Sulit Identifikasi Korban Sukhoi dengan Sidik Jari
Jumat, 11 Mei 2012 | 16:37
Identifikasi sidik jari korban [google] [JAKARTA]
Direktur Eksekutif Komite Disaster Victim
Identification (DVI) Indonesia Kombes Pol Anton Castilani mengatakan upaya
melakukan identifikasi jasad korban pesawat Sukhoi Super Jet 100 akan susah
jika menggunakan sidik jari korban.
"Ada 10 kantong jenazah yang di lokasi saat ini, kondisi jenazah belum
diketahui. Tapi sepertinya akan susah identifikasi menggunakan sidik
jari," kata Anton di Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Jumat.
10 kantong mayat yang ada di lokasi belum tentu isinya 10 jenazah.
"Saat ini DNA keluarga korban yang ada di DVI baru 29 orang,"
katanya.
Hal yang senada dikatakan Kepala Basarnas Daryatmo bahwa saat korban kecelakaan
pesawat Sukhoi Supet Jet 100 di Gunung Salak Bogor pada hari Rabu (9/5) belum
diketahui identitasnya.
"Untuk sementara waktu para korban akan kita dimasukkan kantong jenazah.
Sekarang jenazahnya belum diangkat ke helipad di Cijeruk, masih di
lokasi," kata Daryatmo.
Evakuasi para korban akan dilaksanakan secara maksimal oleh Basarnas, TNI AU,
TNI AD, TNI AL, Polri dan masyarakat, katanya.[Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Uskup Agung Semarang Keberatan Fotonya Digunakan Kampanye Pasangan Hadi-Don
