SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 26 Juli 2014
Pencarian Arsip

Sat Pol PP Tidak Berhak Kawal Gubenur di Jalan Raya
Jumat, 11 Januari 2013 | 11:32

Kapolda NTT, Brigjen Pol Ricky HP Sitohang.
Kapolda NTT, Brigjen Pol Ricky HP Sitohang.

[KUPANG] Kapolda  NTT, Brigjen Pol Ricky Sitohang, belum mendapat laporan soal kejadian polisi menahan Voorijder sipil dari Satpol PP Provinsi NTT yang mengawal rombongan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, saat pulang dari lokasi bencana alam di desa Oebelo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Kamis (10/1) pukul 12.15 wita.Namun Kapolda Ricky Sitohang menegaskan, berdasarkan aturan perundangan yang berlaku, bahwa rombongan Gubenur seharusnya dikawal oleh Polisi lalulintas bukan Satpol PP.   sesuai UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (LLAJ) menjelaskan soal pengawalan kepala daerah seperti gubernur, walikota dan bupati, termasuk yang menggunakan konvoi voorijder itu dilakukan Polisi.  

"Tidak ada aturan Satpol PP kawal Gubernur saat menggunakan jalan raya tanpa ada pengawalan Polisi. Jangan bikin aturan sendiri dan jangan salah kaprah terhadap UU itu.  Seharusnya rombongan Gubernur NTT itu dikawal oleh Polisi Lalulintas. Satpol PP bisa saja ada tetapi mereka mengikuti dari belakang," jelas Kapolda NTT, Ricky Sitohang.  

Ricky Sitohang, mengatakan, "Mengawal pejabat itu tidak asal bunyi ngoeng-ngoeng. Setiap pengawalan ada ketentuannya," tegas Kapolda Ricky Sitohang.  

Jika pengawalan dilakukan pihak kepolisian maka ada kordinasi dengan petugas kepolisian di lapangan. Mana jalan atau rute yang akan dilalui kepala daerah atau pihak yang dikawal. Sehingga sebelum mobil pengawalan melintas kondisi di jalanan sudah diamankan anggota kepolisian yang berada di sepanjang rute perjalanan itu.  

Dan sebelum pengawalan pihak kepolisian akan melakukan SOP pengawalan, ada koordinasi, survei lokasi atau rute yang akan dilalui, susunan kekuatan atau rangkaian sesuai formasi.   

Jika hanya dikawal oleh Satpol PP,  maka bisa menimbulkan hal yang tidak dinginkan karena tidak ada koordinasi sama sekali dengan kepolisian. Contohnya jika mau menerobos lampu merah, dan tidak ada koordinasi dengan pihak kepolisian. hal itu bisa menimbulkan bahaya, jelas Ricky Sitohang.  (Yos).      




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»