Hasil Penelusuran BNP2TKI
Tiga TKI NTB Ditembak Oleh Lima Polisi
Jumat, 27 April 2012 | 9:23
[JAKARTA] Hasil penelusuran Direktur
Pengamanan Kedeputian Perlindungan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan
Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Brigjen Pol Bambang Purwanto selama di
Malaysia pada 24-25 April 2012¸ menemukan keterangan yang mengarah kepada fakta
penembakan tiga TKI asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat memang telah
diberondong peluru oleh lima polisi Malaysia.
Hal itu disampaikan Bambang di
Jakarta, Kamis (26/4) sore terkait kematian ketiga TKI secara sadis
masing-masing Herman (34) dan Abdul Kadir (25), asal Dusun Pancor Kopong, Desa
Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB serta Mad Noor
(28) beralamat Dusun Gubuk Timur, Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela,
Lombok Timur.
Untuk menelusuri prosedur penembakan
tiga TKI yang tidak wajar itu, Bambang sempat mendatangi kepolisian di Malaysia
dan mendapatkan keterangan akan segera diumumkan pihak berwenang di sana.
“Mereka hanya menegaskan secepatnya dan soal persis waktunya tidak
disampaikan,” tegas Bambang.
Menurutnya, penembakan pada tiga TKI
terjadi di area Port Dickson (pelabuhan), Negeri Sembilan, Malaysia pada 24
Maret 2012 sekitar pukul 05.00 waktu setempat.
“Penembakan dilakukan atas dugaan para TKI
melakukan upaya perampokan di kawasan Kampung Tampin Kanan Tinggi, Port
Dickson, Negeri Sembilan,” jelasnya.
Ketika diberondong tembakan, kata
Bambang, ketiga TKI diketahui polisi menggunakan masker di wajahnya, membawa
parang, serta menggunakan sarung tangan.
Keterangan yang diperolehnya juga
menyebutkan, para TKI berusaha melawan hingga polisi melepaskan tembakan
berkali-kali ke bagian wajah dan tubuh atau dada, yang kemudian membuat
ketiganya meninggal dengan cara mengenaskan.
Ia menambahkan, jasad para TKI lantas
dibawa ke Rumah Sakit Port Dickson, namun tidak dilakukan tindakan otopsi
langsung karena ketiadaan data diri.
Otopsi pun baru dilakukan pada 26 dan
27 Maret 2012, setelah dinyatakan oleh Wildan selaku keluarga sekat para korban
di samping penegasan seorang majikan (pengguna) bernama Lim Kok Wee, yang juga
mengenal Abdul Kadir sebagai pekerjanya saat keduanya bertandang ke rumahsakit
dengan diantar petugas polisi, 25 Maret 2012.
Otopsi pertama pada 26 Maret terhadap
dua jenazah yaitu Abdul Kadir Jaeleni dan Herman. Jasad Abdul Kadir ditangani
dokter Mohd Khairul Izzati Omar sedangkan dokter Muhammad Huzaifah Rahim
mengotopsi jasad Herman. Selanjutnya pada 27 Maret, giliran jasad Mad Noor yang
diotopsi dokter Safooraf.
”Hasil otopsi menyimpulkan mereka
tewas oleh tembakan berkali-kali di bagian kepala maupun tubuh korban,” kata
Bambang.
Adapun sijil (sertifikat kematian)
menyangkut ketiga TKI dikeluarkan rumah sakit pada 26 Maret untuk almarhum
Abdul Kadir dan Herman, sementara almarhum Mad Noor sijilnya keluar pada 27
Maret. [E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
Joe Taslim Raih Adegan Mahal di Fast and Furious 6
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
KPK Telusuri Aliran Dana Ke Elite PKS
