Tempat Belum Ditentukan, Pemerintah Jamin Ibadah Natal Jemaat GKI Yasmin
Selasa, 20 Desember 2011 | 11:50
GKI Yasmin disegel Pemkot Bogor [google] [JAKARTA] Pemerintah menjamin umat Gereja Kristen Indonesia
(GKI) Yasmin Bogor, Jawa Barat bisa merayakan Natal dan Tahun Baru tahun 2011
ini. Namun tempat perayaan belum disepakati, apakah di lokasi gereja yang ada
sekarang ini atau ditempat lain. Masalah penentuan tempat itu baru diputuskan
pada rapat bersama, Rabu (21/12).
Demikian hasil rapat antara Kepala Biro Hukum Pemprov Jabar,
Kabiro Hukum Pemko Bogor, dan dari GKI hadir Ketua Sinode GKI Jabar, Pdt
Royandi, Ketua GKI Bogor Pdt Ujang, serta wakil tim advokasinya, Pdt Jayadi
Damanik di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, baru-baru ini.
Rapat dipimpin Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik,
Kementerian Dalam Negeri, Tanribali Lamo. "Kita tiga kali rapat, tadi
rapat melibatkan unsur Polhukam, Kemenag, Pemkot Bogor dan GKI. Dalam rapat
tadi disepakati solusi jangka pendek yaitu bagaimana agar umat GKI Yasmin bisa
beribadah saat Natal nanti dengan tenang. Untuk tempat beribadah Natal nanti
akan dibicarakan dalam rapat berikutnya yang akan digelar pada hari Rabu
mendatang," kata Tanribali.
Ia menjelaskan,
rapat penentuan tempat beribadah pada Rabu mendatang akan diikuti
Kapolda Jabar, Korem, Kepolisian Bogor, dan Pemkot Bogor serta pihak GKI
sendiri.
Dia mengimbau masyarakat dan Ormas Bogor untuk bersama-sama menciptakan rasa
kebersamaan serta kerukunan dalam kehidupan beragama.
"Umat GKI Yasmin sendiri sudah menyatakan tak akan
menggelar ibadah pada 24 Desember nanti. Namun akan ibadah di 25
Desember," ujarnya.
Mengenai opsi tawaran Rp 3,5 miliar dan pindah tempat ibadah
bagi GKI Yasmin, ia menjelaskan masalah itu akan dibicarakan pada Januari
mendatang. Sebab itu menjadi solusi jangka pandang yang titik tekannya adalah
mengedepankan upaya hukum.
"Kita akan duduk bersama kembali, bagaimana pemahaman
hukum menurut Pemkot, dan menurut GKI,” ujarnya.
Namun yang pasti, sudah ada kemajuan berarti dalam
penyelesaian masalah GKI Yasmin karena masalah itu 11 tahun tak terselesaikan. Tanri
menjelaskan pada awalnya, GKI akan didampingi Kontras dan YLBHI. Tapi
berdasarkan kesepakatan, yang ikut rapat hanya unsur terkait saja. Tidak
melibatkan pihak luar.
Menurutnya, pertemuan sengaja dibatasi pesertanya agar pembicaraan bisa
"jernih".
"Dari GKI Yasmin yang datang mewakili adalah Pendeta Ujang, Pendeta
Royandi, Ketua Sinode Jawa Barat. Dan pendeta, Jayadi Damanik, ketiganya tadi
setelah pertemuan menghadap Mendagri," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Kementerian Dalam Negeri,
Reydonnyzar Moenek mengatakan, pemerintah pada dasarnya terbuka atas segala
masukan dan siap berdialog dengan siapapun terkait SKB tiga menteri. Pada
prinsipnya juga, terbuka, bila ada desakan untuk merevisi regulasi yang diteken
Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung.
"Jika memang perlu ada perbaikan atau kemudian dirasa
perlu pengaturan tentang kehidupan beragama itu masuk dalam UU, kita terbuka
saja. Namun tentunya, perlu dilakukan kajian yang mendalam," kata
Reydonnyzar, saat menanggapi surat 27 anggota Kongres Amerika Serikat, yang
menggugat isi SKB 3 menteri.
Namun ia menegaskan sampai saat ini, aturan yang termaktub
dalam SKB 3 menteri, adalah payung hukum bagi kehidupan beragama di Indonesia.
Termasuk dalam mengatur pendirian rumah ibadah.
"Saya tekankan, hendaknya pihak luar juga saling
menghormati urusan dalam negeri masing-masing. Bahwa itu memberi masukan kita
menghormatinya. Tapi dalam kapasitas apa mereka meminta mencabut,"
urainya.
Ia mempersilahkan elemen mana saja untuk mendialogkan
perlunya perbaikan SKB 3 menteri. Tidak perlu melibatkan pihak luar dari bangsa
ini. Menurutnya, regulasi mana saja, bukan harga mati untuk direvisi. Termasuk
SKB 3 menteri. Karena konstitusi pun bisa diamandemen. Namun tentunya, semua
revisi harus dilakukan hati-hati dan mendalam. Tidak tergesa-gesa, apalagi
dilandasi oleh sikap emosional. [R-14]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Ada Oknum Komisi I DPR RI Yang Nikmati Uang Sukhoi Yang Jatuh di Gunung Salak
Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Ditemukan dalam Kondisi Baik
Fahri: KPK Gagal Berantas Korupsi Sistemik
Invitasi Bolabasket Alumni SMA se-Jakarta
Biayanya Mahal, Jokowi Tak Akan Pasang Iklan
Pastikan Semua Jenazah Terevakuasi, Tim SAR Sapu Lokasi Jatuhnya Sukhoi
KPK Perpanjang Masa Tahanan Angie
Jokowi Terima Penghargaan TPID Terbaik
Kader Demokrat Masih Juga Menganggap Ani Yudhoyono Layak Jadi Capres
Ketua Umum PGI: Sosialisasikan 4 Pilar Bangsa ke Para Pemimpin Bangsa
