Tiga Jenderal Jadi Tim Sukses Partai Aceh
Senin, 13 Februari 2012 | 7:24
Baliho dan spanduk ukuran besar yang memuat gambar 16 pasang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung Partai Aceh (PA) dipampangkan di Stadion Dimurtala, Lampineung, Banda Aceh, Minggu (12/2). [SP/Muhammad Hamzah] [BANDA ACEH] Partai Aceh (PA) merekrut tiga jenderal
untuk menjadi tim suksesnya. Ketiga jenderal tersebut adalah mantan Danjen Kopassur Maijen TNI Purn
Soenarko, mantan Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen (Purn) Djali Yusuf, dan
mantan Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigjen (Purn) M. Yahya.
Ketiga jenderal tersebut akan bekerja
keras memenangkan 16 pasang calon kepala daerah tingkat satu dan dua dalam Pilkada
Aceh yang akan digelar pada 9 April 2012. Satu-satunya pasangan calon gubernur
yang ajukan PA adalah Zaini Abdullah dan
wakilnya Muzakir Manaf.
Dr Zaini Abdullah mengatakan, dirinya maju
sebagai calon gubernur Aceh periode 2012-2017 dalam pilkada 9 April 2012
mendatang, semata-mata untuk menyelamatkan harkat dan martabat Aceh yang sudah
puluhan tahun hilang.
Penegasan itu disampaikan dr Zaini
Abdullah dalam pidato politik deklarasi 16 pasang kandidat bupati/walikota dan
sepasang kandidat gubernur dan wakil gubernur yang berlangsung di Stadion
Dimirtala, Lampinging Banda Aceh, Minggu (12/2) siang.
Hadir dalam kegiatan tersebut ratusan ribu
pendukung dan simpatian Partai Aceh (PA) dari 23 kabupaten/kota di Aceh.
Selain dihadiri mantan petinggi TNI,
deklarasi Zaini Abdullah-Muzakir Manaf juga dihadiri para ulama dan anggota
DPR-RI dari PKS Nasir Djamil, tokoh Aceh lain, seperti staf khusus Kapolri,
Bachtiar Aly, dan mantan anggota DPR-RI, Karimun Usman.
Pada kesempatan itu dr Zaini mengatakan,
dirinya maju selain mengembalikan harkat dan martabat Aceh setelah adanya
perdamaian antara pemerintah dan GAM, juga ingin mengangkat martabat Aceh
dengan memberikan kesejahtraan kepada rakyat dan hidup aman, damai dan tidak
lagi terjerus kepada konflik, seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
”Aceh harus aman dan tidak boleh ada lagi
perang dan rakyat harus hidup sejahtra,” katanya.
Ia juga mengkritik mantan Gubernur Irwandi
Yusug yang dinilai telah gagal mengimplementasikan butir-butir kesepakatan
damai di Helsinki ke dalam Undang Undang No 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh.
“Jika
tidak hati-hati, MoU Helsinki akan menjadi seperti Ikrar Lamteh, yang hilang
entah ke mana,” ujarnya.
Sementara itu, calon wakil gubernur
Muzakir Manaf dalam pidato politiknya mengatakan, calon perseorangan di Aceh tidak ada, walaupun
ada itu karena ada bergainning politik. Sebab di Aceh sudah ada partai lokal.
”Jika daerah lain di Indonesia mau ada partai lokal seperti di Aceh, maka harus
berperang dulu,” kata mantan Panglima GAM ini dihapan para pendukung. [147]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Ada Oknum Komisi I DPR RI Yang Nikmati Uang Sukhoi Yang Jatuh di Gunung Salak
Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Ditemukan dalam Kondisi Baik
Fahri: KPK Gagal Berantas Korupsi Sistemik
Invitasi Bolabasket Alumni SMA se-Jakarta
Biayanya Mahal, Jokowi Tak Akan Pasang Iklan
Pastikan Semua Jenazah Terevakuasi, Tim SAR Sapu Lokasi Jatuhnya Sukhoi
KPK Perpanjang Masa Tahanan Angie
Jokowi Terima Penghargaan TPID Terbaik
Kader Demokrat Masih Juga Menganggap Ani Yudhoyono Layak Jadi Capres
Ketua Umum PGI: Sosialisasikan 4 Pilar Bangsa ke Para Pemimpin Bangsa
