Bentrok TNI-Polri di Gorontalo
Seorang Prajurit TNI Akhirnya Tewas
Kamis, 26 April 2012 | 8:59
Ilustrasi baku tembak antar angkatan. [google] [JAKARTA]
Prada Firman, prajurit Batalyon 221 Kostrad , yang merupakan salah satu korban
bentrokan prajurit TNI dan Polri di Gorontalo, pekan lalu, akhirnya meninggal
dunia, Kamis (26/4).
Menurut
informasi yang diterima SP, Jumat
(26/4) pagi ini, Prada Firman yang menderita luka tembak meninggal dunia di RS
Gorontalo pukul 05.00 WIB. Insiden itu terjadi pada Sabtu (21/4) di Taman Kota
Limboto, Gorontalo.
Peristiwa berawal dari patroli yang dilakukan anggota
Brimob Gorontalo. Rombongan patroli itu lalu dilempari batu.
Entah dari
mana asal mulanya, terdengar suara tembakan yang mengakibatkan enam prajurit
Kostrat menderita luka-luka. Salah satu korban luka tembak itu adalah Prada
Firman, yang akhirnya meninggal dunia pagi ini.
Hari ini,
sekitar pukul 10.00 WIB, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Pandji Suko Hari Yhudo akan menggelar konferensi pers seputar
peristiwa itu.
Menurut sumber SP, Prada Firman
mengalami luka tembak dari peluru tajam, bukan peluru karet, seperti yang
dikabarkan selama ini.
Bahkan, sumber dari kalangan TNI itu berharap Kapolri Jenderal Timor
Pradopo mengusut tuntas kasus ini dan menghukum berat pelaku penembakan agar
tidak menimbulkan keresahan prajurit TNI di lapangan.
“Bukan tidak mungkin, peristiwa ini akan berkepanjangan kalau proses
hukumnya tidak berlanjut,” ujar sumber itu. [O-1]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Rampok Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
FUI Bogor Minta Kejagung Bekukan Ormas LDII
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Massa Bakar Polres Pegunungan Bintang, Papua
Arab Saudi Minta Haji Tahun Ini Ditunda
Diduga Ada Kesepakatan Hitam Ical-SBY
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
