SEA Games XXVI Sukses dengan Banyak Catatan
Rabu, 23 November 2011 | 11:27
Para penari beraksi saat penutupan SEA Games XXVI di stadio Sriwijaya, Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa malam. [SP/Joanito De Saojoao]
[JAKARTA] Indonesia boleh dikatakan sukses sebagai tuan
rumah penyelenggaraan SEA Games XXVI.
Target Indonesia untuk mencapai tiga sukses pada pesta olahraga negara
Asia Tenggara ini akhirnya tercapai. Tidak hanya sukses sebagai tuan rumah,
tapi Indonesia sukses sebagai juara umum, dan sukses dari sisi investasi.
Namun di balik keberhasilan tersebut terdapat sejumlah
catatan yang menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia dalam menggelar sebuah event olahraga berskala internasional
pada masa mendatang.
Menurut anggota Komisi X DPR , Dedi Gumelar, keberhasilan
prestasi yang diraih Indonesia dalam ajang SEA Games 2011 lalu, patut
diapresiasi oleh semua pihak. Dia menilai, di balik itu, masih terdapat
catatan terhadap penyelenggaraan yang dilihat masih terdapat banyak beberapa
kekurangan.
Dedi mencontohkan, adanya korban meninggal dunia pada final cabang olahraga sepakbola SEA Games
2011 antara Indonesia melawan Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno, Senin
(21/11). Menurutnya, hal itu sangat disayangkan, karena ini adalah ajang
internasional yang seharusnya sudah dipersiapkan secara matang, termasuk
masalah penonton.
Hal lain yang menjadi sorotan, adalah masalah pada
penyelesaian venues (tempat pertandingan, red) pertandingan, yang masih
terdapat kekurangan. Dedi mengatakan, catatan itu cukup penting, karena venues
dayung di Cipule hingga berakhirnya event
dua tahunan ini, masih belum rampung.
Venues renang di Palembang, juga
ditemukan terdapat tembok yang retak, dan belum diperbaiki hingga saat ini.
Selain venues, catatan juga terdapat di masalah transportasi di Jakabaring,
Palembang. Dia melihat, usaha pemerintah atau Inasoc untuk menciptakan udara
yang bebas polusi, dengan memakai mobil berjenis BBG (bahan bakar gas), tidak
diimbangi dengan kebijakan yang dibuat, yakni dengan terbatasnya mobil BBG
tersebut.
“Oleh karena itu, Komisi X akan mengundang Menpora untuk
mempertanggungjawabkan itu semua, termasuk masalah penggunaan anggaran.
Meskipun terdapat Inasoc, KONI/KOI, kami melihat tetap Menpora yang
bertanggungjawab terhadap hasil dari SEA Games ini, karena mereka sebagai leading sector,” katanya ketika
dihubungi SP di Jakarta, Rabu
(23/11).
Dedi juga mengatakan, untuk menghindari kejadian serupa,
jika Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah turnamen internasional, hal yang
harus dilakukan adalah, membuat perencanaan anggaran yang baik. Menurutnya,
pada pagelaran SEA Games lalu, kendala anggaran sangat mempengaruhi jalannya
penyelenggaran, seperti pembangunan venues.
“Kedepan harus diperbaiki masalah
anggaran tersebut, dan tidak lagi dapat mengandalkan dari APBN (Anggaran
Pendapatan Belanja Negara), karena memang sudah terencana waktunya, sehingga
tidak dapat menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada,” imbuhnya.
Dalam sambutannya saat upacara penutupan SEA Games XXVI di
Stadion Jakabaring, Palembang, Wakil Presiden Boediono mengatakan, pemenang
sesungguhnya pada SEA Games 2011 adalah seluruh warga Asia Tenggara karena para
atlet berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa telah terjalin persahabatan
sejati di antara negara peserta.
Wapres lebih jauh mengatakan, para atlet,
pelatih dan anggota kontingen sudah memberikan yang terbaik melalui pertarungan
yang berlangsung secara jujur dan adil.
“Saya juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya
kepada KONI, KOI, Inasoc dan seluruh relawan yang bekerja secara maksimal untuk
memastikan seluruh pertandingan berjalan lancar. Terima kasih kepada para
sponsor dan donatur sukarela yang telah bekerja keras,” kata Boediono.
Dalam kesempatan tersebut, Boediono secara khusus juga
menyampaikan ucapan selamat kepada kontingen Indonesia yang tampil sebagai
juara umum untuk pertama kali sejak 1997. Wapres juga secara khusus
menyampaikan ucapan bela sungkawa atas tewasnya dua penggemar sepak bola akibat
terinjak-injak saat berebut masuk ke stadion Gelora Bung Karno Jakarta untuk
menyaksikan pertandingan final sepak bola antara Indonesia dan Malaysia, Senin.
“Di tengah kemeriahan, terdapat kabar duka karena dua pendukung sepak bola
meninggal dunia, atas nama pemerintah dan pribadi kami meyampaikan ucapan bela
sungkawa sedalam-dalamnya,” katanya.
Seperti diketahui, SEA Games XXVI diikuti lebih dari 6.000
atlet dari 11 negara Asia Tenggara tersebut, Indonesia untuk pertama kali sejak
1997, akhirnya kembali tampil sebagai juara umum setelah mengumpulkan 182
medali emas, 151 perak dan 143, jauh melampaui perolehan juara bertahan
Thailand yang berada di peringkat kedua dengan 109 emas, 100 perak dan 120
perunggu.
Menpora Andi Mallarangeng pun mengucapkan selamat kepada
kontingen tuan rumah sekaligus mengucapkan terimakasih kepada semua pihak.
“Alhamdulillah pekan olahraga Asia Tenggara XXVI berjalan dengan lancar dan
sesuai dengan rencana. Sukses penyelenggaran sukses prestasi. Sebagai penyelenggara
SEA Games, kali ini kami mengucapkan rasa terimakasih kepada semua pihak,
Jakarta, Palembang, Ofisial, volunteer, tukang becak, supir bus dan semuanya.
Terutama atlet Indonesia yang telah meraih juara umum. Tanpa kerja keras
semuanya, SEA Games tidak mungkin sukses,” kata Andi.
Sementara itu, upacara
penutupan SEA Games di Palembang dan Jakarta berlangsung meriah.
Di Jakarta,
upacara penutupan SEA Games dihadiri langsung Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.
Sedangkan di Stadion Jakabaring hadir, Wakil Presiden, Boediono. Gubernur DKI
Jakarta, Fauzi Bowo di Monas menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada
warga Jakarta yang telah menjadi tuan rumah yang baik serta mendukung
perjuangan kontingen Indonesia saat berlaga di ajang SEA Games.
Juara umum yang
berhasil dipersembahkan kontingen Indonesia tidak terlepas dari dukungan yang
diberikan seluruh warga Jakarta dan Indonesia pada umumnya.
[HPS/Y-8/133/H-14]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Joe Taslim Raih Adegan Mahal di Fast and Furious 6
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
