Diisukan karena Menolak Pemekaran
Terjebak Macet di Jakarta, Bupati Mappi Gagal Dampingi Mensos
Sabtu, 24 November 2012 | 16:46
Bupati Kabupaten Mappi, Papua Stefanus Kaisma [google] [JAKARTA] Gara-gara
terjebak macet dan banjir berjam-jam di sejumlah akses jalan dari
Jakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Bupati Kabupaten
Mappi, Papua Stefanus
Kaisma gagal mendampingi Menteri Sosial Salim Segaf Al-JufriAl-Jufri
berkunjung ke Kampung Basman, Distrik Tizain, Kabupaten Mappi, Jumat
(23/11).
Belakangan,
malah merebak isu dari sejumlah pihak bahwa ketidakhadiran Stefanus
mendampingi Mensos dan rombongan dari Jakarta karena penolakannya
terhadap pemekaran
Distrik Tizain dan Muara Digoel dari Kabupaten Mappi.
“Isu
itu tidak benar. Sama sekali tidak ada hubungan dengan pemekaran. Saya
tidak bisa mendampingi Pak Menteri karena memang terjebak macet di
Jakarta, sehingga saya
ketinggalan pesawat,” ujar Stefanus kepada wartawan di Jakarta, Sabtu
(24/11) siang.
Stefanus
berada di Jakarta sejak Rabu (21/11) malam untuk keperluan dinas. Lalu,
pada Kamis (22/11) sekitar pukul 18.30 WIB, Stefanus bersama sopir
berangkat dari
hotel di Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat, menuju Bandara Soekarno-Hatta
untuk mengejar penerbangan Merpati Nusantara Airlines (MNA) ke Merauke
pukul 21.30 WIB.
Ternyata, karena hujan lebat dan sejumlah jalan di
Ibukota tergenang banjir, terjadi kemacetan parah
di seluruh akses jalan menuju bandara. Akibatnya, Stefanus tiba di
bandara sekitar pukul 22.00 WIB. Ternyata, pesawat sudah berangkat.
Penerbangan ke Merauke berikutnya adalah keesokan harinya untuk jam yang
sama.
“Tiga
jam lebih saya terjebak di jalan. Saya tidak bisa berbuat apa-apa,
karena macet di mana-mana. Karena itu, saya mohon maaf kepada Bapak
Menteri Sosial dan rombongan
termasuk pejabat dari istana dan Provinsi Papua yang hadir dalam
kegiatan di wilayah kami,” ujarnya.
Soal
pemekaran, Stefanus menilai hal itu kasus berbeda, tidak ada
hubungannya dengan acara Mensos. Menurutnya, soal usulan pemekaran bisa
dilakukan sesuai prosedur
yang ada. Dan ia tidak pernah menghalangi upaya itu. Bahkan, dua bulan
lalu Stefanus mengaku tetap membicarakan soal pemekaran Distrik Taizin
dan Muara Digoel dengan Komisi II DPR di Senayan. “Semuanya ditempuh
sesuai aturan yang ada. Tetapi memang, secara
pribadi saya tidak setuju dengan pemekaran itu. Sebab, daerah yang
dimekarkan belum siap. SDM di sana belum ada yang setingkat dengan
eselon tiga sekalipun,” kata dia.
Menurut
Stefanus, selain untuk mempersingkat rentang birokrasi, tujuan
pemekaran adalah meningkatkan peran putra daerah. Persoalannya, di dua
distrik itu, belum ada
putra daerah yang sanggup. Jika dimekarkan, daerah itu hanya akan
“dikuasai” oleh yang bukan putra daerah.
Dijelaskan,
ia sangat ingin mendampingi Mensos saat berkunjung ke Kampung Basman di
Tizain. Daerah itu merupakan daerah miskin yang akan dibantu Kementerian
Sosial. Karena itu, ia sangat senang dengan
kehadiran Mensos di kampung itu. Mensos mendatangi kampung itu dengan
helikopter milik TNI AU dan bertemu warga setempat sekitar dua jam.
Setelah itu berkunjung ke sejumlah wilayah lain di Papua. [Y-4]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
DPR Dukung Kenaikkan BBM, Dua Pos Polisi dan Restoran KFC Dibakar Massa
Dukung BBM Naik, Partai Koalisi Terancam Tenggelam di Pemilu 2014
