Situs Candi Muara Jambi Diusul Jadi Warisan Budaya Dunia
Kamis, 24 Mei 2012 | 21:09
Candi Muara Jambi. [gogole] [PALEMBANG]
Pemerintah kini tengah menanti keputusan UNESCO terhadap usulan situs Candi Muaro Jambi di Provinsi Jambi
menjadi salah satu warisan budaya dunia.
“Pemerintah sudah mengusulkan secara resmi ke UNESCO,
” kata Nurhadi Rangkuti Kepala Balai Arkeologi Palembang, Kamis (24/5).
Menurut Nurhadi, pemerintah sudah mengusulkan ke UNESCO
sejak dua atau tiga tahun lalu. Sampai kini di kawasan itu terus dilakukan
penelitian dan penggalian.
Untuk menjadi salah satu warisan budaya dunia, situs Candi Muara Jambi yang terletak sekitar 40 km dari kota Jambi tersebut menurut
Kepala Balai Arkeologi Palembang, sangat dimungkin.
“Salah satu syarat untuk bisa ditetapkan sebagai
situs warisan dunia adalah adanya nilai penting dan luar biasa di kawasan itu,”
tambahnya.
Nurhadi Rangkuti menggambar, situs Candi Muara Jambi
yang membentang di tepi sungai Batanghari tersebut luasnya mencapai 12 km
persegi sepanjang 7,5 km.
“Dari hasil rekaman dengan GPS di kawsan itu
tersebar sekitar lebih dari 70 bangunan bata atau manapo. Persebaran
bangunan-bangunan bata memanjang sepanjang kurang lebih tujuh kilometer
mengikuti aliran sungai Batanghari,” katanya.
“Sekarang di situs Muara Jambi seiring dengan
penelitian, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jambi melakukan pemugaran
dan perlindungan terhadap situs Muara Jambi,” kata Nurhadi.
Balai Arkeologi Palembang kin telah mendata, sampai
saat ini telah ditampakkan sebanyak 12 komplek bangunan candi dari bata di
situs Candi Muara Jambi.
Di antaranya adalah Candi Kotamahligai, Candi Kedaton,
Candi Gedung I, Candi Gedung II, Candi Gumpung, Candi Tinggi I, Candi Tinggi
II, Candi Astano, Manapo Cina, Candi Teluk I, Candi Kembarbatu, dan Candi
sialang.
“Sebagian besar candi yang ditampakkan itu dulunya
adalah manapo atau gundukan tanah yang mengandung struktur bata. Sampai
sekarang, masih terdapay lebih dari 60 manapo yang belum dikpuas,” kata
Nurhadi.
Sementara itu mengenai informasi penetapan Pagaralam
sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh Unesco yang tersebar di media
massa, Kepala balai Arkeologi Palembang mengaku belum mengetahuinya.
“Memang sempat ada di situs media online menyebutkan
itu. Tapi setahu kami di Balai Arkeologi belum ada usulan menetapkan Pagaralam
sebagai warisan budaya dunia oleh pemerintah ke UNESCO. Kalau pun ada usula itu
maka cakupan situs tersebut tidak hanya ada di Pagaralam, tetapi juga di
Kabupaten Lahat dan Empat Lawang,” ujarnya.[133]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Rampok Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Diduga Ada Kesepakatan Hitam Ical-SBY
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
Film 'Man of Steel' Cetak Rekor Box Office Juni
