Taufan Rotorasiko Satukan Dualisme KNPI
Kamis, 8 Desember 2011 | 9:09
Ketua Umum KNPI Taufan Eko Nugroho Ratorasiko (Foto: Istimewa) [JAKARTA] Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Taufan Eko Nugroho Rotorasiko menyatakan, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin mengakomodir semua kubu yang ada di KNPI, sehingga kedepan tidak ada lagi dualisme KNPI. Sebab KNPI itu dimiliki semua pemuda Indonesia. Sekalipun ada tarik menarik, tetapi sudah dapat menyatukan semua potensi yang ada.
Taufan, di sela-sela pelantikan Kepengurusan DPP KNPI periode 2011-2014 di Balai Kartini Jakarta, Rabu (7/12) menyebutkan, dalam komposisi kepengurusan KNPI dengan 400 personel ini terdiri dari 65 posisi ketua, wakil sekjen, bendahara dan departemen.
"Kalau jumlah 65 memang sudah optimal, tetapi subtansinya dalam rangka mempersatukan semua elemen yang ada. Kepengurusan ini menjadi tonggak sejarah pertama kalinya KNPI bersatu dan bermanfaat bagi pemuda agar harkat dan martabatnya bisa meningkat," kata dia.
Sedianya pengukuhan pengurus KNPI ini akan dihadiri Menpora Andi Malaranggeng dan Menko Kesra Agung Laksono, tetapi keduanya berhalangan hadir. Menpora Andi Malaranggeng, mendadak dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Bali. Sedangkan Menko Kesra diminta mewakili Presiden ke Papua terkait memanasnya konflik di daerah itu.
Ketua Umum KNPI Taufan Eko Nugroho Rotorasiko memaklumi ketidakhadiran pemerintah tersebut karena tugas lebih penting. Diungkapkan, dua hari sebelumnya dia sudah menemui Presiden SBY dan responsnya sangat positif dan memberi apresiasi atas bersatunya KNPI.
Menurut Taufan, penyatuan kembali KNPI bisa lebih bermakna dan punya manfaat bagi rakyat, termasuk membenahi dualisme untuk kembali menjadi satu. "Salah satu gebrakan yang kita lakukan adalah dalam kepengurusan kali ini, teman-teman yang usianya diatas 41 tahun tidak kita masukan. Kita ingin temen-temen muda diberikan kesempatan. Yang jelas nanti kita bisa lakukan perubahan-perubahan karena pemuda esensinya tak boleh takut melakukan percobaan dan perubahan," kata Taufan.
Gagasan Besar
Taufan juga menjelaskan, KNPI ke depan harus mampu melahirkan gagasan besar dan menjadi community of idea bagi pemuda Indonesia dan benar-benar menjadi organisasi yang mandiri. “KNPI ke depan harus mampu menjadi identitas dan jati diri pemuda, melakukan penguatan nasionalisme dan kebangsaan serta mengoptimalkan potensi pemuda dalam bidang kewirausahaan.
“Diharapkan KNPI bukan saja menjadi laboratorium kader bangsa, tapi juga menjadi wadah pemersatu bangsa dalam mempertahankan NKRI,” ujarnya.
Pemuda sebagai calon pemimpin bangsa masa depan, harus mampu menjadi community of idea, sebuah komunitas yang memberikan inspirasi bagi masyarakat, baik antarsesama pemuda, masyarakat dan pemerintah. Karena itu, perlu ada terobosan yang mampu melahirkan program-program kerakyatan sebagaimana yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila. “Sebenarnya itulah panggilan hati nurani saya memimpin KNPI, bukan sekedar mencari posisi atau jabatan. Jika pemuda Indonesia bersatu dalam satu semangat dan visi yang sama, saya percaya akan melahirkan sebuah pekerjaan besar untuk bangsa dan negara,” kata dia.
Dia menegaskan, salah satu prioritas program yang dilaksanakan KNPI kedepan adalah mengurangi angka pengangguran dikalangan pemuda dengan mendorong bidang kewirausahaan serta meningkatkan rasa kekeluargaan bagi pemuda. “Saya akan memprioritaskan program kewirausahaan dalam rangka mewujudkan kemandirian pemuda, khususnya di desa-desa, sehingga tercipta lapangan kerja baru secara mandiri sesuai keahlian dan profesionalisme pemuda,” ujar Taufan yang juga Presiden Direktur PT Bakrie Communication.
Menurut Taufan, pihaknya juga merasa prihatin dengan kondisi bangsa yang ada saat ini, seperti kasus Papua yang terus bergejolak dan terkesan ada pembiaran dari pemerintah pusat. “Semua ini disebabkan karena mulai hilangnya rasa kekeluargaan, musyawarah dan mufakat serta semangat kegotongroyongan dari semua elemen yang ada. Karena itu, saya berharap semua pemuda Indonesia harus bersatu padu untuk mempertahankan NKRI sebagai salah satu pilar bangsa,” ujarnya. [M-15]
Komentar Untuk Artikel Ini
KNPI telah menggelar pelaksanaan Kongres XIII sebagai bentuk Kongres Bersama/Islah-nya di Jakarta dengan tema besar "Satu Pemuda, Satu Indonesia." Mekanisme Kongres bersama KNPI itu pun dilakukan dengan membentuk panitia bersama/gabungan antar dua pengurus KNPI, baik di tingkat SC dan OC-nya. Namun, patut dicermati dengan digelarnya Kongres Bersama KNPI tersebut bukan berarti benih-benih konflik telas usai.
