SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 17 Mei 2012
Pencarian Arsip

Tiga Jenderal Jadi Tim Sukses Partai Aceh
Senin, 13 Februari 2012 | 7:24

Baliho dan spanduk ukuran besar yang memuat gambar 16 pasang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah  yang diusung Partai Aceh (PA) dipampangkan di Stadion Dimurtala, Lampineung, Banda Aceh, Minggu (12/2). [SP/Muhammad Hamzah] Baliho dan spanduk ukuran besar yang memuat gambar 16 pasang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung Partai Aceh (PA) dipampangkan di Stadion Dimurtala, Lampineung, Banda Aceh, Minggu (12/2). [SP/Muhammad Hamzah]

[BANDA ACEH]  Partai Aceh (PA) merekrut tiga jenderal untuk menjadi tim suksesnya. Ketiga jenderal tersebut adalah  mantan Danjen Kopassur Maijen TNI Purn Soenarko, mantan Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen (Purn) Djali Yusuf, dan mantan Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigjen (Purn) M. Yahya.

Ketiga jenderal tersebut akan bekerja keras memenangkan 16 pasang calon kepala daerah tingkat satu dan dua dalam Pilkada Aceh yang akan digelar pada 9 April 2012. Satu-satunya pasangan calon gubernur yang ajukan PA adalah Zaini Abdullah dan  wakilnya Muzakir Manaf.

Dr Zaini Abdullah mengatakan, dirinya maju sebagai calon gubernur Aceh periode 2012-2017 dalam pilkada 9 April 2012 mendatang, semata-mata untuk menyelamatkan harkat dan martabat Aceh yang sudah puluhan tahun hilang.

Penegasan itu disampaikan dr Zaini Abdullah dalam pidato politik deklarasi 16 pasang kandidat bupati/walikota dan sepasang kandidat gubernur dan wakil gubernur yang berlangsung di Stadion Dimirtala, Lampinging Banda Aceh, Minggu (12/2) siang.

Hadir dalam kegiatan tersebut ratusan ribu pendukung dan simpatian Partai Aceh (PA) dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Selain dihadiri mantan petinggi TNI, deklarasi Zaini Abdullah-Muzakir Manaf juga dihadiri para ulama dan anggota DPR-RI dari PKS Nasir Djamil, tokoh Aceh lain, seperti staf khusus Kapolri, Bachtiar Aly, dan mantan anggota DPR-RI, Karimun Usman.

Pada kesempatan itu dr Zaini mengatakan, dirinya maju selain mengembalikan harkat dan martabat Aceh setelah adanya perdamaian antara pemerintah dan GAM, juga ingin mengangkat martabat Aceh dengan memberikan kesejahtraan kepada rakyat dan hidup aman, damai dan tidak lagi terjerus kepada konflik, seperti yang pernah terjadi sebelumnya. ”Aceh harus aman dan tidak boleh ada lagi perang dan rakyat harus hidup sejahtra,” katanya.

Ia juga mengkritik mantan Gubernur Irwandi Yusug yang dinilai telah gagal mengimplementasikan butir-butir kesepakatan damai di Helsinki ke dalam Undang Undang No 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh.

“Jika tidak hati-hati, MoU Helsinki akan menjadi seperti Ikrar Lamteh, yang hilang entah ke mana,” ujarnya.

Sementara itu, calon wakil gubernur Muzakir Manaf dalam pidato politiknya mengatakan,  calon perseorangan di Aceh tidak ada, walaupun ada itu karena ada bergainning politik. Sebab di Aceh sudah ada partai lokal.

”Jika daerah lain di Indonesia mau ada partai lokal seperti di Aceh, maka harus berperang dulu,” kata mantan Panglima GAM ini dihapan para pendukung. [147]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN