Soal Menteri Urus Parpol, SBY Dinilai Hanya Beri Peringatan
Jumat, 20 Juli 2012 | 15:18
Nurul Arifin [Antara] [JAKARTA] Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Nurul
Arifin mengemukakan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
kepada menteri yang tidak bisa membagi waktu kerja sebagai pengurus
parpol merupakan peringatan. Pernyataan itu tidak mungkin
memberhentikan para menteri yang terlibat dari jabatannya.
"Pernyataan itu hanya bentuk peringatan saja. Pak
SBY tidak sedramatis itu. Tidak mungkin jika serius meminta mundur. SBY, tidak
sependek itu cara berpikirnya," kata Nurul di Jakarta, Jumat (20/7).
Ia menegaskan Presiden SBY sangat menjaga keseimbangan
antara kerja pemerintah dan kerja partai. Karena itu, ia masih menghormati para
pembantunya yang juga aktif, bahkan ketua umum partai tertentu.
"Menurut saya itu, pernyataannya tidak seekstrem itu.
Pastinya Presiden ingin ada keseimbangan kinerja untuk pemerintahan di samping
kerja untuk partainya juga," ujar anggota Komisi II DPR ini.
Menurutnya,
SBY juga memperhatikan koalisi yang ada selama ini.
SBY tidak berani mendepak anggota koalisi demi kestabilan pemerintahannya.
Di tempat terpisah, Ketua Setara Institute Hendardi
mengemukakan hal yang sama dengan Nurul. Menurutnya, peringatan keras SBY
kepada para menterinya yang terkait kasus korupsi di beberapa kementerian tidak
akan memberikan pengaruh apapun pada pemajuan pemberantasan korupsi.
“Kalau SBY berniat menegakkan etika politik yang bersih,
sebaiknya memberhentikan saja para menteri yang terindikasi korupsi atau tahu
terjadinya korupsi di kementeriannya dan membiarkannya. Apalagi SBY mengaku
memiliki data sahih soal kourpsi. Pakta integritas bisa dijadikan tolak ukur
untuk evaluasi kabinet,” tuturnya. [R-14]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
Ini Dia Kostum Baru Barcelona untuk Musim Depan
Panglima TNI Isyaratkan Pengganti Dirinya KSAD Baru
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Jokowi Makan Bersama Warga Pluit Sambil Bahas Waduk
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
Di Mata Golkar, Menkeu Chatib Basri Itu Neolib
