SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip

Rusia Tawarkan Bantuan Evakuasi dan Investigasi
Jumat, 11 Mei 2012 | 10:12

Julian Aldrin Pasha [google] Julian Aldrin Pasha [google]

[JAKARTA] Pemerintah Kerajaan Rusia menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk melakukan evakuasi korban dan pesawat, serta membantu melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Jawa Barat pada Rabu (9/5) sore. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Julian Pasha di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jumat (11/5).
Dikatakan Julian tawaran bantuan tersebut dikatakan langsung oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui hubungan telepon pada Kamis (10/5) malam. Tawaran ini disambut baik Presiden dan jajaran terkait seperti

"Pertama tawaran dari Pemerintah Rusia terhadap upaya melakukan identifikasi atau forensik jasad korban. Ini diterima baik Presiden dan jajaran Mabes Polri tetutama DVI (Disaster Victim identification) untuk bekerja sama dengan mereka dari Rusia. Kedua, pengumpulan puing pesawat yang ada di sekitar terjadinya peristiwa tersebut. Hal ini juga disambut baik Presiden dengan jajaran Kementerian Perhubungan terutama Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk berkoordinasi dengan pihak Rusia," papar Julian.

Menindaklanjuti pembicaraan tersebut, selanjutnya, dituturkan Julian, pihak DVI Mabes Polri dan Rusia akan melakukan proses identifikasi secara terbuka, yang bekerja dengan prosedur secara internasional. Selain itu, nantinya akan ada tim dari Rusia yang bekerja di bawah KNKT dan Dirjen Perhubungan, yang dibentuk untuk menginvestigasi penyebab pesawat itu jatuh.

"Untuk evakuasi membawa jenazah para korban ke Jakarta, itu Basarnas. Setelah diterima akan diproses DVI Mabes yang bekerja langsung dengan Rusia untuk indentifikasi dan dilakukan secara standar internasional, dan pengungkpan penyebab terjadinya kecelakaan di bawah KNKT," kata Julian. 

Selain dua poin ini, dalam kesempatan tersebut, Putin juga menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban. Seperti diketahui pesawat Sukhoi Superjet 100 yang rencananya hanya melakukan demonstrasi terbang tersebut diproduksi pihak Rusia. Bahkan delapan kru pesawat nahas tersebut berkewarganegaraan Rusia.

"Putin sangat concern, dan karena telah ditemukan, oleh karena itu pihak Rusia khususnya Presiden Putin, menyampaikan langsung kepada Bapak Presiden," kata Julian.

Presiden SBY sendiri rencananya akan datang ke Terminal Keberangkatan Bandara Halim Perdana Kusuma untuk bertemu dengan pihak keluarga dan tim DVI, untuk melihat perkembangan terakhir. Namun, dikatakan, rencana ini masih tentatif, karena Presiden sudah berencana untuk bertolak ke Bali.

"Mungkin sebelum take off jam 10.00 WIB dari bandara domestik. Mungkin sebelum itu, sekitar jam 09.15 WIB, atau sebelum jam 9.30 WIB," kata Julian.

Terkait santunan kepada keluarga korban Julian mengatakan, sejauh ini kemungkinan maskapai Sukhoi memberikan santunan. Sementara santunan dari pemerintah akan menunggu hasil investigas penyebab kecelakaan.  

"Kami belum mengetahui secara persis penyebab kecelakaan Sukhoi SSJ 100," kata Julian.

Terkait perkembangan evakuasi, Julian mengatakan, Kepala Basarnas, Daryatmo semalam telah melaporkan akan kembali melanjutkan evakuasi pagi ini. Berlarutnya proses evakuasi ini lantaran, medan yang berat dan cuaca yang buruk.

"Perlu diketahui medan yang berat dan cuaca yang tidak mendukung, jadi membutuhkan waktu agak lama," katanya. [FFS]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN