SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 24 September 2014
Pencarian Arsip

Siswa India Ciptakan Alat Anti-Pelecehan Perempuan
Selasa, 31 Januari 2012 | 6:54

Manu Chopra [google] Manu Chopra [google]

[DELHI] Seorang siswa di Ibukota India, Delhi, mengklaim telah  menciptakan alat yang dapat membantu wanita mencegah serangan pelecehan seksual. Alat itu dipakai seperti jam tangan dan dapat menyetrum orang yang mencoba menyerang.

Alat  anti pelecehan ini akan aktif bila denyut nadi korban meningkat. Manu Chopra (16), mengatakan, ia ingin menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberikan kenyamanan kepada wanita di jalan-jalan.

Sebagian besar kawasan di India, termasuk Delhi, tidak aman bagi wanita. Banyak wanita yang membawa penyemprot merica untuk menangkap penyerang. India mencatat, kasus perkosaan tahun 2008 sekitar 22.000 kasus atau naik 18% dari 2004.

Manu mengatakan, sangat memalukan karena perempuan tidak aman untuk keluar pada malam hari. "Bahkan kakak saya pun tidak boleh keluar malam karena tidak aman. Kota ini adalah ibukota negara," kata Manu.

Alat yang disebut Feeble Shock Manu atau alat kejut Manu dibuat dalam enam hari ini dan alat akan dijual 122 rupees (Rp 42.000). Alat ini menyetrum orang yang berniat mencabuli sehingga calon korban bisa lari.

Siswa sekolah GD Goenka itu mengatakan, gagasannya muncul saat membaca tentang kompetisi nasional, yang diselenggarakan Badan Inovasi Nasional.

Badan yang dididirikan pemerintah ini memberikan penghargaan kepada para siswwa atas inovasi dan kreativitas. Produk karya Manu rencananya akan diluncurkan, namun Badan Inovasi India mengatakan, perlu waktu untuk menguji efektivitasnya.

Untuk memastikan keefektivan alat ini, seorang wanita harus menempelkan alat ke badan penyerang. "Alat ini menyetrum orang yang berniat mencabuli sehingga calon korban bisa lari," kata Manu.

Alat ini juga memiliki kamera untuk merekam wajah penyerang. Jadi, apakah dengan alat ini, Manu tidak lagi cemas bila adiknya ke luar rumah? "Adik saya bisa menghadapi laki-laki siapa saja sekarang," katanya. [BBC/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»