SBY Minta Korut Bisa Jaga Perdamaian dan Pertumbuhan Ekonomi Asia
Selasa, 15 Mei 2012 | 11:27
Kim Yong Nam [dailymail] [JAKARTA] Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengharapkan Indonesia dan Korea Utara dapat
saling memberikan sumbangan bagi perdamaian dan juga pertumbuhan ekonomi di
kawasan Asia.
Presiden Yudhoyono saat mengawali pertemuan bilateral dengan Presiden Republik
Demokratik Rakyat Korea Kim Yong Nam di Istana Merdeka Jakarta, Selasa juga
mengatakan hubungan kedua negara yang sudah terjalin dengan baik bisa ditingkatkan.
"Kami sangat senang dan dapat kehormatan atas kunjungan kembali ke
Indonesia. Hubungan kita baik, memiliki sejarah yang panjang. Kunjungan Yang
Mulia kali ini jadi tonggak sejarah baru untuk peningkatan kerja sama dan
kemitraan kedua negara di masa mendatang," tegas Presiden.
Presiden menambahkan,"saya ingin dengar (masukan dari Yang Mulia-red) apa
yang kita dapat lakukan untuk memastikan kawasan dunia, kawasan Asia Pasifik
ini jadi kawasan yang damai, kemudian juga semakin tumbuh".
Presiden Yudhoyono Selasa pagi di Istana Merdeka Jakarta menerima kunjungan
kehormatan Presiden Kim Yong Nam.
Presiden Korut tiba di Istana Merdeka pukul 10.00 WIB disambut oleh Presiden
Yudhoyono dan langsung mengikuti upacara kehormatan.
Presiden Korea Utara melakukan kunjungan ke Indonesia sejak 13 Mei hingga 16
Mei 2012, kunjungan tersebut memenuhi undangan Presiden Yudhoyono sebelumnya.
Bagi Presiden Kim Yong Nam, kunjungan ke Indonesia ini merupakan yang ketiga
kalinya dalam kapasitas sebagai Presiden RDRK. Dalam kunjungan kali ini,
didampingi oleh tiga orang anggota delegasi setingkat menteri. Selama di
Indonesia, Presiden Kim Yong Nam selain melakukan pertemuan bilateral dengan
Presiden Yudhoyono juga akan mengikuti jamuan santap malam kenegaraan.
Presiden Kim Yong Nam telah dijadwalkan pula untuk bertemu dengan Ketua MPR
Taufiq Kiemas, Ketua DPR Marzuki Alie, dan Wakil Presiden Boediono.
Sebelumnya, Staf Khusus Presiden bidang hubungan Internasional Teuku Faizasyah
mengatakan pertemuan Yudhoyono dengan Presiden Kim Yong Nam akan menjadi
kesempatan baik bagi kedua negara untuk mempererat persahabatan kedua bangsa.
Selain membahas langkah-langkah untuk memperkuat kerja sama bilateral,
kesempatan pertemuan bilateral Yudhoyono dengan Presiden Kim Yong Nam akan dimanfaatkan
untuk membahas masalah geopolitik di kawasan.
Saat menyambut kedatangan Presiden Korea Utara, Presiden Yudhoyono didampingi
oleh sejumlah menteri antara lain tiga menko, Menperin MS Hidayat, Mendag Gita Wirjawan, Menlu
Marty Natalegawa, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kapolri
Jenderal Polisi Timur Pradopo dan sejumlah pejabat lainnya. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Fathanah Perkenalkan Satu Lagi Istilah Korupsi
Fathanah Ajak Maharani Berhubungan Intim
Kayak Menteri Saja, Luthfi Hasan Janjikan Penambahan Kuota Impor Sapi
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Ahmad Fathanah Akui Curi Dokumen KPK
Gadis ABG Diperkosa Pamannya Sendiri
Luthfi: Swasembada Itu Ancam Ketahanan Daging
Tokoh Muda NU Galang Petisi Tolak Award Terhadap SBY
