SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 30 Juli 2014
Pencarian Arsip

Bentrok TNI-Polri di Gorontalo

Seorang Prajurit TNI Akhirnya Tewas
Kamis, 26 April 2012 | 8:59

Ilustrasi baku tembak antar angkatan. [google] Ilustrasi baku tembak antar angkatan. [google]

[JAKARTA] Prada Firman, prajurit Batalyon 221 Kostrad , yang merupakan salah satu korban bentrokan prajurit TNI dan Polri di Gorontalo, pekan lalu, akhirnya meninggal dunia, Kamis (26/4).  

Menurut informasi yang diterima SP, Jumat (26/4) pagi ini, Prada Firman yang menderita luka tembak meninggal dunia di RS Gorontalo pukul 05.00 WIB. Insiden itu terjadi pada Sabtu (21/4) di Taman Kota Limboto, Gorontalo.

Peristiwa berawal dari patroli yang dilakukan anggota Brimob Gorontalo. Rombongan patroli itu lalu dilempari batu.  

Entah dari mana asal mulanya, terdengar suara tembakan yang mengakibatkan enam prajurit Kostrat menderita luka-luka. Salah satu korban luka tembak itu adalah Prada Firman, yang akhirnya meninggal dunia pagi ini.  

Hari ini, sekitar pukul 10.00 WIB, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Pandji Suko Hari Yhudo akan menggelar konferensi pers seputar peristiwa itu.  

Menurut sumber SP, Prada Firman mengalami luka tembak dari peluru tajam, bukan peluru karet, seperti yang dikabarkan selama ini.  

Bahkan, sumber dari kalangan TNI itu berharap Kapolri Jenderal Timor Pradopo mengusut tuntas kasus ini dan menghukum berat pelaku penembakan agar tidak menimbulkan keresahan prajurit TNI di lapangan.  

“Bukan tidak mungkin, peristiwa ini akan berkepanjangan kalau proses hukumnya tidak berlanjut,” ujar sumber itu. [O-1]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»