SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 April 2014
Pencarian Arsip

Rapat Paripurna LKPj Tidak Dihadiri Atut

Target IPM Dan Pertumbuhan Ekonomi Banten Tidak Tercapai
Selasa, 30 April 2013 | 6:25

Wakil Gubernur Banten Rano Karno (kanan) bersama Ketua DPRD Banten Aeng Haerudin  (kiri). [SP/Laurens Dami] Wakil Gubernur Banten Rano Karno (kanan) bersama Ketua DPRD Banten Aeng Haerudin (kiri). [SP/Laurens Dami]

[SERANG]  Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiyah tidak menghadiri rapat paripurna penyampaian, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) penggunaan anggaran 2012.

Atut memilih untuk mengikuti pertemuan di Jakarta,  dan mendelegasikan pembacaan LKPj tersebut  kepada Wakil Gubernur Banten Rano Karno.

Dalam dokumen LKPj Gubernur Banten 2012 yang disampaikan oleh Rano Karno, di ruang rapat paripurna DPRD Banten, Senin (29/4), dijelaskan bahwa target Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan target Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Provinsi Banten pada tahun 2012 tidak tercapai.

Diuraikan bahwa IPM sebenarnya  sebesar 72,88 persen namun hanya terealisasi 71,22 persen. Sedangkan target LPE antara 6,50 - 6,80 persen hanya tercapai 6,15 persen.

Namun Atut dalam LKPj-nya mengklaim bahwa kendati IPM tidak tercapai, namun jika dibandingkan dengan IPM tahun 2011 mengalami peningkatan dari 70,95 persen menjadi 71,22 persen.

Sedangkan capaian LPE tahun 2012 menurun dibanding LPE 2011 dari 6,43 persen menjadi 6,15 persen. Selain IPM dan LPE yang tidak tercapai, target Indeks Pembangunan Gender (IPM-G) juga tidak tercapai bahkan mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dari target 67,40 persen hanya terealisasi 63,84 persen. Sedangkan IPM-G tahun 2011 sebesar 65,00 persen.

Sementara, untuk indikator makro pembangunan daerah Provinsi Banten tahun 2012 lainnya seperti Indeks Pemberdayaan Gender (IDG), jumlah penduduk miskin, persentase rumah tangga miskin (RTM), jumlah pengangguran terbuka dan presentase pengangguran terbuka bisa tercapai.

Rano di sela-sela membacakan LKPj Gubernur Banten mengatakan bahwa tingkat keberhasilan pengembangan sumber daya manusia dapat dilihat dari capaian kinerja bidang pendidikan dan kesehatan yang merupakan variabel pembentuk angka IPM bersamaan dengan variabel daya beli masyarakat.

"Secara keseluruhan, capaian kinerja agenda pengembangan sumber daya manusia, mengalami peningkatan di mana IPM Provinsi Banten sebesar 70,95 persen pada tahun 2011 meningkat menjadi 71,22 persen pada tahun 2012,” jelas Rano.

Sedangkan agenda perekonomian menurutnya, diarahkan pada pengembangan dan pemberdayaan ekonomi lokal serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis agribisnis dan pariwisata yang keberhasilannya diindikasikan oleh capaian angka indikator LPE yang pada tahun 2012 mencapai angka 6,15 persen.

"Hasil capaian lain agenda ini terlihat dari kemampuan sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel dan restoran sebagai sektor penyumbang terbesar PDRB Banten tahun 2012 sebesar Rp212,86 triliun, mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp192,21 triliun, dengan kata lain terjadi peningkatan sebesar Rp20,65 triliun," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Banten Aeng Haerudin langsung membentuk Panitia Khusus (Pansus) LKPj yang diketuai Krisna Gunasa dari Fraksi Partai Golkar, Wakil Ketua dijabat Sanuji Pentamerta dari Partai PKS, dan Sekretaris dijabat oleh Tri Satiasantosa dari Fraksi PDIP.

“Pansus akan segera membahas LKPj Gubernur Banten untuk selanjutnya fraksi-fraksi di DPRD Banten akan memberikan catatan dan penilaian terhadap LKPj tersebut,” jelas Aeng. [149]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN