Rusia Tawarkan Bantuan Evakuasi dan Investigasi
Jumat, 11 Mei 2012 | 10:12
Julian Aldrin Pasha [google] [JAKARTA] Pemerintah
Kerajaan Rusia menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk melakukan evakuasi
korban dan pesawat, serta membantu melakukan investigasi untuk mengetahui
penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Jawa Barat pada
Rabu (9/5) sore. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Julian Pasha di
Bandara Halim Perdana Kusuma, Jumat (11/5).
Dikatakan Julian tawaran bantuan tersebut dikatakan langsung oleh Presiden
Rusia, Vladimir Putin kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui hubungan
telepon pada Kamis (10/5) malam. Tawaran ini disambut baik Presiden dan jajaran
terkait seperti
"Pertama
tawaran dari Pemerintah Rusia terhadap upaya melakukan identifikasi atau
forensik jasad korban. Ini diterima baik Presiden dan jajaran Mabes Polri
tetutama DVI (Disaster Victim identification) untuk bekerja sama dengan mereka
dari Rusia. Kedua, pengumpulan puing pesawat yang ada di sekitar terjadinya
peristiwa tersebut. Hal ini juga disambut baik Presiden dengan jajaran
Kementerian Perhubungan terutama Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk
berkoordinasi dengan pihak Rusia," papar Julian.
Menindaklanjuti
pembicaraan tersebut, selanjutnya, dituturkan Julian, pihak DVI Mabes Polri dan
Rusia akan melakukan proses identifikasi secara terbuka, yang bekerja dengan
prosedur secara internasional. Selain itu, nantinya akan ada tim dari Rusia
yang bekerja di bawah KNKT dan Dirjen Perhubungan, yang dibentuk untuk
menginvestigasi penyebab pesawat itu jatuh.
"Untuk evakuasi
membawa jenazah para korban ke Jakarta, itu Basarnas. Setelah diterima akan
diproses DVI Mabes yang bekerja langsung dengan Rusia untuk indentifikasi dan
dilakukan secara standar internasional, dan pengungkpan penyebab terjadinya
kecelakaan di bawah KNKT," kata Julian.
Selain dua poin ini,
dalam kesempatan tersebut, Putin juga menyampaikan rasa belasungkawa kepada
keluarga korban. Seperti diketahui pesawat Sukhoi Superjet 100 yang rencananya
hanya melakukan demonstrasi terbang tersebut diproduksi pihak Rusia. Bahkan
delapan kru pesawat nahas tersebut berkewarganegaraan Rusia.
"Putin sangat
concern, dan karena telah ditemukan, oleh karena itu pihak Rusia khususnya
Presiden Putin, menyampaikan langsung kepada Bapak Presiden," kata Julian.
Presiden SBY sendiri
rencananya akan datang ke Terminal Keberangkatan Bandara Halim Perdana Kusuma
untuk bertemu dengan pihak keluarga dan tim DVI, untuk melihat
perkembangan
terakhir. Namun, dikatakan, rencana ini masih tentatif, karena Presiden sudah
berencana untuk bertolak ke Bali.
"Mungkin
sebelum take off jam 10.00 WIB dari bandara domestik. Mungkin sebelum itu,
sekitar jam 09.15 WIB, atau sebelum jam 9.30 WIB," kata Julian.
Terkait santunan
kepada keluarga korban Julian mengatakan, sejauh ini kemungkinan maskapai
Sukhoi memberikan santunan. Sementara santunan dari pemerintah akan menunggu
hasil investigas penyebab kecelakaan.
"Kami belum
mengetahui secara persis penyebab kecelakaan Sukhoi SSJ 100," kata Julian.
Terkait perkembangan
evakuasi, Julian mengatakan, Kepala Basarnas, Daryatmo semalam telah melaporkan
akan kembali melanjutkan evakuasi pagi ini. Berlarutnya proses evakuasi ini
lantaran, medan yang berat dan cuaca yang buruk.
"Perlu diketahui
medan yang berat dan cuaca yang tidak mendukung, jadi membutuhkan waktu agak
lama," katanya. [FFS]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Joe Taslim Raih Adegan Mahal di Fast and Furious 6
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
