Ajukan Penundaan Amnesti TKI
Nazaruddin Berbisnis dari Penjara
Antisipasi Mahasiswa Ngamuk, Kampus Nommensen Diliburkan Selama Sepekan
