SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 20 September 2014
Pencarian Arsip

Sepanjang Senin, Ambon Diteror Bom Empat Kali
Selasa, 27 September 2011 | 8:34

Masyarakat Kota Ambon tetap beraktivitas meski ada teror bom [SP/Vonny Khouw] Masyarakat Kota Ambon tetap beraktivitas meski ada teror bom [SP/Vonny Khouw]

[AMBON] Sepanjang Senin (26/9) kemarin, Kota Ambon empat kali diteror bom. Untunglah aksi-aksi orang-orang iseng itu tidak memancing emosi warga Ambon yang belum lama ini mengalami konflik berbau SARA (suku, ras, dan antaragama).

Pada Senin pagi, sebuah benda yang diduga bom ternyata hanya pipa kecil berdiameter dua sentimeter ditemukan di trotoar Jalan Raya Pattimura tepatnya di samping Pattimura Park dan depan Gereja Maranatha sekitar pukul 08.00 WIT. Kedua, pada siang hari, bungkusan pakaian di karung plastik di Jalan Telukabessy Ambon juga diduga bom ditemukan warga.

Ketiga, pada malam sekitar pukul 20.15 WIT kembali sebuah bungkusan diduga bom dibuang oleh dua pengendara motor di depan Gereja Anugerah Karang Pajang Kecamatan Sirimau kota Ambon. Dua saksi yang melihat dua pengendara motor yang membuang bom tersebut masing-masing Simon Sinaij dan Stevy Paliama telah dimintai keterangan di Polisi Daerah (Polda) Maluku.

Saksi lainnya Abraham Saite (36) salah seorang tukang ojek yang ikut menyaksikan kepada SP Senin (26/9) malam mengatakan, jalanan sepi ketika pengendara motor bebek tersebut melintasi depan Gereja Anugerah. Mereka kemudian membuang sesuatu ke dalam pagar berseberangan dengan Gereja Anugerah. Rekannya Simon yang berteriak dan mencoba melihat apa yang dibuang, ketika dilihat pipa dan kabel dililit dan dibungkus koran. Langsung Simon melaporkan ke Camat Sirimau. Camat Sirimau kemudian melaporkan ke Polda Maluku. Tak lama kemudian Tim Gegana Polda Maluku mendatangi lokasi dan mengamankan benda tersebut.

Keempat, rupanya kedua pengendara tersebut seusai membuang benda di depan Gereja Anugerah, mereka berjalan melintasi jalan Karang Panjang bawah dan juga membuang benda yang sama di depan rumah salah seorang warga. Karena itu Tim Gegana usai mengamankan benda mencurigakan di depan Gereja Anugerah Ambon, mereka melewati jalan Karang Panjang Bawah dan juga mengamankan benda yang diduga bom tersebut.

Aksi teror ini benar-benar tidak membuat masyarakat kota Ambon terpancing sedikitpun. Bahkan banyak yang menyikapinya biasa-biasa saja. Aktifitas hingga pukul 24.00 tengah malam waktu setempat masih berjalan walaupun di daerah-daerah tertentu memang mencekam.

Tokoh pemuda Natanel Elake mengatakan pelaku teror ini bukan manusia beragama. “Karena itu warga Ambon yang beragama jangan terprovokasi dengan teror-teror semacam ini,” katanya

Natanel mengajak masyarakat membangun komunikasi aktif, terbuka dan jujur  dan bangkit sama-sama melawan ulah provokator yang meneror warga.

Senada dengannya tokoh agama Jacky Manuputty meminta masyarakat untuk menjadi provokator damai. “Kita harus perkuat ketahanan untuk berhadapan dengan mereka-mereka, Ambon tidak lagi boleh terkoyak,” ujarnya.

Terkait empat dugaan bom yang ditemukan Senin (16/9) di Ambon, belum ada keterangan resmi dari aparat baik Polres Ambon maupun Polda Maluku.

Sementara itu Menteri Koordinator (Menko) Kesejaheraan Rakyat (Kesra) dijadwalkan tiba Selasa (27/9) pagi ini untuk meninjau langsung kondisi pengungsi maupun melakukan rapat koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda). [156]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»