Selama Tahun 2011, Banten Dinyatakan Bebas Flu Burung
Sabtu, 17 Desember 2011 | 3:48
Ilustrasi-flu burung [SERANG]
Sepanjang tahun 2011, Banten dinyatakan bebas dari kasus flu burung. Kendati
demikian, kasus penyebaran virus H5N1 ini masih ditemukan pada sejumlah unggas
di Banten..
Kepala Bidang
(Kabid) Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas
Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Didin Aliyudin, Jumat (16/12) mengatakan,
berdasarkan data Dinkes sejak tahun 2005 hingga 2010 jumlah kasus flu burung di
Banten mencapai 31 kasus. Sebanyak 28 di antaranya meninggal dunia. Tiga di
antaranya bisa disembuhkan. Warga yang paling banyak terserang flu burung itu
berasal dari Kabupaten Tangerang sebanyak 18 orang.
“Untuk kasus flu
burung yang terjangkit ke warga, selama tahun 2011 tidak ditemukan. Kondisi ini
berbeda jauh dengan kondisi selama kurun waktu 2005-2010 di mana 28 orang
dari 31 orang yang terkena flu burung meninggal dunia,” katanya.
Menurut Didin,
banyaknya kasus flu burung yang terjadi di Banten, khususnya di Kabupaten
Tangerang selama 2005-2010, bukan disebabkan karena daerah tersebut banyak
terdapat peternakan, melainkan disebabkan karena sebagian besar masyarakat
memelihara unggas, seperti itik, ayam, dan lainnya.
“Terbukti, dari
kasus yang ditemukan tersebut, tidak ada pengurus peternakan yang terkena.
Karena biasanya justru di peternakan itu ada pengobatan rutin terhadap unggas.
Berbeda dengan masyarakat yang memelihara unggas sendiri, kesadaran tentang
kesehatan hewan peliharaan belum ada,” ujarnya.
Didin menambahkan,
untuk mengatasi kasus flu burung yang menyerang unggas Dinkes Banten berupaya
berbagai cara. Saat ini Tangerang menjadi pilot project dalam
penanggulangan kasus flu burung. Tangerang dipilih menjadi pilot project,
karens kasus flu burung di Banten pertama kali ditemukan di Tangerang dan di
Tangerang pun kasus flu burung tertinggi di Banten.
Sementara itu,
Kasie Surveilan dan Imunisasi Dinkes Provinsi Banten Wahyu Santoso menambahkan,
untuk mewaspadai adanya gejala flu burung, Dinkes Banten menempuh beberapa
strategi, di antaranya selalu memberikan notifikasi terhadap unggas yang
positif terkena gejala flu burung, kemudian melakukan peninjauan sejauh mana
unggas tersebut telah melakukan kontak dengan manusia.
“Berkat berbagai
pola penanganan yang kami lakukan, terbukti pada tahun 2011 ini, kasus flu
burung yang terjangkit ke manusia di Banten nihil. Namun, jumlah kasus pada
unggas tetap masih ditemukan. Untuk itu kami juga berkoordinasi dengan Dinas
Pertanian dan Peternakan untuk mengawasi hewan-hewan unggas agar terhindar dari
flu burung,” kata Wahyu.
Terkait
fasilitas pengobatan flu burung, Wahyu mengatakan, saat ini hanya ada dua Rumah
Sakit (RS) yang memiliki kamar isolasi, yaitu RSUD Serang dan RSUD Tangerang.
Sarana tersebut, memang masih minim, mengingat saat ini Banten berada diurutan
ketiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat dalam penemuan kasus flu burung.
“Untuk di RSUD
Serang ada 2 kamar, dan RSUD Tangerang terdapat 10 kamar isolasi,” ujarnya.
Selain minim
fasilitas, kata Wahyu, di Banten juga masih minim dokter spesialis paru-paru,
di mana dokter tersebut sangat diperlukan ketika ada orang yang tekena gejala
flu burung. [149]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Ada Oknum Komisi I DPR RI Yang Nikmati Uang Sukhoi Yang Jatuh di Gunung Salak
Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Ditemukan dalam Kondisi Baik
Fahri: KPK Gagal Berantas Korupsi Sistemik
Invitasi Bolabasket Alumni SMA se-Jakarta
Biayanya Mahal, Jokowi Tak Akan Pasang Iklan
Pastikan Semua Jenazah Terevakuasi, Tim SAR Sapu Lokasi Jatuhnya Sukhoi
KPK Perpanjang Masa Tahanan Angie
Jokowi Terima Penghargaan TPID Terbaik
Kader Demokrat Masih Juga Menganggap Ani Yudhoyono Layak Jadi Capres
Ketua Umum PGI: Sosialisasikan 4 Pilar Bangsa ke Para Pemimpin Bangsa
