SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 21 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Kamis, 23 Mei 2013 | 19:52

Lucia Adinda Lebu Raya. [Yos Kelen] Lucia Adinda Lebu Raya. [Yos Kelen]

[KUPANG]  Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nusa Tenggara Timur (NTT),  Nelci Ringu mengatakan, istri Gubernur Frans Lebu Raya, Ny Lusia Adinda Lebu Raya Dua Nurak terancam dipidana jika terbukti melakukan politik uang jelang pemilihan gubernur putaran II.

"Kalau dalam penyelidikan yang bersangkutan terbukti melakukan politik uang maka akan dipidana," katanya di Kupang, Kamis (23/5), menanggapi laporan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Yopi Benu soal dugaan politik uang yang dilakukan istri gubernur tersebut.

Ny Lusia Adinda Lebu Raya Dua Nurak dilaporkan Ketua Panwaslu TTS, karena diduga melakukan politik uang kepada masyarakat di Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten TTS, Selasa (21/5), saat masa tenang pemilihan gubernur NTT putaran II.

Nelci Ringu mengatakan, Panwaslu Kabupaten TTS masih mengumpulkan data-data terkait dugaan politik uang itu, dengan mengambil keterangan para saksi, penerima uang, hasil foto dan rekaman video dari anggota Panwas kecamatan.

"Sudah 11 saksi yang diperiksa terkait dengan kasus ini," katanya.

Menurut Nelci, sejumlah saksi mengaku melihat dan menerima uang yang dibagikan kepada masyarakat di desa tersebut, dengan jumlah yang bervariasi antara Rp100-200 ribu.

"Bukti awal yang sudah disita Panwaslu lanjut dia, yakni uang, foto dan video saat pembagian uang. "Kami hanya mengumpulkan bukti awal," katanya.

Usai mengumpulkan bukti dan keterangan, katanya, Panwaslu akan melakukan kajian untuk memetakan kasus ini masuk kategori pelanggaran atau pidana.

"Apakah unsur-unsur pidananya terpenuhi, jika terpenuhi, maka akan terus di proses ke penyidik," katanya.

Namun, sesuai dengan ketentuan, katanya, politik uang itu masuk kategori pidana. "Kalau pidana kasus ini akan di proses sesuai hukum yang berlaku," katanya.

Dia mengaku telah memanggil Ny Lusia Adinda Lebu Raya Dua Nurak untuk mengklarifikasikan masalah itu, namun, sampai siang ini dia (Lusia) belum memenuhi panggilan Panwaslu. "Surat panggilannya sudah kita kirim," katanya.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Timor Tengah Selatan (TTS) Yopi Benu yang dihubungi terpisah mengaku memiliki foto dan rekaman saat istri calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Lusia Lebu Raya membagikan uang kepada masyarakat di kabupaten tersebut.

"Kami punya bukti berupa foto dan rekaman saat ibu bagi uang di desa itu," katanya.

Panwaslu, menurut dia, menemukan langsung saat Ny Lusia Adinda Lebu Raya Dua Nurak membagikan uang kepada masyarakat di RT05/RW04, Dusun B, Desa Pukue, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

"Kasus ini ditemukan oleh Panwas Kelurahan/desa," katanya.

Dia mengatakan, penyerahan uang kepada masyarakat tersebut disaksikan juga oleh Panwas kelurahan/desa yang didokumentasi melalui foto. "Kami miliki bukti yang kuat untuk memproses kasus ini," katanya.

Masyarakat Nusa Tenggara Timur kembali melakukan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, Kamis (23/5) untuk putaran II setelah sebelumnya pada putaran pertama pada 18 Maret lalu, belum ada paket dari lima paket calon yang mendapatkan perolehan suara 50 persen lebih sebagaimana yang diatur dalam undang-undang.

Alhasil, dua calon petahana masing-masing calon gubernur Frans Lebu Raya yang saat ini masih sebagai Gubernur NTT berpasangan dengan Benny Litelnony yang diusung PDI Perjuangan harus kembali bertarung melawan Esthon Foenay, Wakil Gubernur saat ini yang berpasangan dengan Paul Edmundus Tallo yang diusung Gerindra pada putaran II. [Ant/L-8]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»