SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 17 Mei 2012
Pencarian Arsip

Polisi Masih Kejar OPM

SBY Diminta Lobi Inggris Pulangkan Tokoh OPM
Jumat, 19 Agustus 2011 | 11:37

Presiden SBY [google] Presiden SBY [google]

[JAYAPURA] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta segera melakukan diplomasi dengan pemerintah Kerajaan Inggris supaya menangkap tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk dipulangkan ke Negara Indonesia dalam rangka memperanggungjawabkan aksi kekerasan di Polsek Abepura pada tanggal 7 Desember 2000 yang telah menewaskan seorang aparat kepolisian dan melukai sejumlah anggota lainnya.

Ini dikatakan Koordinator Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Papua Peduli Rakyat, Gabriel B kepada wartawan di Prima Garden Cafe, Jumat (19/8) siang. Dalam keterangan tersebut Gabriel ditemani sekitar 20-an mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swata di Jayapura.

“Kepolisan  Republik Indonesia melalui Kapolda Papua segera menangkap kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang selama ini melakukan penghasutan kepada masyarakat Papua untuk melakukan penghasutan kepada  masyarakat Papua untuk melakukan aksi menuntut merdeka  karena sangat  bertentangan dengan Undang-Undang yang berlaku di Negara Indonesia,” ujarnya.

Dikatakan,  pihak  Kesbang Pol Papua dan Kapolda Papua agar segera memeriksa  keabsahan  pendirian  organisasi KNPB  dan segera dibubarkan  karena KNPB adalah organisasi separatis yang misinya bertentangan aturan tentang organisasi kemasyarakatan.

Gabriel juga  meminta Kapolda mengungkapkan pelaku-pelaku aksi pembunuhan di Nafri, penembakan  mobil di tanah Hitam dan pembunuhan serta pembakaran mobil di Skyline dan masih banyak aksi separatis yang terjadi di daerah pegununungan.

Selain itu, mereka juga meminta TNI dan Polri segera membentuk tim Gabungan untuk membersihkan Kota Jayapura dari serangkain anarkis-anarkis  yang sedang dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata yang pada akhir-akhir ini meresahkan
masyarakat Kota Jayapura.

“Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Papua Peduli Rakyat meminta masyarakat Papua dan Papua Barat agar bersama-sama menciptakan Papua sebagai Tanah Damai dan mendukung pemerintah dengan semua kebijakan yang bertumpu pada kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan pembangunan di Papua,” ujarnya.

Dany Kogoya Dikejar
Sementara itu, secara terpisah, Kapolresta Jayapusa AKBP Imam Setiawan mengatakan, pihaknya sedang menejar pelaku penembakan di Kampung Nafri I dan II.

"Dalam waktu dekat ini sketsa wajah pimpinan pelaku penembakan Danny Kogoya beserta 19 pengikutnya termasuk salah seorang pelaku bernama Lambert Siep yang diketahui sebagai Kepala Bagian Operasi di wilayah Kota Jayapura akan diterbitkan dalam bentuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan akan disebar ke seluruh penjuru.
 
Kelompok sipil bersenjata ini, kata dia, sudah menunjukkan eksistensinya. "Dokumen-dokumen yang sudah kita temukan, ternyata mereka ini adalah kelompok TPN/OPM pimpinan Danny Kogoya yang selama ini mengganggu ketertiban umum yang akibatnya banyak korban,"ujarnya [154]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

samuel.wamaer | 6:34pm Aug 19, 2011

PEMERINTAH INGGRIS BUKAN BODOH SEPERTI GABRIEL DGN ORGANISASI YG DIPIMPINNYA YG SEGAMPANG ITU UNTUK MENURUTI PERINTAH PEMERINTAH INDONESI,GABRIEL INI ANAK BARU KEMAREN YG CARI MUKA AGAR DAPAT PUNYA NAMA DI NKRI BELIAU TIDAK MENGERTI TENTANG PERJUANGAN DARI OPM,ORGANISASI SEPERTI OPM BUKAN CUMA DI INDONESIA TETAPI ADA DISELURUH DUNIA.




AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN