SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 22 September 2014
Pencarian Arsip

Ryan Ajukan Bukti Baru untuk Peninjauan Kembali
Kamis, 22 September 2011 | 16:44

Very Idham Heryansyah alias Ryan [google] Very Idham Heryansyah alias Ryan [google]

[DEPOK] Terpidana mati Very Idham Heryansyah alias Ryan mengajukan novum atau bukti baru di persidangan peninjauan kembali (PK) yaitu pendapat para ahli kejiwaan di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat.

"Ryan mengalami gangguan kejiwaan yaitu psikopat yang seharusnya tidak bisa diminta pertanggungjawaban atas perbuatannya," kata Pengacara Ryan, Kasman Sangaji, dalam pembacaan memori PK di PN Depok, Kamis (22/9).

Menurut dia, keterangan para ahli tersebut merupakan bukti baru yang diharapkan bisa bisa membatalkan putusan Mahkamah Agung yang menetapkan Ryan sebagai terpidana mati.

"Ada ahli kejiwaan yaitu psikiater dari Kanada, ahli pidana dari Indonesia, dan ahli lainnya," ujarnya.

Dalam ilmu psikiater, Ryan dinyatakan mengidap psikopat murni. Penyakit tersebut membuat seseorang tidak sadar dan tidak mengerti atas apa yang telah diperbuatnya.

"Jadi perbuatannya tidak mempunyai tujuan apapun," ujarnya.

Kasman mengatakan Ryan memiliki ciri-ciri seorang psikopat antara lain egosentris, tidak memiliki empati, dan suka berbohong untuk menutupi kesalahannya.

Kasman juga menilai bahwa hukuman mati saat ini masih banyak perdebatan dimasyarakat dan bukanlah satu-satunya jalan untuk membuat efek jera bagi masyakarat.

Sidang peninjuan kembali tersebut yang kedua kalinya, pertama kali pada sidang 13 September 2011 terpaksa ditunda karena pihak jaksa belum bisa menghadirkan Ryan di persidangan.

Ryan saat itu masih menjalani hukumam di LP Cirebon dan belum bisa dipindahkan ke LP Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor, karena harus menjani proses administrasi terlebih dahulu.

Sementara itu, Ryan mengaku sangat gugup menghadapi jalannya sidang peninjauan kembali. "Jelas saya nervous banget nih," katanya.

Ia tidak menyangka harus kembali disidang di Pengadilan Depok tempat ia divonis hukuman mati untuk pertama kalinya.

Putusan PN Depok tersebut diperkuat dengan putusan di Pengadilan Tinggi Jawa Barat dan Mahkamah Agung.

Pria asal Jombang tersebut berharap sidang tersebut bisa mengubah hukuman mati yang dijatuhkan hakim saat sidang putusan pada 6 April 2009.

Iapun berharap majelis hakim memberikan keputusan dan vonisnya kepada saya dengan hati nuraninya dan mengubah hukuman mati yang sebelumnya sudah dijatuhkan.

Dalam sidang tersebut, Ryan memakai kopiah hitam dan baju koko berwarna kuning gading dan didampingi kedua orang tuanya.

Ibunda Ryan, Siatun, menginginkan anaknya tidak jadi dihukum mati dan berharap aparat penegak hukum bisa bertindak adil untuk anaknya.

"Saya hanya berdoa agar Ryan selamat dan panjang umur, jangan divonis mati agar bisa kumpul kembali bersama keluarga," katanya.

Sementara itu untuk menjaga keamanan jalannya persidangan aparat kepolisian Depok menerjunkan dua peleton anggota yang terdiri dari anggota Polres Depok dan Polsek Sukmajaya.

"Kami mengawal Ryan dari LP Pondok Rajeg hingga Pengadilan. Saya ingin jalannya sidang berlangsung aman dan tertib," kata Kabag Ops Polres Depok Kompol Suratno.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok Syahri Adamy menjadwalkan, persidangan berikutnya pada Kamis (29/). Pihak kuasa hukum diminta memberikan salinan bukti novum baru dan akan mendengarkan pula pendapat Jaksa Penuntut Umum. [Ant/L-9]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»