Tawuran SMAN 6-SMAN 70 , Ciri Pelaku Sudah Teridentifikasi
Selasa, 25 September 2012 | 11:13
Tawuran pelajar SMA 70 dan SMA 6 [google] [JAKARTA] Polres Jakarta Selatan memeriksa empat orang
sebagai saksi, terdiri dari dua siswa dan dua guru terkait kasus tawuran antara
SMAN 6 dan SMAN 70 yang menewaskan Alawi Yustianto Putra (15), Senin (24/9)
siang. Selian itu, polisi masih mengejar sesorang siswa berinisial F yang
diduga menjadi pelaku pembunuhan dalam tawuran itu.
Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Wahyu Hadiningrat, di
sela-sela serah terima jabatan Kepala Biro Operasi Polda Metro, Jakarta Selasa
(25/9) pagi mengatakan, pemeriksaan keempat saksi tersebut terus didalami dan
tidak menutup kemungkinan, jumlah saksi yang dimintai keterangan akan
bertambah. “Keempat saksi itu telah memberikan keterangan sesuai apa yang
mereka ketahui sebelum dan pascainsiden tawuran yang menewaskan seorang
pelajar,” kata Wahyu.
Sementara itu, Pembina Kesiswaan SMUN 6 Bulungan,
Husniwati, mengatakan kedua sekolah saat ini diliburkan pascatawruan. “Kami
libur empat hari, begitu juga SMAN 70. Selama waktu itu kami terus melakukan
upaya konsolidasi antar kedua sekolah,” jelasnya, Selasa (25/9) pagi.
Sementara itu secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan
(Disdik) DKI Jakarta meminta polisi mengusut tuntas kasus tewasnya siswa SMAN 6
Jakarta, Alawi Yusianto Putra (15). “Kejadian ini bukan menggambarkan orang
yang menjadi pelajar sekolah. Peristiwa ini harus diusut tuntas dan patut
ditindak tegas,” tegas Kepala Dinas
Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, Senin (24/9).
Disdik DKI, sambung Taufik, sangat sedih dan prihatin atas
kejadian ini. Kejadian ini bahkan sudah
terkesan terencana karena kejadiannya cepat dan para pelaku mempersenjatai diri
dengan senjata tajam.
Taufik juga mengatakan, semua pihak harus mengawal dari
aspek hukum walaupun para pelaku masih merupakan siswa SMA. Dalang dari tawuran
ini harus diselidiki dan jangan langsung menyalahkan pihak sekolah.
“Harusnya pelaku lebih dulu yang dikejar, jangan langsung
sekolahnya. Karena tidak mungkin dari 1.000 orang yang ada di sekolah,
perilakunya sama semua,” katanya.
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo juga menegaskan, tewasnya
siswa salah satu SMAN 6 tidak menggambarkan sebagai seorang pelajar. Fauzi juga
menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian itu.
Fauzi mengaku, hingga kini, pihaknya belum mengetahui
faktor penyebab tewasnya Alawi Yusianto Putra. Pemprov DKI, masih akan menunggu
penyelidikan dari kepolisian yang menangani kasus kini.
“Terlebih peristiwa ini masuk dalam kasus pidana. Kami
akan lihat perkembangannya. Jangan sampai berkembang sampai merugikan semua
pihak. Kita tunggu kepolisian, ini sudah masuk kasus tindak pidana. Kita minta
laporan dari pihak-pihak terkait," kata Fauzi.
Meski kedua sekolah yakni SMAN 6 dan SMAN 70 sering terlibat
tawuran, namun Fauzi tidak berencana memindahkan salah satu sekolah tersebut.
Karena menurutnya, memindahkan sekolah belum tentu menyelesaikan masalah.
[H-14/Y-7/G-5]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Aiptu Sitorus Resmi Ditahan Di Rutan Bareskrim
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
