SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip

SBY Sindir Kepala Daerah untuk Tidak Berkampanye
Kamis, 26 April 2012 | 11:16

Presiden SBY [google] Presiden SBY [google]

[JAKARTA] Dalam mempercepat laju pembangunan nasional, calon kepala daerah yang sudah terpilih menjadi pimpinan daerah yang baru diharapkan bisa berhenti untuk tidak berkampanye lagi. Pasalnya, pimpinan daerah yang sudah memimpin sudah waktunya untuk bekerja untuk membuktikan apa yang disampaikannya dalam Pemilukada sebelumnya.  

Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2012 dalam Rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2013 dengan tema Memperkuat Perekonomian Domestik Bagi Peningkatan Dan Perluasan Kesejahteraan Rakyat di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (26/4).

Musrenbangnas merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), sebagai puncak dari seluruh rangkaian pembahasan teknis di tingkat pusat dan daerah. Musrenbangnas Tahun 2012 dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, serta Kapolri Timur Pradopo, Panglima TNI Agus Suhartono, Kepala BIN Marciano Norman, unsur pimpinan daerah, unsur legislatif (DPR dan DPD).

Pada pembukaan Musrenbangnas 2012, Presiden SBY memberikan arahan kepada seluruh menteri, pimpinan lembaga, provinsi, dan kabupaten/kota untuk melaksanakan program dan kegiatan tahun 2013 dengan sebaik-baiknya dalam mewujudkan prioritas nasional dan mempercepat kemajuan daerah. Presiden juga memberikan arahan kepada para gubernur, bupati, dan walikota untuk mendukung pelaksanaan program kementerian/lembaga dalam pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan nasional, serta percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah.

“Saatnya bekerja sangat keras karena tantangan yang dihadapi tidak ringan. Pengalaman menunjukkan setelah memimpin dimanapun saudara bertugas, dalam memimpin itu ternyata masalah yang dihadapi jauh lebih kompleks dibandingkan yang dibayangkan dulu. Tapi, tidak perlu berkecil hati, tapi laksanakan tugas itu sebaik-baiknya,” tuturnya.  

Dalam acara yang ditutup sore ini oleh Wapres Boediono, Presiden SBY pun menyinggung masih banyak kepala daerah yang belum berhasil mencapai visinya. “Bagi yang merasa belum optimal dan mencapai sasaran yang ditetapkan sendiri, saya berharap ada perbaikan dan peningkatan di tahun ini dan berikutnya,” ujar dia.  

Diingatkannya, pada tahun ini bidang ekonomi, kesra, dan Polhukam memiliki tantangannya tersendiri. Misalnya saja ekonomi dengan pertumbuhanyan, keamanan APBN dan fiskal, lapangan kerja, infrastruktur, pangan dan inflasi. Kesra meliputi  infrastruktur pendidikan, kesehatran, pencapaian MDGs, dan kemiskinan. Serta Polhukam meliputi korupsi, kinerja birokrasi, kekerasan horisontal, ekses dan stabilitas Pemilukada.

“Maka pesan saya mari kita bereskan urusan tahun 2012 ini, mari, agar 2013 bisa lebih baik lagi,” pesan SBY yang juga mengatakan jika tahun ini belum sukses dan mengundurkannya lagi di tahun depan, belum tentu akan sukses.  

Khusus untuk APBN 2012, Kepala Negara mengakui, banyak asumsi yang mengalami perubahan dan itu diluar jangkauan pemerintah, termasuk harga minyak, harga tukar rupiah, suku bunga, dan lifting minyak. Di mana, karena proses politik di DPR, membuat APBNP kita bermasalah di mana anggaran subsidi bisa melonjak dan membuat defisit 3 persen itu melanggar undang-undang.

”Untuk menutup defisit kita bisa saja utang, tapi tak mau karena bisa membebani anak cucu kita. Itu tidak bisa,” kata SBY yang mengaku tak mempunyai opsi lain selain mengurangi pemakaian BBM bersubsidi, optimalkan pendapatan negara dan efisiensi itu.  

Dengan demikian, SBY menginstruksikan kepada para menteri dan gubernur untuk menjaga kesehatan dan keamanan APBNP 2012. Bahkan, dalam keadaan tidak ada kenaikan harga BBM, volume penggunaan BBM bersubsidi harus dikurangi secara signifikan. ”Saya sungguh meminta tolong agar apa yang kita lakukan sekarang dimengerti,” ungkapnya.  

Sementara itu, Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana menuturkan Musrenbangnas kali ini diselenggarakan dalam kondisi eksternal yang masih belum menentu. Di mana, terdapat empat unsur utama dalam  Musrenbangnas yang merupakan milik seluruh rakyat Indonesia ini, yakni daya saing, daya tahan ekonomi, peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat, serta stabilitas sosial dan politik.

”Dari empat unsur utama tersebut di atas diharapkan mampu bersinergi dengan potensi kedaerahan,” katanya.

Musrenbangnas merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menyinergikan segala bentuk ide pembangunan yang terlebih dahulu disusun dalam kegiatan musrenbangprov, di mana tahap musrenbangprov merupakan suatu forum untuk menyepakati program dan kegiatan prioritas serta indikator dalam RRKPD Tahun 2013.  

Di mana, pada RKP 2013, akan disajikan integrasi program pemerintah Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI). [O-2]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN