SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Mei 2013
Pencarian Arsip

Serangan HIV/AIDS di NTT Perlu Penanganan Secara Serius
Selasa, 31 Januari 2012 | 14:45

Ketua PKBI NTT, Ny Lucia Adinda Lebu Raya [Yoseph Kelen]
Ketua PKBI NTT, Ny Lucia Adinda Lebu Raya [Yoseph Kelen]

[KUPANG] Serangan HIV/AIDS di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu mendapat perhatian serius semua pihak karena jumlah pengidap dan penderita sudah pada tingkat mengkhawatirkan masyarakat daerah ini.  

Menurut Ketua Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) NTT, Ny. Lucia Adinda Lebu Raya,  kepada SP di Kupang, Selasa (31/1)  mengatakan, Masalah yang satu ini bukan main-main lagi, sebab sesuai data yang ada akhir tahun 2011 tercatat 1.335 kasus terdiri atas kasus HIV sebanyak 739 orang dan AIDS sebanyak 596 orang. Dari total 1.335 itu sebanyak 330 orang di antaranya meninggal dunia. Kabupaten yang cukup banyak pengidapnya dan menduduki urutan pertama adalah Kabupaten Belu.  

Menurut Ny. Lucia Adinda Lebu Raya, “ kabupaten yang letaknya berbatasan langsung dengan negara Democratic Timor Leste itu hingga akhir  2011 jumlah kasus HIV sebanyak 336 orang dan AIDS 130 orang dan meninggal 88 orang. Daerah kedua berikut adalah Kota Kupang dengan kasus HIV sebanyak 176 orang dan AIDS sebanyak 78 orang dan meninggal sebanyak 34 orang. Selanjutnya urutan ketiga Kabupaten Sikka dengan jumlah kasus HIV sebanyak 70 orang dan AIDS sebanyak 133 orang dan dinyatakan meninggal 40 orang,” jelas Ny. Lucia.  

Sedangkan Kabupaten Sumba Tengah, Manggarai Timur, Sabu Raijua dan Rote Ndao sejauh ini belum ada kasus, bukan karena tidak ada ODHA, tetapi karena belum ada laporan dari kabupaten tersebut kepada PKBI NTT.   Ny Lucia Adinda Lebu Raya, kembali manyampaikan, untuk mengatasi hal tersebut, selain perhatian serius, juga perlu kerja sama dengan semua pihak baik lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang HIV/AIDS, instansi terkait, maupun media massa. Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk memfasilitasi dan memediasi.  

Sebab tren kasus HIV/AIDS cenderung meningkat dari tahun ke tahun, terutama pada 2009. Kasus HIV/AIDS berdasarkan kelompok terutama pada usia produktif yakni usia 21-45 tahun dan usia di bawah 10 tahun, yakni 0-5 tahun sebanyak 44 orang anak dan 6-10 tahun sebanyak 15 orang.   Sedangkan, kasus HIV berdasarkan pekerjaan, antara lain Ibu Rumah Tangga (IRT), wirausaha, petani, swasta, TKI, PSK, PNS, sopir, ojek, gay, TNI/Polri dan pelajar. Yang paling banyak kasus terjadi pada IRT dengan total mencapai 225 orang.  

Ia menjelaskan kasus HIV/AIDS sudah dilaporkan di hampir seluruh wilayah NTT, dan juga termasuk dari wilayah pedalaman dengan kurangan fasilitas kesehatan serta sarana dan prasarana yang minim membuat penderita HIV/AIDS semakin tidak terkontrol lagi.   Sumber penularan, katanya, sudah ada di daerah dan telah dijumpai kasus HIV/AIDS pada populasi dengan resiko rendahs seperti IRT dan anak-anak. Banyak temuan kasus sudah pada fase AIDS yang mengindikasikan lemahnya deteksi dini.  

Sementara respons penanggulangan AIDS di NTT ditandai dengan Perda Penanggulangan AIDS Nomor 73 Tahun 2007 dan isu HIV/AIDS menjadi bagian dari RPJMD Provinsi NTT tahun 2009-2013.  

Perda ini juga memerintahkan agar membentuk Sekretariat KPA Provinsi NTT yang dipimpin langsung sekretaris penuh waktu, partisipasi masyarakat termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, ketersediaan dan akses layanan konseling dan testing sukarela (VCT) dan dukungan perawatan dan pengobatan (CST), partisipasi SKPD provinsi, memfasilitasi penguatan KPA kabupaten/kota se-NTT. (YOS)    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN