SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Mei 2013
Pencarian Arsip

Surya Paloh: Bertahan atau Keluar dari Nasdem
Sabtu, 30 Juli 2011 | 6:28

Surya Paloh [google] Surya Paloh [google]

[JAKARTA] Ketua Umum ormas Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh mempersilakan anggotanya yang merupakan kader partai politik atau ormas lain untuk menentukan sikap. Yakni, bertahan atau keluar dari ormas Nasdem.

Surya mengemukakan, ormas yang lahir pada 1 Februari 2010 memberikan pilihan berorganisasi, berpartai atau berpolitik adalah bebas dan tidak ada paksaan.

“Nasional Demokrat menjunjung tinggi kebebasan berserikat yang dijamin UUD 1945 yang diatur dalam pasal 28. Bahwa setiap warga negara bebas menentukan hak sipil politiknya untuk bergabung atau tidak dengan organisasi manapun," katanya, di Jakarta, Jumat (29/7).

Surya menerangkan, peraturan perundangan yang dipahaminya sejauh ini tidak melarang anggota partai politik manapun untuk aktif di ormas tertentu.

“Mencermati peraturan perundangan yang berlaku pun sudah sangat berbeda. Partai diatur oleh UU No 2/2011, sementara ormas diatur dalam UU No 8/1985,” katanya.

Terkait dengan munculnya Partai Nasdem, Surya menyatakan, partai itu berbeda dengan Ormas Nasdem.

Surya mengklaim, ormas Nasdem bukanlah organisasi yang berorientasi kepada kekuasaan melainkan pengabdian.
“Ormas jelas tidak punya hak jalankan konstitusi, dalam artian buat UU, ubah UU. Sedangkan kita perannya terbatas, sifatnya pengabdian. Kalau anda ingin perjuangkan sesuatu, ingin buat Undang-undang, pilih Presiden, buat Undang-undang baru, itu hak prerogatif yang dimiliki parpol. Kita tidak bisa itu,” katanya.

Dia melanjutkan, secara jelas partai adalah partai, ormas adalah ormas.

Surya berpendapat, tidak ada kaitannya legalitas formalitas dalam struktural antara Partai Nasdem dengan Ormas Nasdem.
“Kenapa kita harus dipaksa untuk katakan ini tidak ada bedanya. Memang bangsa yang sedang sakit, approaching pertama kita pasti negatif dan positif belakangan. Ini yang ingin coba kita perbaiki,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Surya Paloh mengaku, dirinya masih loyal terhadap Partai Golkar.

Surya mengungkapkan, hal itu bisa terjadi karena tidak ada benturan antara dirinya sebagai anggota partai politik dengan dirinya sebagai Ketua Umum Ormas Nasdem.

“Bagi saya hari ini, memangnya saya anggota partai apa. Toh, saya masih Partai Golkar. Saya yakin ormas Nasdem ini bukan partai politik,” katanya.

Surya menilai, adanya desakan dari elit Partai Golkar yang menginginkan dirinya keluar dari ormas Nasdem itu agak berlebihan.
Surya mencatat, partai yang secara signifikan menarik kadernya dari Nasdem adalah Golkar.

“Pendekatan politik saya kira tidak harus selamanya dilakukan dengan pendekatan matematika dan sistematika. Pendekatan berpolitik juga harus berikan ruang, art of politics,” katanya. [W-12]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN