Seorang Warga Jakarta Dipastikan Meninggal Dunia Karena Flu Burung
Selasa, 10 Januari 2012 | 15:02
Ilustrasi-flu burung [JAKARTA] Seorang pria berusia 24 tahun, yang meninggal akhir
pekan lalu di Jakarta, dipastikan karena virus flu burung.
"Hasil
tes laboratorium menunjukkan pria itu positif terkena flu burung," kata
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL)
Tjandra Yoga Aditama di Jakarta, baru-baru ini.
Tjandra mengatakan, pria itu terkena virus H5N1 yang ditularkan melalui
unggas peliharaan di sekitar rumah. "Kami mengambil sampel dari unggas di
sekitar rumah korban, dan memeriksa apakah itu terkena virus atau tidak,"
katanya.
Pria itu meninggal Sabtu (7/1) lalu, setelah ditolak rumah sakit rujukan
untuk flu burung di Jakarta. Dua rumah sakit yang sebelumnya melakukan pemeriksaan
menyatakan pria itu mengalami infeksi pencernaan dan demam berdarah. Pria itu
akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit lain.
Kementerian Kesehatan menyatakan, telah memeriksa unggas dan orang yang
pernah melakukan kontak dengan korban, dan memberikan tamiflu untuk mencegah
penularan virus H5N1.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga bekerja sama dengan pihak
terkait, antara lain Kementerian Pertanian, dan Dinas Kelautan dan Perikanan
DKI Jakarta, untuk mencegah penyebaran virus flu burung.
Laki-laki asal Jakarta Utara ini, merupakan korban meninggal akibat flu
burung pertama di Indonesia dan ketiga di dunia tahun 2012.
"Sebelumnya ada korban meninggal di
Cina dan Mesir, laporan dari Indonesia ini yang ketiga," kata Tjandra.
Tahun 2011, jumlah pasien yang terkena flu burung di Indonesia menurun 11
orang dari 60 kasus di dunia. Sedangkan
korban meninggal tercatat sembilan orang, termasuk dua balita di Bali.
Korban flu burung di Indonesia antara 2003-2011 terbanyak di dunia dengan
150 kematian, menurut Organisasi
Kesehatan Dunia, WHO.
Vietnam menyembelih lebih dari 2.500 ayam pekan ini,
setelah beberapa unggas ditemukan mati di sebuah peternakan di Delta Mekong.
Virus flu burung menyebar dari unggas ke manusia melalui kontak langsung.
Namun para pakar khawatir virus akan bermutasi, sehingga penularan antar
manusia lebih cepat dengan potensi pandemi yang dapat menewaskan jutaan orang.
[BBC/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Ada Oknum Komisi I DPR RI Yang Nikmati Uang Sukhoi Yang Jatuh di Gunung Salak
Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Ditemukan dalam Kondisi Baik
Fahri: KPK Gagal Berantas Korupsi Sistemik
Invitasi Bolabasket Alumni SMA se-Jakarta
Biayanya Mahal, Jokowi Tak Akan Pasang Iklan
Pastikan Semua Jenazah Terevakuasi, Tim SAR Sapu Lokasi Jatuhnya Sukhoi
KPK Perpanjang Masa Tahanan Angie
Jokowi Terima Penghargaan TPID Terbaik
Kader Demokrat Masih Juga Menganggap Ani Yudhoyono Layak Jadi Capres
Ketua Umum PGI: Sosialisasikan 4 Pilar Bangsa ke Para Pemimpin Bangsa
