SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 April 2014
Pencarian Arsip

Tentara AS di Afghanistan Terus Memperlihatkan Perilaku Tercela
Kamis, 19 April 2012 | 11:15

Foto yang dimuat LA Times memperlihatkan tentara AS berfoto dengan bagian tubuh tersangka pelaku bom bunuh diri di Afghanistan [google] Foto yang dimuat LA Times memperlihatkan tentara AS berfoto dengan bagian tubuh tersangka pelaku bom bunuh diri di Afghanistan [google]

[BRUSSELS] Lagi-lagi tentara Amerika Serikat (AS) terlibat skandal memalukan integritas Washington di Afghanistan. Kali ini, beredar foto tentara AS berfoto dengan jenazah tersangka pemboman bunuh diri. Hal itu semakin merusak citra AS setelah rangkaian insiden, beredarnya video tentara AS mengencingi mayat-mayat warga Afghanistan, pembakaran kitab suci Al Quran dan pembantaian tentara AS terhadap warga sipil Afghanistan.   

Foto-foto tentara AS bertanggal 2010 itu dipublikasikan oleh Los Angeles (LA) Times, Rabu (18/4). Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta mengecam tindakan itu dan menegaskan akan menghukum pelaku. Panetta juga menyuarakan penyesalan LA Times memutuskan untuk mempublikasi foto-foto itu, karena hal itu dinilai akan memicu anti AS di Afghanistan.  

“Saya tahu bahwa perang itu buruk dan keras, dan saya tahu bahwa anak muda terkadang muncul dalam momen melakukan keputusan sangat bodoh,” kata Panetta dalam konferensi pers NATO di Brussels.  

Ditekankan, Panetta tidak dapat memaafkan perilaku itu. Bahwa foto-foto itu tidak mencerminkan atau mewakili profesionalisme seluruh pasukan AS yang bertugas di Afghanistan. Dia juga menambahkan dirinya tidak ingin gambar-gambar itu membawa luka lebih dalam kepada hubungan dengan rakyat Afghanistan dan AS.  

LA Times menerbitkan dua dari 18 foto-foto yang diberikan oleh seorang tentara, yang  menduga adanya gangguan dalam kepemimpinan dan disiplin sehingga membahayakan keselamatan pasukan. LA Times menerbitkan foto menunjukkan seorang tentara dengan tangan mayat militan tersampir di bahu kanannya. Foto lainnya memperlihatkan tentara-tentara menyeringai dan memberikan acungan jempol di belakang kaki tanpa tubuh seorang pejuang Taliban.    

Dalam berita, LA Times mengutip redaktur Davan Maharaj menegaskan penerbitan foto-foto itu beralasan.  

“Setelah mempertimbangkan masak-masak, kami memutuskan menerbitkan sedikit foto, tapi cukup representatif, untuk memenuhi tanggung jawab kami kepada para pembaca dalam melaporkan berita dengan penuh semangat dan imparsial mengenai semua aspek misi Amerika di Afghanistan,” jelasnya seperti dikutip AP.  

LA Times mengatakan satu set foto lainnya belum dipublikasikan. Foto-foto yang masih disimpan Times itu memperlihatkan tentara dari divisi yang sama memegang tangan orang mati dengan jari tengah terangkat.   

Foto diambil pada Februari 2010, ketika pasukan payung dari Divisi Airbone ke-82 dikirim ke stasiun polisi Afghanistan di provinsi Zabul untuk memeriksa sisa-sisa pelaku bom bunuh diri. Para tentara bermaksud untuk mencoba mendapatkan sidik jari dan memindai iris mayat, tapi mereka malah berpose untuk berfoto.  

Sementara itu, di Washington juga muncul skandal agen dinas rahasia presiden AS terlibat skandal pelacuran di Kolombia, menjelang kunjungan Presiden AS Barack Obama ke sana. Dinas Rahasia telah mengumumkan tiga personel yang terlibat akan keluar dari badan itu, sedangkan delapan orang lagi sedang diselidiki. Hal itu telah memunculkan pertanyaan terkait profesionalisme agen dinas rahasia, apakah itu merupakan perilaku oknum atau mungkin budaya luas dari agen itu.   

Dinas Rahasia melakukan penyelidikan penuh atas insiden itu, termasuk tes detector kebohongan dan wawancara saksi di Kolombia.   “Seorang pengawas diizinkan untuk pensiun dari dinas rahasia, satu orang lagi diusulkan dihapus dari kasus, dan seorang lagi mengundurkan diri. Sedangkan delapan pegawai lain mengambil cuti administratif dan izin keamanan mereka ditangguhkan,” ucap Asisten Direktur Dinas Rahasia AS urusan pemerintah dan publik, Paul Morrissey. [AFP/AP/D-11]         




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN