SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 18 September 2014
Pencarian Arsip

Semua Kasus Tabrakan Busway Dilimpahkan ke Kejaksaan
Rabu, 9 November 2011 | 11:50

 Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar [google] Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar [google]

[JAKARTA] Semua berkas kasus kecelakaan, terutama korban tabrakan dengan busway dilimpahkan ke Kejaksaan. Pelimpahan berkas tersebut sebagai prosedur sekaligus tanggung jawab kepolisian karena insiden kecelakaan itu ada korban jiwa.

“Sampai saat ini semua berkas kasus kecelakaan busway di wilayah Ibukota dalam proses pelimpahan ke Kejaksaan. Karena itu memang prosedurnya, berkas harus dilimpahkan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Kombes Pol. Baharuddin Jafar, kepada SP, Rabu (9/11) pagi.

Menurut Jafar, laporan kecelakaan busway telah ditangani oleh Kepolisian setempat dan dilanjutkan dengan penyelidikan sampai tahap penyidikan dengan mengirim berkasnya ke Kejaksaan setempat. Namun, juru bicara Polda Metro ini belum menyebutkan jumlah keseluruhan kasus kecelakaan busway yang ditangani, termasuk pelakunya apakah dalam penahanan kepolisian setempat atau tidak.

Rapor
Sementara itu, Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, Muhammad Akbar mengatakan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan kepada seluruh pramudi (sopir) Transjakarta agar tidak ugal-ugalan saat mengemudikan armada di jalan.

“Manajemen sedang menyiapkan mekanisme penilaian kepada seluruh pramudi. Kami akan melakukan pengawasan harian dan tiap bulan ada rapor. Apabila hasilnya merah tentu akan dipinggirkan,” ujar M Akbar, kepada wartawan, Selasa (8/11).

Bus Transjakarta kembali merenggut korban jiwa, Senin (7/11) malam saat seorang kakek yang akan menyeberang tertabrak bus Transjakarta di persimpangan Bukit Duri, Jatinegara Barat.

Terkait insiden tabrakan ini, Akbar menuturkan, pihaknya belum menerima penjelasan secara rinci. “Saya memastikan jika hasil penyelidikan polisi pramudi itu bersalah tentu akan dikenakan sanksi tegas,” ungkapnya.

Jika pramudi busway terbukti bersalah akan diberhentikan. Tapi, sekali lagi tergantung hasil investigasi dari pihak kepolisian, jelasnya.

Maraknya kecelakaan yang melibatkan armada busway diduga karena sopir sering memacu kendaraannya dengan kecepatan di atas normal. Menanggapi hal itu, Akbar mengatakan, memang tidak seharusnya para sopir busway mengebut meskipun memiliki jalur khusus.

“Saya setuju para pramudi busway harus mengikuti ketentuan membawa armada di jalan. Tapi, perlu dilihat juga ada beberapa faktor yang sebabkan kecelakaan itu,” ujarnya.

Akbar pun berjanji pihaknya akan mengetatkan perekrutan para sopir busway dan setiap harinya para sopir akan diawasi. “Syarat mutlak menjadi pramudi busway harus memiliki SIM B1 umum. Banyak kok sopir Transjakarta yang tertib dan tidak ugal-ugalan saat bertugas di jalan,” tegasnya. [Ant/G-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»