Tentara AS di Afghanistan Terus Memperlihatkan Perilaku Tercela
Kamis, 19 April 2012 | 11:15
Foto yang dimuat LA Times memperlihatkan tentara AS berfoto dengan bagian tubuh tersangka pelaku bom bunuh diri di Afghanistan [google] [BRUSSELS] Lagi-lagi tentara Amerika Serikat (AS) terlibat
skandal memalukan integritas Washington di Afghanistan. Kali ini, beredar foto
tentara AS berfoto dengan jenazah tersangka pemboman bunuh diri. Hal itu
semakin merusak citra AS setelah rangkaian insiden, beredarnya video tentara AS
mengencingi mayat-mayat warga Afghanistan, pembakaran kitab suci Al Quran dan
pembantaian tentara AS terhadap warga sipil Afghanistan.
Foto-foto tentara AS bertanggal 2010 itu dipublikasikan oleh
Los Angeles (LA) Times, Rabu (18/4).
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta mengecam tindakan itu dan
menegaskan akan menghukum pelaku. Panetta juga menyuarakan penyesalan LA Times
memutuskan untuk mempublikasi foto-foto itu, karena hal itu dinilai akan memicu
anti AS di Afghanistan.
“Saya tahu bahwa perang itu buruk dan keras, dan saya tahu
bahwa anak muda terkadang muncul dalam momen melakukan keputusan sangat bodoh,”
kata Panetta dalam konferensi pers NATO di Brussels.
Ditekankan, Panetta tidak dapat memaafkan perilaku itu.
Bahwa foto-foto itu tidak mencerminkan atau mewakili profesionalisme seluruh
pasukan AS yang bertugas di Afghanistan. Dia juga menambahkan dirinya tidak
ingin gambar-gambar itu membawa luka lebih dalam kepada hubungan dengan rakyat
Afghanistan dan AS.
LA Times
menerbitkan dua dari 18 foto-foto yang diberikan oleh seorang tentara,
yang menduga adanya gangguan dalam
kepemimpinan dan disiplin sehingga membahayakan keselamatan pasukan. LA Times menerbitkan foto menunjukkan
seorang tentara dengan tangan mayat militan tersampir di bahu kanannya. Foto
lainnya memperlihatkan tentara-tentara menyeringai dan memberikan acungan
jempol di belakang kaki tanpa tubuh seorang pejuang Taliban.
Dalam berita, LA Times
mengutip redaktur Davan Maharaj menegaskan penerbitan foto-foto itu beralasan.
“Setelah mempertimbangkan masak-masak, kami memutuskan
menerbitkan sedikit foto, tapi cukup representatif, untuk memenuhi tanggung
jawab kami kepada para pembaca dalam melaporkan berita dengan penuh semangat
dan imparsial mengenai semua aspek misi Amerika di Afghanistan,” jelasnya
seperti dikutip AP.
LA Times
mengatakan satu set foto lainnya belum dipublikasikan. Foto-foto yang masih
disimpan Times itu memperlihatkan tentara dari divisi yang sama memegang tangan
orang mati dengan jari tengah terangkat.
Foto diambil pada Februari 2010, ketika pasukan payung dari
Divisi Airbone ke-82 dikirim ke stasiun polisi Afghanistan di provinsi Zabul
untuk memeriksa sisa-sisa pelaku bom bunuh diri. Para tentara bermaksud untuk
mencoba mendapatkan sidik jari dan memindai iris mayat, tapi mereka malah
berpose untuk berfoto.
Sementara itu, di Washington juga muncul skandal agen dinas
rahasia presiden AS terlibat skandal pelacuran di Kolombia, menjelang kunjungan
Presiden AS Barack Obama ke sana. Dinas Rahasia telah mengumumkan tiga personel
yang terlibat akan keluar dari badan itu, sedangkan delapan orang lagi sedang
diselidiki. Hal itu telah memunculkan pertanyaan terkait profesionalisme agen
dinas rahasia, apakah itu merupakan perilaku oknum atau mungkin budaya luas
dari agen itu.
Dinas Rahasia melakukan penyelidikan penuh atas insiden itu,
termasuk tes detector kebohongan dan wawancara saksi di Kolombia.
“Seorang pengawas diizinkan untuk pensiun dari dinas
rahasia, satu orang lagi diusulkan dihapus dari kasus, dan seorang lagi
mengundurkan diri. Sedangkan delapan pegawai lain mengambil cuti administratif
dan izin keamanan mereka ditangguhkan,” ucap Asisten Direktur Dinas Rahasia AS
urusan pemerintah dan publik, Paul Morrissey. [AFP/AP/D-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Eyang Subur Diperiksa Terkait Pencemaran Nama Baik
Dijamin Tak Ada Penggusuran, Warga Akhirnya Buka Jalan
Presiden PKS Akui Ketemu Direktur PT Indoguna
Lapan Luncurkan Roket Pembawa Satelit Di Morotai
Mourinho Diusir Dari Bangku Cadangan Saat Final Piala Raja
Soal Capres, Gita Belum Direstui SBY
Warga Tutup Kembali Jalan I Gusti Ngurah Rai
