SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 17 April 2014
Pencarian Arsip

Ternyata Warga Jakarta Tanggung Biaya Expatriate Rp 3,8 Miliar Per Dua Tahun
Selasa, 31 Januari 2012 | 16:25

Ilustrasi PT Pam Jaya [okezone] Ilustrasi PT Pam Jaya [okezone]

[JAKARTA] Tanpa disadari ternyata masyarakat Jakarta, terutama yang menggunakan jasa PT Palyja menanggung biaya untuk expatriate mencapai Rp 3.865.485.284 untuk jangka waktu dua tahun. Di mana, biaya untuk expatriate yang bekerja di Palyja tersebut turut dibebankan dalam penentuan harga air swasta dan imbalan dari PT PAM JAYA.  

Padahal, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai harus tidak dibebankan dalam penentuan harga air tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh Indonesia Corruption Watch (ICW) dari Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Pendapatan dan Biaya (Operasional dan Non Operasional) Tahun Buku 2007 dan 2008 Pada PAM JAYA. Diketahui bahwa ada beberapa biaya yang seharusnya tidak dibebankan dalam penentuan harga air swasta.

Diantaranya, jelas Koordinator divisi investigasi ICW, Agus Sunaryanto adalah biaya sekolah anak expatriate senilai Rp 1.207.824.829. Biaya keperluan rumah tangga expatriate sebesar Rp 8.633.000. Klaim biaya expatriate senilai Rp 366.220.039. Biaya fiskal dan pajak bandara untuk perjalanan pribadi Rp 79.346.787. Untuk biaya perjalanan Rp 119.754.486. Serta, biaya sewa rumah dan asuransi banjir Rp 2.083.706.143. Sehingga, total biaya yang dibebakan sebesar Rp 3.865.485.284.

"Imbalan air yang tinggi membuat masyarakat menengah ke bawah sulit memperoleh akses air perpipaan," ungkap Agus.

Oleh karena itu, Agus menilai biaya-biaya seperti tersebut di atas untuk expatraite seharusnya tidak dimasukan dalam harga air swasta atau imbalan air. (N-8)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN