SBY Sindir Kepala Daerah untuk Tidak Berkampanye
Kamis, 26 April 2012 | 11:16
Presiden SBY [google] [JAKARTA] Dalam mempercepat laju pembangunan nasional,
calon kepala daerah yang sudah terpilih menjadi pimpinan daerah yang baru
diharapkan bisa berhenti untuk tidak berkampanye lagi. Pasalnya, pimpinan
daerah yang sudah memimpin sudah waktunya untuk bekerja untuk membuktikan apa
yang disampaikannya dalam Pemilukada sebelumnya.
Demikian disampaikan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional
(Musrenbangnas) Tahun 2012 dalam Rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2013 dengan tema
Memperkuat Perekonomian Domestik Bagi Peningkatan Dan Perluasan Kesejahteraan
Rakyat di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (26/4).
Musrenbangnas merupakan amanat
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional (SPPN), sebagai puncak dari seluruh rangkaian pembahasan teknis di
tingkat pusat dan daerah. Musrenbangnas Tahun 2012 dihadiri oleh Wakil Presiden
Boediono, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, serta Kapolri Timur
Pradopo, Panglima TNI Agus Suhartono, Kepala BIN Marciano Norman, unsur
pimpinan daerah, unsur legislatif (DPR dan DPD).
Pada pembukaan Musrenbangnas 2012,
Presiden SBY memberikan arahan kepada seluruh menteri, pimpinan lembaga,
provinsi, dan kabupaten/kota untuk melaksanakan program dan kegiatan tahun 2013
dengan sebaik-baiknya dalam mewujudkan prioritas nasional dan mempercepat kemajuan
daerah. Presiden juga memberikan arahan kepada para gubernur, bupati, dan
walikota untuk mendukung pelaksanaan program kementerian/lembaga dalam
pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan nasional, serta percepatan
peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah.
“Saatnya bekerja sangat keras karena tantangan yang
dihadapi tidak ringan. Pengalaman menunjukkan setelah memimpin dimanapun
saudara bertugas, dalam memimpin itu ternyata masalah yang dihadapi jauh lebih
kompleks dibandingkan yang dibayangkan dulu. Tapi, tidak perlu berkecil hati,
tapi laksanakan tugas itu sebaik-baiknya,” tuturnya.
Dalam acara yang ditutup sore ini oleh Wapres Boediono,
Presiden SBY pun menyinggung masih banyak kepala daerah yang belum berhasil
mencapai visinya. “Bagi yang merasa belum optimal dan mencapai sasaran yang
ditetapkan sendiri, saya berharap ada perbaikan dan peningkatan di tahun ini
dan berikutnya,” ujar dia.
Diingatkannya, pada tahun ini bidang ekonomi, kesra, dan
Polhukam memiliki tantangannya tersendiri. Misalnya saja ekonomi dengan
pertumbuhanyan, keamanan APBN dan fiskal, lapangan kerja, infrastruktur, pangan
dan inflasi. Kesra meliputi infrastruktur pendidikan, kesehatran,
pencapaian MDGs, dan kemiskinan. Serta Polhukam meliputi korupsi, kinerja
birokrasi, kekerasan horisontal, ekses dan stabilitas Pemilukada.
“Maka pesan
saya mari kita bereskan urusan tahun 2012 ini, mari, agar 2013 bisa lebih baik
lagi,” pesan SBY yang juga mengatakan jika tahun ini belum sukses dan
mengundurkannya lagi di tahun depan, belum tentu akan sukses.
Khusus untuk APBN 2012, Kepala Negara mengakui, banyak
asumsi yang mengalami perubahan dan itu diluar jangkauan pemerintah, termasuk
harga minyak, harga tukar rupiah, suku bunga, dan lifting minyak. Di mana,
karena proses politik di DPR, membuat APBNP kita bermasalah di mana anggaran
subsidi bisa melonjak dan membuat defisit 3 persen itu melanggar undang-undang.
”Untuk menutup defisit kita bisa saja utang, tapi tak mau karena bisa membebani
anak cucu kita. Itu tidak bisa,” kata SBY yang mengaku tak mempunyai opsi lain
selain mengurangi pemakaian BBM bersubsidi, optimalkan pendapatan negara dan
efisiensi itu.
Dengan demikian, SBY menginstruksikan kepada para menteri
dan gubernur untuk menjaga kesehatan dan keamanan APBNP 2012. Bahkan, dalam
keadaan tidak ada kenaikan harga BBM, volume penggunaan BBM bersubsidi harus
dikurangi secara signifikan. ”Saya sungguh meminta tolong agar apa yang kita
lakukan sekarang dimengerti,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bappenas Armida
S Alisjahbana menuturkan Musrenbangnas kali ini diselenggarakan dalam kondisi
eksternal yang masih belum menentu. Di mana, terdapat empat unsur utama
dalam Musrenbangnas yang merupakan milik seluruh rakyat Indonesia ini,
yakni daya saing, daya tahan ekonomi, peningkatan dan perluasan kesejahteraan
rakyat, serta stabilitas sosial dan politik.
”Dari empat unsur utama tersebut
di atas diharapkan mampu bersinergi dengan potensi kedaerahan,” katanya.
Musrenbangnas merupakan kegiatan yang bertujuan untuk
menyinergikan segala bentuk ide pembangunan yang terlebih dahulu disusun dalam
kegiatan musrenbangprov, di mana tahap musrenbangprov merupakan suatu forum
untuk menyepakati program dan kegiatan prioritas serta indikator dalam RRKPD
Tahun 2013.
Di mana, pada RKP 2013, akan disajikan integrasi program
pemerintah Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia
(MP3EI) dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan
Indonesia (MP3KI). [O-2]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Huawei Ascend P6, Ponsel Cerdas Paling Tipis di Dunia
Pemerintah Ajukan Penundaan Amnesti TKI
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
