SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 20 September 2014
Pencarian Arsip

Tambah Lagi Daftar TKI Meninggal di Malaysia
Jumat, 24 Agustus 2012 | 10:55

Ilustrasi TKI. [google] Ilustrasi TKI. [google]

[PALEMBANG]  Widayaningsih, 22, adalah seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang meninggal dunia di Malaysia. Tentu ini menambah daftar panjang TKI yang berpulang ke Rahmatullah di negeri urang sana. 
 
Warga Desa Lubuk Sakti, Dusun III, Nomor 224 Indralaya,Kabupaten Ogan Ilir ini diduga meninggal akibat pendarahan di bagian otak akibat terjatuh. Berdasarkan informasi yang dihimpun SINDO, almarhumah yang bekerja dan tinggal di asrama milik PT Kilang Marwah Elektronik Malaysia, ditemukan meninggal oleh seorang teman asramanya pada hari Selasa (21/8) sekitar pukul 18.00 waktu setempat.  

“Kita mendapat kabar dari salah seorang keluarga di sana (Malaysia) kalau keponakan kita (Widayaningsih) meninggal,”ujar sepupu almarhumah Ramalia di kamar jenazah RS Bhayangkara, kemarin.  
 
Ramalia mengatakan, awalnya almarhumah diberitakan meninggal akibat terjatuh dari kamar mandi. Namun, saat dikroscek kebenarannya ternyata almarhumah meninggal dalam kondisi tertidur di atas ranjang asrama. “Saat diketahui meninggal langsung dibawa ke rumah sakit dan dilakukan visum. Hasilnya ada pendarahan di otak yang diduga akibat tekanan darah tinggi,”katanya.   Dia mengungkapkan, almarhumah yang telah bekerja tiga tahun di Malaysia ini tidak memliki riwayat penyakit berbahaya semasa hidup. 
 
“Selama ini dia selalu dalam keadaan sehat, tidak ada riwayat atau menderita penyakit berbahaya,” katanya.   Namun demikian, sesampainya jenazah di Kota Palembang sekitar pukul 14.00 WIB kemarin, keluarga langsung membawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum ulang. “Kita minta pemeriksaan lebih lanjut tujuannya untuk memastikan penyebab kematian yang sebenarnya,” jelas Ramalia. Kepala Bidang Dokter Kesehatan Polda Sumsel, AKBP Yusuf Mawadi mengungkapkan berdasarkan hasil visum yang dilakukan RS Bhayangkara Palembang tidak ditemukan bukti kekerasan pada tubuh korban.  
 
“Kita hanya lakukan visum luar dan tidak melakukan autopsi. Ini hanya untuk mengidentifikasi apakah benar identitas mayat sesuai data.Tapi dari visum yang dilakukan tidak ditemukan bukti kekerasan di tubuh jenazah,” ungkapnya. Sementara itu,Kepala Balai Pelayanan Penempatan Dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Sumsel, Sri Haryanti membenarkan TKI asal Sumsel meninggal dunia di Malaysia. 
 
“Keterangan awal yang kita dapat dari pihak perusahaan almarhumah meninggal karena sakit. Namun, kita tetap akan telusuri kejadian ini untuk mendapatkan data pasti terkait meninggalnya TKI kita di sana (Malaysia),”tuturnya. Kepala Cabang PT Sahabat Putra Pendawa yang merupakan perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) penyalur almarhumah, Misla S membenarkan almarhumah merupakan TKI yang diberangkatkan melalui perusahaannya dan ditempatkan di PT Kilang Marwah Elektronik Malaysia pada bagian perakitan komponen. Misla mengaku, almarhumah hanya memiliki kontrak dengan perusahaannya selama dua tahun.  
 
Sedangkan pada tahun ketiga almarhumah secara pribadi menandatangi kontrak dengan PT Kilang Marwah Elektronik tanpa melalui perusahaannya. “Secara hukum kita tidak ada ikatan lagi dengan almarhumah karena sudah habis masa kontrak.Namun, secara moral sebagai pihak pertama yang memberangkatkan kita memiliki tanggungjawab mengurus jenazah di Malaysia termasuk membiayai kepulangan dari Palembang ke kampung halamannya,”ujarnya.[133]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»