SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 19 Juni 2013
Pencarian Arsip

SBY Tak Singgung Pernyataan Mundurnya Agus Marto
Kamis, 2 Agustus 2012 | 8:07

Agus Martowardojo [google] Agus Martowardojo [google]

[JAKARTA] Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menegaskan, tak ada relevansinya antara pernyataan mundurnya Agus Martowardojo sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) dari jajaran Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dengan penolakan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap permohonan pemerintah melalui Menteri Keuangan untuk membeli sisa divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) sebesar 7 persen.  

“Saya menyatakan tidak ada relevansi atau konteksnya Menkeu mundur,” tegasnya di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (1/8).  

Julian pun mengaku belum pernah mendengarkan pernyataan jikalau Agus Martowardojo akan mundur bila kalah dalam pembelian saham perusahaan yang mayoritas dikendalikan pemodal asing itu.  

Dirinya pun menyatakan, pengunduran diri itu belum pernah dibicarakan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Martowardojo. ”Presiden tidak pernah menyinggung soal itu,” ucapnya.  

Adapun, atas putusan MK tersebut, Presiden SBY meminta Agus Martowardojo untuk mentaati apa yang sudah ditetapkan menjadi keputusan. Hal itu, sambungnya, sesuai dengan apa yang pernah dipesankan Presiden SBY ke Menkeu.

“Posisi pemerintah jelas bilamana ada amar keputusan dari lembaga peradilan, MK atau yang lain tentu pemerintah akan mentaati dan menjalankan apa yang menjadi keputusan, termasuk proses-proses selanjutnya,” imbuhnya.  

Kendati demikian, Julian mengatakan, pemerintah akan melihat dan menindaklanjuti soal kekalahan Menkeu tersebut. Ditambahkannya, Presiden SBY pun sudah memanggil Agus Martowardojo untuk meminta penjelasan soal gagalnya pembelian sisa divestasi saham PT NNT sebesar 7 persen itu. [O-2]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN