Suara Lain Yang Terbaik
Minggu, 3 Juni 2012 | 11:58
Ariel Peterpan Ratusan bahkan mungkin ribuan penggemar Peterpan sudah
menunggu kebebasan Ariel dari balik jeruji. Tidak hanya penggemar, empat
teman terdekat Ariel yakni Uki, Lukman, Reza, dan David pun tak sabar
menunggu momen sang sahabat menghirup udara kebebasan. Untuk mengisi
masa-masa penantian, sebuah album pun tercipta. Album penantian itu
bertajuk Suara Lainnya.
Suara Lainnya hadir untuk mengobati kerinduan penggemar pada karya
Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David. Tetapi bukan hanya penggemar saja
yang rindu pada mereka. Ternyata lima pemuda yang kini tengah vakum
sementara pun rindu menyapa para penggemar di Tanah Air. Karena itulah
album intrumental dalam kemasan kolosal, elegan, dan megah
dipersembahkan untuk para sahabat Peterpan.
Album instrumental pertama milik Ariel dan kawan-kawan ini berisi 10
lagu terbaik Peterpan. Pemilihan 10 lagu terbaik berasal dari
kesepakatan Ariel, Uki, Reza, David, dan Lukman. Lagu-lagu terbaik
diambil dari album Kisah 2002 Malam (2002), Taman Langit (2003), Bintang
di Surga (2004), Ost Alexandria (2005), Hari yang Cerah (2007), dan
kompilasi Sebuah Nama Sebuah Cerita (2008).
Meskipun berisi lagu-lagu lama milik Peterpan, bukan berarti album ini
tidak menjual. Justru kehadiran album unik tanpa adanya suara sang
vokalis Ariel menjadi daya pikat sekaligus misteri tersendiri. Sepuluh
lagu terbaik Peterpan diubah drastis oleh David, Lukman, Uki, dan Reza.
Lewat tangan empat musisi inilah lagu hits Peterpan terdengar lebih
klasik dan mewah.
Sepuluh lagu di album Suara Lainnya hadir dengan konsep grande atau
mewah lengkap dengan iringan Saunine Orkestra. Lagu Peterpan yang
dasarnya bergenre pop rock diubah menjadi pop jazz klasik. Selain
menambahkan unsur klasik lewat iringan pemain orkestra, di album Suara
Lainnya turut hadir kelompok musik tradisional Sunda Karinding Attack.
Kolaborasi musik tradisional dan klasik bisa dinikmati dalam dua lagu
berjudul Sahabat dan Dibelakangku.
Album yang resmi dirilis pada Mei 2012 dengan harga jual Rp 50.000
(format CD) dan Rp 100.000 (edisi premium CD dan VCD) menghadirkan
alunan intrumental lagu berjudul Di Atas Normal, Cobalah Mengerti, Kota
Mati, Sahabat, Walau Habis Terang, Dibelakangku, Melawan Dunia, Langit
Tak Mendengar, Taman Langit, Bintang Di Suraga, dan Dara.
Sebagai pembuka lagu Di Atas Normal hadir megah lengkap dengan sentuhan
manis piano tangan David. Lantunan indah piano disambut dengan petikan
gitar Uki dan gebukan ritmis dari Reza. Pada lagu Cobalah Mengerti, Uki
dan kawan-kawan memberanikan diri mengajak vokalis Geisha. Momo diminta
menyanyikan lagu yang aslinya bernuansa pop rock menjadi sangat slow.
Tafsir vokal Momo Geisha di lagu ini mengubah drastis warna aslinya.
Kehangatan vokal Momo melebur dalam kekuatan makna lirik cinta Cobalah
Mengerti.
Untuk sentuhan jazz bisa dinikmati pada lagu Walau Habis Terang. Di sini
unsur smoth jazz hadir dengan balutan elemen nada akustik. Saat
mendengar lagu ini seolah kita dibawa dalam petualangan jazz nan ringan
yang menghayutkan.
Usai menikmati sentuhan jazz hadir pula instrumen suling padang dan
saluang musik Gregorian dan Celtic pada lagu Dibelakangku. Kolaborasi
cerdas dan unik musik tradisional dan folk pop rock mengubah total warna
asli Dibelakangku yang ngerock.
Tidak hanya Momo Geisha, di album Suara Lainnya juga hadir tangan dingin
penggesek biola Idris Sardi. Sayatan biola mautnya hadir di sepanjang
lagu dengan imbuhan lembut piano David. Bisa dibilang lagu ini sebagai
pembius di kala tengah menahan rindu pada sosok Nazriel Ilham.
Dari antara 10 lagu terdapat satu lagu tambahan yang tak lain menjadi
single baru Ariel. Single berjudul Dara tercipta saat sang vokalis masih
berada di balik jeruji. Ide murni lagu Dara berasal dari Ariel yang
gelisah ingin berkarya. Lagu dengan lirik jujur ini sebelumnya berjudul
Maya. Namun saat masuk dalam album Suara Lainnya, Ariel dan teman-teman
sepakat mengubah Maya menjadi Dara.
Sementara untuk judul album, Uki dan kawan-kawan sepakat memakai nama
Suara Lainnya. Judul tersebut mengandung arti bahwa lima pemuda yang
dulunya tergabung dalam Petepan masih bisa berkarya meskipun dipisahkan
oleh ruang dan waktu. Bila biasanya untuk menciptakan dan membuahkan
karya personel band harus bersatu. Namun khusus untuk Ariel, Uki,
Lukman, Reza, dan David bersatu hanya cukup dalam jiwa dan semangat
saja. Kehadiran album Suara Lainnya sekaligus membuktikan bahwa lima
musisi yang pernah bergabung dalam Peterpan belum mati karya.
" Album ini seperti pemanasan untuk kami sambil menunggu kepulangan
Ariel ke tengah-tengah sahabatnya. Meskipun saat proses penggarapan
Ariel tidak ada. Semangat dan ide-ide kreatifnya tetap menyertai kamu,"
lontar Uki saat jumpa pers konser Tanpa Nama sekaligus peluncuran album
Suara Lainnya, di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, akhir pekan lalu.
[Elvira Anna Siahaan]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Mantan Kasdam Jaya Akan Beli Kembali Lahan yang Dieksekusi
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Gadis Remaja Diperkosa 5 Anggota Geng Motor
