Surya Paloh: Bertahan atau Keluar dari Nasdem
Sabtu, 30 Juli 2011 | 6:28
Surya Paloh [google] [JAKARTA] Ketua Umum ormas Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh
mempersilakan anggotanya yang merupakan kader partai politik atau ormas lain
untuk menentukan sikap. Yakni, bertahan atau keluar dari ormas Nasdem.
Surya mengemukakan, ormas yang lahir pada 1 Februari 2010 memberikan pilihan
berorganisasi, berpartai atau berpolitik adalah bebas dan tidak ada paksaan.
“Nasional Demokrat menjunjung tinggi kebebasan berserikat yang dijamin UUD 1945
yang diatur dalam pasal 28. Bahwa setiap warga negara bebas menentukan hak
sipil politiknya untuk bergabung atau tidak dengan organisasi manapun,"
katanya, di Jakarta, Jumat (29/7).
Surya menerangkan, peraturan perundangan yang dipahaminya sejauh ini tidak
melarang anggota partai politik manapun untuk aktif di ormas tertentu.
“Mencermati peraturan perundangan yang berlaku pun sudah sangat berbeda. Partai
diatur oleh UU No 2/2011, sementara ormas diatur dalam UU No 8/1985,” katanya.
Terkait dengan munculnya Partai Nasdem, Surya menyatakan, partai itu berbeda
dengan Ormas Nasdem.
Surya mengklaim, ormas Nasdem bukanlah organisasi yang berorientasi kepada
kekuasaan melainkan pengabdian.
“Ormas jelas tidak punya hak jalankan konstitusi, dalam artian buat UU, ubah
UU. Sedangkan kita perannya terbatas, sifatnya pengabdian. Kalau anda ingin
perjuangkan sesuatu, ingin buat Undang-undang, pilih Presiden, buat
Undang-undang baru, itu hak prerogatif yang dimiliki parpol. Kita tidak bisa
itu,” katanya.
Dia melanjutkan, secara jelas partai adalah partai, ormas adalah ormas.
Surya berpendapat, tidak ada kaitannya legalitas formalitas dalam struktural
antara Partai Nasdem dengan Ormas Nasdem.
“Kenapa kita harus dipaksa untuk katakan ini tidak ada bedanya. Memang bangsa
yang sedang sakit, approaching pertama kita pasti negatif dan positif
belakangan. Ini yang ingin coba kita perbaiki,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Surya Paloh mengaku, dirinya masih loyal terhadap Partai
Golkar.
Surya mengungkapkan, hal itu bisa terjadi karena tidak ada benturan antara
dirinya sebagai anggota partai politik dengan dirinya sebagai Ketua Umum Ormas Nasdem.
“Bagi saya hari ini, memangnya saya anggota partai apa. Toh, saya masih Partai
Golkar. Saya yakin ormas Nasdem ini bukan partai politik,” katanya.
Surya menilai, adanya desakan dari elit Partai Golkar yang menginginkan dirinya
keluar dari ormas Nasdem itu agak berlebihan.
Surya mencatat, partai yang secara signifikan menarik kadernya dari Nasdem
adalah Golkar.
“Pendekatan politik saya kira tidak harus selamanya dilakukan dengan pendekatan
matematika dan sistematika. Pendekatan berpolitik juga harus berikan ruang, art
of politics,” katanya. [W-12]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Aiptu Sitorus Resmi Ditahan Di Rutan Bareskrim
Hun Sen dan Fidel Ramos Tiba Di Makassar
BBM Mahal, Eropa Beralih Ke Energi Angin
Dahlan: Gaji Outsourcing 10% Di Atas UMP
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
