SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 18 September 2014
Pencarian Arsip

Tanaman Pala dan Cengkih Harus Terus Dilestarikan
Selasa, 20 Agustus 2013 | 13:00

Ilustrasi pohon cengkih [google] Ilustrasi pohon cengkih [google]

[MALTENG] Menko Kesra Agung Laksono mengharapkan di Maluku dibangun  pelestarian tanaman pala dan cengkeh. Pelestarian plasma nuftah tanaman rempah tersebut, katanya, sangat penting mendukung program industri wisata agro yang dikembangkan Pemprov Maluku.  

“Dengan pelestarian plsdms nuftah tanaman rempah, para petani di Maluku memiliki kesempatan mengambil bahan baku rempah dan mengolah rempah tersebut dengan kualitas yang lebih baik,” kata Agung Laksono pada pembukaan Seminar Internasional Rempah di Hotel Aston Natsepa, Maluku Tengah (Malteng), Senin (19/8) malam.  

Tanaman rempah yang ada, lanjut Agung, bisa juga dijual dalam bentuk mentah. “Mungkin nilainya rendah tapi kalau ada peningkatan dari waktu ke waktu pasti lebih baik,” kata politisi Partai Golkar ini.  

Mengenai ide  Museum Rempah, katanya, bukan sekedar melihat masa lalu, tapi bagaimana memotivasi masyarakat generasi yang akan datang, dari sinilah kejayaan negeri kita sampai bangsa yang lain mengejar ke sini.  

“Sekarang bagaimana kontribusi untuk kesejahteraaan rakyat terutama bagi para petani. Melalu Dewan Rempah, perlu ada untuk mendorong kalau diolah secara baik, itu menjadi komoditii unggulan,” jelasnya.  

Sedangkan soal pelabuhan ekspor rempah, merupakan tuntutan yang sangat baik dan secara bertahap harus bisa dipenuhi. Ekspor rempah-rempah, kata Agung, juga sangat mungkin dilakukan. Karena itu kualitas barang yang diekspor menjadi syarat utama, dan ini menjadi tantangan besar rakyat Maluku.

Di tempat yang sama, Menteri Pertanian Suswono menegaskan, Provinsi Maluku merupakan kerajaan rempah Indonesia dan secara historis merupakan titik awal berkembangnya komoditi bernilai tinggi tersebut.

“Konferensi rempah ini adalah  wahana mensinergikan seluruh kepentingan para pelaku usaha bisnis rempah baik produsen, pengolah, pedagang, petani maupun pemerintah,” katanya.

Ia meminta para pemangku kepentingan rempah akan saling tukar pikiran selama konferensi berlangsung serta saling tukar pengalaman dalam mengidentifikasi berbagai permasalahan dan upaya pemecahan.  

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahallu mengatakan, keinginan untuk membangun museum pala dan cengkeh, menjadi harapan besar Pemprov Maluku bersama rakyat di daerah ini untuk kepentingan sejarah, pendidikan dan pariwisata.  

“Maluku adalah negeri yang melegenda sebagai penghasil pala dan cengkeh, dan harus terus dijaga kelestariannya,” katanya. [156]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»