Polisi Masih Kejar OPM
SBY Diminta Lobi Inggris Pulangkan Tokoh OPM
Jumat, 19 Agustus 2011 | 11:37
Presiden SBY [google] [JAYAPURA] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta segera melakukan diplomasi dengan pemerintah Kerajaan Inggris supaya menangkap tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk dipulangkan ke Negara Indonesia dalam rangka memperanggungjawabkan aksi kekerasan di Polsek Abepura pada tanggal 7 Desember 2000 yang telah menewaskan seorang aparat kepolisian dan melukai sejumlah anggota lainnya.
Ini dikatakan Koordinator Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Papua Peduli Rakyat, Gabriel B kepada wartawan di Prima Garden Cafe, Jumat (19/8) siang. Dalam keterangan tersebut Gabriel ditemani sekitar 20-an mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swata di Jayapura.
“Kepolisan Republik Indonesia melalui Kapolda Papua segera menangkap kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang selama ini melakukan penghasutan kepada masyarakat Papua untuk melakukan penghasutan kepada masyarakat Papua untuk melakukan aksi menuntut merdeka karena sangat bertentangan dengan Undang-Undang yang berlaku di Negara Indonesia,” ujarnya.
Dikatakan, pihak Kesbang Pol Papua dan Kapolda Papua agar segera memeriksa keabsahan pendirian organisasi KNPB dan segera dibubarkan karena KNPB adalah organisasi separatis yang misinya bertentangan aturan tentang organisasi kemasyarakatan.
Gabriel juga meminta Kapolda mengungkapkan pelaku-pelaku aksi pembunuhan di Nafri, penembakan mobil di tanah Hitam dan pembunuhan serta pembakaran mobil di Skyline dan masih banyak aksi separatis yang terjadi di daerah pegununungan.
Selain itu, mereka juga meminta TNI dan Polri segera membentuk tim Gabungan untuk membersihkan Kota Jayapura dari serangkain anarkis-anarkis yang sedang dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata yang pada akhir-akhir ini meresahkan
masyarakat Kota Jayapura.
“Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Papua Peduli Rakyat meminta masyarakat Papua dan Papua Barat agar bersama-sama menciptakan Papua sebagai Tanah Damai dan mendukung pemerintah dengan semua kebijakan yang bertumpu pada kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan pembangunan di Papua,” ujarnya.
Dany Kogoya Dikejar
Sementara itu, secara terpisah, Kapolresta Jayapusa AKBP Imam Setiawan mengatakan, pihaknya sedang menejar pelaku penembakan di Kampung Nafri I dan II.
"Dalam waktu dekat ini sketsa wajah pimpinan pelaku penembakan Danny Kogoya beserta 19 pengikutnya termasuk salah seorang pelaku bernama Lambert Siep yang diketahui sebagai Kepala Bagian Operasi di wilayah Kota Jayapura akan diterbitkan dalam bentuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan akan disebar ke seluruh penjuru.
Kelompok sipil bersenjata ini, kata dia, sudah menunjukkan eksistensinya. "Dokumen-dokumen yang sudah kita temukan, ternyata mereka ini adalah kelompok TPN/OPM pimpinan Danny Kogoya yang selama ini mengganggu ketertiban umum yang akibatnya banyak korban,"ujarnya [154]
Komentar Untuk Artikel Ini
PEMERINTAH INGGRIS BUKAN BODOH SEPERTI GABRIEL DGN ORGANISASI YG DIPIMPINNYA YG SEGAMPANG ITU UNTUK MENURUTI PERINTAH PEMERINTAH INDONESI,GABRIEL INI ANAK BARU KEMAREN YG CARI MUKA AGAR DAPAT PUNYA NAMA DI NKRI BELIAU TIDAK MENGERTI TENTANG PERJUANGAN DARI OPM,ORGANISASI SEPERTI OPM BUKAN CUMA DI INDONESIA TETAPI ADA DISELURUH DUNIA.
Ada Oknum Komisi I DPR RI Yang Nikmati Uang Sukhoi Yang Jatuh di Gunung Salak
Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Ditemukan dalam Kondisi Baik
Fahri: KPK Gagal Berantas Korupsi Sistemik
Invitasi Bolabasket Alumni SMA se-Jakarta
Biayanya Mahal, Jokowi Tak Akan Pasang Iklan
Pastikan Semua Jenazah Terevakuasi, Tim SAR Sapu Lokasi Jatuhnya Sukhoi
KPK Perpanjang Masa Tahanan Angie
Jokowi Terima Penghargaan TPID Terbaik
Kader Demokrat Masih Juga Menganggap Ani Yudhoyono Layak Jadi Capres
Ketua Umum PGI: Sosialisasikan 4 Pilar Bangsa ke Para Pemimpin Bangsa