Dari hasil jajak pendapat yang kami lakukan pada pelaksanaan kongres KNPI 25 Oktober 2011 lalu dengan responden 147 orang peserta Kongres KNPI yang berasal dari 104 OKP dan 43 DPD KNPI Propinsi. Diperoleh informasi bahwa hanya 53% peserta yang yakin Kongres Bersama KNPI ini akan menghasilkan kepemimpinan yang lebih baik dibanding pada periode sebelumnya, 38% tidak yakin, dan 9% tidak menjawab pertanyaan yang diajukan.
Kemudian hanya 49% peserta yang menilai yakin Kongres Bersama KNPI ini mampu menyelesaikan konflik yang terjadi selama ini, 45% peserta menilai tidak yakin, dan 6% peserta tidak menjawab pertanyaan yang diajukan. Kenyataannya, justeru pelaksanan Kongres Bersama KNPI yang semestinya mampu menyelesaikan konflik malah telah menimbulkan konflik baru.
Kongres Bersama KNPI kembali diwarnai kericuhan yang melahirkan konflik baru dan bisa berujung pada bentuk mempermanenkan konflik KNPI. Kongres Bersama KNPI yang mestinya menemui resolusi dan rekonsiliasi untuk mencari jalan tengah atas konflik yang terjadi itu telah dikotori oleh sebuah keputusan ceroboh dan kontroversial oleh oknum pimpinan sidang Kongres KNPI.
Pimpinan sidang ceroboh memutuskan dan menetapkan Taufan EN Ratorasiko (menantu ical, bos Partai Golkar) sebagai Ketua Umum/Ketua Formatur DPP KNPI 2011-2014 yang hanya memperoleh 68 suara dari 159 suara (42%). Padahal tahapan ini baru dimulai dari pemungutan suara tahap 1 yang akan memilih dari tahap bakal calon menjadi calon ketua umum KNPI.
Seorang bakal calon ketua umum bisa menjadi calon jika ia memenuhi syarat dipilih oleh 20% suara (32 suara) dari 159 peserta yang mempunyai hak suara. Jadi sebenarnya posisi Taufan itu baru memasuki tahapan sahnya sebagai calon ketua umum bukan ketua umum.
Sebab, sesuai Tata Tertib Pemilihan Ketua Umum/Formatur DPP KNPI pasal 3 butir f menyatakan, bahwa apabila hanya ada 1 calon ketua umum yang mendapatkan 20% suara maka pemilihan suara diulang dengan hanya mengikutsertakan calon ketua umum yang tidak mendapatkan 20% suara, sehingga akan diperoleh lebih dari satu calon ketua umum.
Setelah itu, barulah dilakukan pemilihan Ketua Umum DPP KNPI 2011-2014 dengan melibatkan calon ketua umum yang lebih dari satu itu. Kami mencatat, pimpinan sidang Kongres Bersama KNPI ceroboh, salah membaca dan merujuk pasal terkait masalah di atas, yakni pasal 3 butir d, yang menyebutkan bahwa: "Apabila jumlah bakal calon ketua umum KNPI hanya 1 maka langsung ditetapkan menjadi calon ketua umum dan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi ketua umum". Pasal ini tidak bisa digunakan untuk kasus ini, sebab nyata-nyata bakal calon ketua umum KNPI yang ada tidaklah 1 melainkan 12 orang.
Disinilah persoalan yang menjadi kisruh itu terjadi, keputusan Kongres Bersama KNPI tidak sah sebab bertentangan dengan Tata Tertib Pemilihan Ketua Umum/Formatur DPP KNPI Pasal 3. Sehingga dengan dipaksakannya hasil keputusan Kongres Bersama KNPI XIII tersebut telah menyebabkan munculnya babak baru konflik KNPI Jilid II. Di satu pihak mengakui Kongres telah selesai dengan terpilihnya Taufan sebagai Ketua Umum/Formatur DPP KNPI 2011-2014, namun di pihak lain menyatakan bahwa Kongres Bersama KNPI alami dead lock karena pemilihan ketua umum tidak sah/melanggar mekanisme yang ditetapkan.
Oleh karena itu, OKP, DPD KNPI Propinsi se-Indonesia, dan negara (baca: Kemenpora) tidak bisa serta merta menerima hasil Kongres Bersama KNPI. Apalagi dukungan suara yang didapat Taufan pada pemilihan tahap 1 itu hanya 42% suara saja bukan 50%+1 suara sehingga dinilai masih prematur dalam memimpin KNPI.
Sebagai bentuk penyelesaian konflik maka mesti dilakukan Kongres KNPI Lanjutan untuk satu agenda tunggal yakni Pemilihan Ketua Umum/Formatur DPP KNPI 2011-2014 demi menyelesaikan tuntutan rekonsilisasi Satu Pemuda, Satu KNPI untuk Indonesia. Jika tidak justru ini bisa mempermanenkan konflik KNPI yang terus mengancam dan mengganggu dinamika pembangunan kepemudaan nasional.
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Joe Taslim Raih Adegan Mahal di Fast and Furious 6
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
