SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 29 Juli 2014
Pencarian Arsip

Sudetan Kali Ciliwung Telan Rp 500 Miliar Lebih
Senin, 21 Januari 2013 | 15:14

Luapan air Sungai Ciliwung [SP/Luther Ulag] Luapan air Sungai Ciliwung [SP/Luther Ulag]

[JAKARTA]  Kementerian Pekerjaan Umum memperkirakan alokasi anggaran untuk membangun sudetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur sekitar Rp500 miliar lebih dan ditargetkan selesai sebelum 2014.

"Berdasarkan rapat tadi pagi jam 08.00 WIB dengan Presiden anggarannya sekitar itu dan harus sudah dimulai tahun ini dengan sumber dari APBN," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto kepada pers usai membuka Rapimnas Gapensi 2013 di Jakarta, Senin (21/1).

Djoko menjelaskan, program sudetan Sungai Ciliwung itu karena ternyata debit air yang mengalir KBT saat banjir Jakarta beberapa hari lalu kapasitasnya masih di bawah kemampuan KBT, sementara untuk Kanal Banjir Barat sudah berlebih.

"Karenanya ada pemikiran bagaimana kalau beban Sungai Ciliwung juga dialihkan ke KBT," katanya.

Sudetan tersebut, kata Djoko, adalah salah satu dari sekian program yang sudah disiapkan pemerintah hingga 2017/2018 untuk mengatasi dampak banjir di Jakarta, mulai dari normalisasi 13 sungai hingga lainnya.

"Anggaran untuk sudetan ini, tentu juga harus dialokasikan lagi karena program lainnya sudah dan sedang akan berjalan," katanya.

Untuk itu, pihaknya, kini sedang menyiapkan tim guna menyusun detil desain dari sudetan tersebut.

"Dari paparan di depan Presiden RI kemarin, ada dua pilihan gorong-gorong di bawah jalan yakni dengan diameter 2,5 meter, berjejer empat atau empat meter berjejer dua," katanya.

Konsepnya, kata Djoko, sudetan itu nantinya sekitar satu meter di bawah jalan.

Tak jamin Menteri PU Djoko Kirmanto menyatakan pemerintah tidak menjamin Jakarta akan bebas dari banjir hingga beberapa tahun mendatang karena program normalisasi sejumlah sungai dan lainnya tuntas 2017-2018.

"Kendati program ini selesai pada 2017/2018, Jakarta tak dijamin bebas banjir," kata Djoko.

Apalagi, kata Djoko, tak ada satupun kota-kota besar di dunia yang mutlak bebas banjir, apalagi untuk Jakarta yang garis permukaannya di bawah air laut.

Namun, tegasnya, pihaknya bersama pemerintah daerah telah menyusun serangkaian program, mulai dari normalisasi sejumlah sungai di Jakarta, hingga revitalisasi situ dan embung.

"Jadi, ada bagian pusat dan pemda DKI. Total anggaran hingga 2016 sekitar Rp6,9 triliun dengan sasaran mengurangi titik genangan sebanyak 67 titik dari total 78 titik," katanya.

Djoko memberikan contoh, untuk pekerjaan normalisasi dari 13 sungai yang ada, beberapa sungai tanggung jawab pusat adalah, Kali Angke, Kali Pasangrahan, Kali Krukut, Kali Ciliwung, Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat dan Kali Cakung.

Untuk kewenangan Pemda DKI Jakarta, antara lain, Kali Sekretaris, Kali Grogol, Kali Cideng, Kali Baru Timur.

Tidak hanya itu, kata Djoko, saat ini juga sedang dalam proses lelang dengan anggaran pinjaman Bank Dunia berupa Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI).

"Proyeknya antara lain untuk Cengkareng Drain, Sunter Hilir dan Muara Banjir Kanal Barat dengan total anggaran Rp1,4 triliun," katanya. [Ant/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»