Sukhoi Superjet 100 Diharapkan Angkat Industri Penerbangan Rusia
Kamis, 10 Mei 2012 | 15:44
Pesawat Sukhoi Superjet-100 [google] [MOSKWA] Superjet
Sukhoi 100, pesawat jet Rusia jatuh di Indonesia, adalah pesawat penumpang
merek baru buatan Rusia. Pembuatan pesawat itu dalam upaya untuk mengangkat
industri penerbangan sipil Rusia, pasca krisis Soviet. Pesawat itu sangat
penting bagi masa depan Rusia untuk menjadi pemain utama dalam pasar
penerbangan modern dan meningkatkan citra dalam industri penerbangan.
Akan tetapi kecelakaan terbaru di Indonesia akan semakin
menghapuskan harapan Rusia untuk menjadi pembuatan pesawat paling banyak
digunakan dan dipercaya. Padahal, Superjet sedang melakukan tour promosi ke
enam negara Asia bertujuan mendongkrak penjualan.
Superjet merupakan produsen pesawat penerbangan jarak
menengah. Superjet Sukhoi membawa hingga 98 penumpang untuk jarak tempuh sampai
4.600 kilometer.
Superjet merupakan pesaing langsung produsen pesawat serupa
Embraer (Brazil) dan Bombardier (Kanada).
Superjet baru menjalankan penerbangan komersial pertama,
tahun lalu dan kecelakaan di Indonesia dipastikan menjadi bencana bagi produsen
Superjet Sukhoi, yang dibuat oleh pembuat pesawat legendaris Rusia, Sukhoi.
Dimana, pada era jet Soviet, Rusia telah memiliki catatan buruk sering
mengalami kecelakaan pesawat.
Sejauh ini produksi pesawat Superjet telah diterbangkan oleh
dua maskapai penerbangan Aeroflot Rusia dan maskapai penerbangan Amenia,
Armavia. Superjet melakukan penerbangan
komersil pertama dioperasikan oleh Armavia pada April 2011, diikuti Aeroflot
pada akhir tahun lalu.
Demonstrasi di Indonesia merupakan bagian dari rangkaian tur
promo di Asia. Tur dimulai pada 3 Mei di Kazakhstan dan Pakistan. Setelah
Indonesia, pesawat itu direncanakan melakukan penerbangan di Laos dan Vietnam.
Indonesia telah ditetapkan untuk menjadi salah satu klien Sukhoi terbesar.
Agustus 2011, perusahaan pengangkutan regional, PT Sky
Aviation, setuju membeli 12 pesawat dan Maskapai penerbangan Kartika juga
setuju membeli 30 Superjet. Pengiriman pesawat akan dimulai tahun ini.
Perusahaan Superjet merupakan perusahaan patungan antara
Sukhoi dan Alenia Aeronautica, asal Italia. Alenia memiliki 25 persen dan satu
persen di Pesawat Sipil Sukhoi, salah satu unit pengembangan pesawat jet
Sukhoi. Alena juga memiliki saham 51 persen Superjet Internasional, yang
menangani penjualan pesawat.
Dalam rekam jejak Superjet Sukhoi, kecelakaan
paling dramatik sejauh ini ketika sebuah pesawat mengalami kecelakaan kecil
ketika sedang terbang oleh Aeroflot. Tiga hari lalu, Superjet Sukhoi hampir
mengalami gagal mendarat di landasan pacu di pusat kota Rusia Kazan, meski
tidak ada korban luka. Superjet Sukhoi Aeroflot pertama pernah diskor beberapa
minggu karena masalah pendingin ruangan. [AFP/D-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Penghargaan Untuk Sebuah Ketidaknyamanan
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
