SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip

Sulit Transportasi, Harga Bahan Pokok di Yogyakarta Tinggi
Jumat, 12 November 2010 | 17:00

[YOGYAKARTA] Pasca erupsi Merapi 26 Oktober lalu dan hujan abu serta kerikil hebat pada Sabtu (30/10) lalu, jalur-jalur utama transportsi menuju dan keluar Kota Yogyakarta sempat terganggu. Akibatnya pasokan bahan pokok ke kota tersendat. Akibatnya, komoditas bahan pangan merambat naik khususnya karena kebutuhan yang tinggi untuk konsumsi pengungsi, sejumlah pasar tradisional sempat kehabisan stok.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) DIY, Ir Surendro, Jumat (12/11) menjelaskan, kenaikan harga juga dipicu tidak lancarnya distribusi barang terutama dari dan menuju daerah rawan bencana yang juga terkendala masalah angkutan karena hingga saat ini masih banyak kawasan yang belum bisa dilalui karena daerah tersebut masih berbahaya untuk dilewati.

Bahkan hingga kini, jalur Yogyakarta-Magelang masuh tertutup abu vulkanik yang terus-menerus tersembur dari puncak Merapi. Kendaran berat seperti truk, banyak yang mengurungkan niatnya melintasi jalan utama tersebut.

“Kalau hanya mengandalkan pasokan dari dalam, saya kita tidak mencukupi, pasalnya saat ini pemerintah juga harus menyediakan kebutuhan bahan pangan bagi puluhan ribu pengungsi yang tentunya tidak sedikit jumlahnya, seperti beras, gula pasir, minyak goreng dan telur,” kata Surendro.

Khusus untuk komoditi beras, untuk DIY  tidak perlu khawatir karena DIY mengalami surplus beras. Namun berdasar survei, dalam beberapa hari terakhir, harga beras dan daging mengalami kenaikan. Beras IR I Rp 6.770 per kilogram, IR II Rp 6.300 per kilogram, sedangkan daging sapi pada kisaran Rp64.700 per kilogram sampai Rp 65 ribu, daging ayam broiler Rp24.300 per kilogram dan daging ayam kampung Rp 45.300 per kilogram.

Komoditas naik cukup signifikan antara lain, gula pasir lokal Rp 10.433 per kilogram menjadi Rp 10.500 per kilogram, telur ayam ras Rp 14.800 per kilogram  menjadi Rp 15.500 per kilogram dan cabai merah keriting Rp 19.000 per kilogram menjadi Rp 20.500 per kilogram. "Kenaikan gula, telur dan cabai tersebut karena banyaknya permintaan dari konsumen sementara distribusinya terhambat," katanya.

Selain itu, harga sayuran seperti bayam, sawi, kol kembang, brokoli, wortel, kendang dan kacang-panjang, rata-rata mengalami kenaikan Rp 500 hingga Rp 1.000. [152]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN